Senin, 26 November 2012
Di Bawah Lindungan Ka’bah, Kisah Cinta Berbalut Kerinduan Beralas Kepasrahan yang Mempersatukan
Film Di Bawah Lindungan Ka’bah merupakan sebuah film yang disutradarai oleh Hanny R. Saputra dan merupakan sebuah film yang diangkat dari novel Di Bawah Lindungan Ka’bah yang ditulis oleh Prof. DR. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang lebih dikenal sebagai HAMKA. Film ini dirilis dan tayang di layar lebar pada 25 Agustus 2011 oleh rumah produksi MD Pictures. Film ini dibintangi oleh aktor dan artis professional Indonesia yaitu Didi Petet sebagai ayah Zaenab, Widyawati Sophian sebagai Ibu Zaenab, Herjunot Ali sebagai Hamid, Laudya Cintya Bella sebagai Zaenab, serta aktor – artis lain yaitu Niken Anjani, Tarra Budiman, Jenny Rachman, Leroy Osmani, Ajun Perwira, Akhmad Setyadi.
"Di Bawah Lindungan Ka’bah" bercerita tentang kisah cinta tak sampai antara kedua tokoh protagonis, Hamid dan Zainab. Inilah sebuah film mengenai kisah cinta yang dikemas dan menonjolkan nilai religius yang takkan pernah lekang oleh waktu. Cinta yang berjarak antara Sumatera ke Makkah. Kepedihan yang berlandaskan pada rasa berserah diri pada Yang Maha Kuasa. Ketidaksanggupan masing-masing untuk menjembatani jarak yang ada; baik ruang maupun waktu, adat, agama, maupun atas nama kepatuhan pada orang tua, membuat mereka tenggelam dalam deritanya masing-masing. Akan cinta yang merindu-dendam, menanti tak tentu.
Setting film ini adalah di Padang pada awal abad ke-20 dengan teknologi transportasi maupun komunikasi yang masih jauh tertinggal dibandingkan sekarang. That's what we called as parental complex syndrome; saat orang tua selalu merasa lebih tahu daripada anaknya. Bahwa mereka lebih berpengalaman, lebih berhak (dan karenanya wajib) untuk didengar, serta lebih bisa menentukan apakah makna kebahagiaan sesungguhnya. Dan seringkali kebahagiaan yang dimaksudkan itu lebih berdasarkan pada definisinya sendiri. Misalkan menjodohkan sang anak dengan putra-putri teman; atau sanak yang kaya raya; atau terhormat dan sebagainya.
Hamid (Herjunot Ali) adalah seorang pemuda tampan, cerdas, saleh, yatim, berbudi pekerti tinggi namun terlahir dengan keadaan ekonomi yang kurang. Dia tinggal bersama ibunya. Kemudian diangkat oleh keluarga Haji Ja’far yang kaya. Perhatian Haji Ja’far, istrinya yaitu Asiah, terhadap Hamid sangat baik. Hamid dianggap sebagai anak mereka sendiri. Mereka sangat menyayanginya sebab Hamid sangat rajin, sopan, berbudi, serta taat beragama. Itulah sebabnya, Hamid juga disekolahkan bersama-sama dengan Zainab, anak kandung Haji Ja’far.Sejak kecil Hamid dan Zainab selalu bermain bersama. Mereka sering pergi sekolah, bermain bersama di sekolah ataupun pulang sekolah.
Dilema mulai mewarnai kehidupan Hamid ketika ia jatuh cinta dengan Zainab (Laudya Chyntia Bella), puteri jelita semata wayang dari Haji Jafar. Ketika keduanya beranjak remaja, dalam hati masing-masing mulai tumbuh perasaan lain. Hamid merasakan bahwa rasa kasih sayang yang muncul terhadap Zainab melebihi rasa sayang kepada adik, seperti yang selama ini dia rasakan. Hamid tidak berani mengutarakan isi hatinya kepada Zainab sebab dia menyadari bahwa di antara mereka terdapat tembok pemisah. Zainab merupakan anak orang terkaya dan terpandang, sedangkan dia hanyalah berasal dari keluarga biasa dan miskin. Jadi, sangat tidak mungkin bagi dirinya untuk memiliki Zainab. Itulah sebabnya, rasa cintanya yang dalam terhadap Zainab hanya dipendamnya saja. Tembok pemisah itu semakin hari semakin dirasakan Hamid. Dalam waktu bersamaan, Hamid mengalami peristiwa pilu. Peristiwa pertama adalah meninggalnya Haji Ja’far, ayah angkatnya yang sangat berjasa menolong hidupnya selama ini. Tidak lama kemudian, ibu kandungnya pun meninggal dunia. Tidak hanya berhenti disitu, berbagai cobaan yang mendera hubungan keduanya: Hamid diusir dari kampungnya setelah dituduh telah ‘menyentuh’ Zainab secara tidak sopan. Puncak kepedihan hatinya ketika ibu Zainab, Asiah, mengatakan kepadanya bahwa Zainab akan dijodohkan dengan pemuda lain anak seorang saudagar kaya. Bahkan ibunya meminta Hamid untuk membujuk Zainab agar mau menerima pemuda pilihannya. Dengan berat hati, Hamid menuruti kehendak ibu Zainab.
Zainab sangat sedih menerima kenyataan tersebut. Dalam hatinya, ia menolak kehendak ibunya. Karena tidak sanggup menanggung beban hatinya, Hamid memutuskan untuk pergi meninggalkan kampungnya. Hamid yang terusir dari kampung akhirnya meneruskan perjalanannya demi mewujudkan impiannya agar dapat menunaikan ibadah haji di Mekkah. Dia meninggalkan Zainab dan dengan diam-diam pergi ke Medan. Sesampainya di Medan, dia menulis surat kepada Zainab. Dalam suratnya, dia mencurahkan isi hatinya kepada Zainab. Menerima surat itu, Zainab sangat terpukul dan sedih. Dari Medan, Hamid melanjutkan perjalanan menuju ke Singapura. Kemudian, dia pergi ke tanah suci Mekkah. Selama ditinggalkan oleh Hamid, hati Zainab menjadi sangat tersiksa. Dia sering sakit-sakitan, semangat hidupnya terasa berkurang menahan rasa rindunya yang mendalam pada Hamid. Begitu pula dengan Hamid, dia selalu gelisah karena menahan beban rindunya pada Zainab.
Setahun sudah Hamid berada di Makkah. Betapa gembira hati Hamid bertemu dengan Saleh, teman di kampungnya. Selain sebagai teman sepermainannya semasa kecil, istri Saleh,Rosana, adalah teman dekat Zainab. Dari Saleh, dia mendapat banyak berita tentang kampungnya termasuk keadaan Zainab.Dari penuturan Saleh, Hamid mengetahui bahwa Zainab juga mencintainya. Sejak kepergian Hamid, Zainab sering sakit-sakitan. Dia menderita batin yang begitu mendalam, Karena suatu sebab, dia tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan ibunya, sedangkan orang yang paling dicintainya, yaitu Hamid telah pergi entah kemana. Dia selalu menunggu kedatangan Hamid dengan penuh harap. Mendengar penuturan Saleh tersebut, perasaan Hamid bercampur antara perasaan sedih dan gembira. Sedih sebab Zainab menderita fisik dan batin. Gembira karena Zainab mencintainya juga. Artinya cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Karena tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan ibunya. Hamid berencana kembali ke kampung halaman setelah menunaikan ibadah haji terlebih dahulu.
Namun Tuhan berkehendak lain. Hamid dan Zainab meninggal dunia sebelum mereka bertemu. Hamid yang meninggal di bawah lindungan Ka’bah dan Zainab meninggal di kampung halamannya dengan kerinduan dan cinta yang amat menyiksa perasaan masing-masing. Akhir cerita yang sangat mengharukan ketika tergambarkan dalam film ini bahwa raga mereka tidak bisa bersatu di dunia, namun jiwa mereka bertemu dan bersatu di bawah lindungan Ka’bah.
"Apapun yang akan terjadi, ingatlah bahwa ketika engkau tak punya siapa-siapa selain Allah,
Allah itu lebih dari cukup."
-Memmy-
Jumat, 23 November 2012
Adakah Kesempatan Kedua?
Tiada seorangpun yang dapat kembali dan mulai baru dari awal lagi. Namun demikian, setiap orang mampu dan dapat memulai sesuatu saat ini dan melakukan suatu akhir yang baru.
Tuhan tidak pernah menjanjikan hari-hari kita berlalu tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan dan siang tanpa malam, tetapi yang pasti, Dia menjanjikan kita kekuatan untuk melalui kehidupan kita hari ini, kebahagiaan untuk air mata dan terang dalam perjalanan hidup ini.
Kekecewaan dalam hidup kita yang kita alami bagai “polisi tidur” saja, ini akan memperlambat sedikit saja perjalanan kita, tetapi kita selanjutnya akan menikmati perjalanan berikutnya di atas jalan yang lebih rata. Oleh karena itu, janganlah tinggal terlalu lama saat berada di “polisi tidur”. Berjalanlah terus, majulah terus...
Ketika kita kecewa karena tidak memperoleh apa yang dikehendaki, tetap tersenyumlah dan jangan putus harapan. Karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik, lebih indah untuk kita. Saat terjadi sesuatu pada dirimu, apakah itu baik atau buruk, untung atau malang, pertimbangkan dan renungkan itu semua. Karena pasti ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan yang mengajarkan kepada kita bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras untuk menangis...
Kita tidak dapat memaksa seseorang untuk mencintai kita... Apa yang dapat kita perbuat hanyalah membiarkan diri untuk dicintai seseorang dan selebihnya biarlah ada pada orang lain untuk menilai diri kita. Ukuran cinta adalah saat mencintai tanpa batas. Karena dalam kehidupan nyata, jarang akan kita temui seseorang yang kita cintai dan orang itupun mencintai kita juga.
Jadi sekali memperoleh cinta, jangan lepaskan. Sebab mungkin cinta itu tidak datang kembali. Lebih baik kehilangan harga diri kepada orang yang mencintaimu daripada kehilangan orang yang dicintai karena harga diri. Kita terlalu membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai untuk dicintai atau melihat kesalahan-kesalahan pada orang yang telah kita cintai, daripada malah seharusnya kita memperbaiki diri dan menyempurnakan cinta yang kita berikan.
Jadi, jika sungguh-sungguh sayang atau mencintai seseorang, janganlah mencari-cari kekurangan-kekurangannya dan jangan mencari-cari alasan, jangan pula mencari-cari kesalahan-kesalahannya.
Seperti hidup di dunia ini, hanyalah sekali.
Tak akan pernah ada yang disebut kesempatan kedua. Jadi, pandailah meraih dan memaknai kesempatan yang hanya datang sekali tersebut.
-Memmy-
Tuhan tidak pernah menjanjikan hari-hari kita berlalu tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan dan siang tanpa malam, tetapi yang pasti, Dia menjanjikan kita kekuatan untuk melalui kehidupan kita hari ini, kebahagiaan untuk air mata dan terang dalam perjalanan hidup ini.
Kekecewaan dalam hidup kita yang kita alami bagai “polisi tidur” saja, ini akan memperlambat sedikit saja perjalanan kita, tetapi kita selanjutnya akan menikmati perjalanan berikutnya di atas jalan yang lebih rata. Oleh karena itu, janganlah tinggal terlalu lama saat berada di “polisi tidur”. Berjalanlah terus, majulah terus...
Ketika kita kecewa karena tidak memperoleh apa yang dikehendaki, tetap tersenyumlah dan jangan putus harapan. Karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik, lebih indah untuk kita. Saat terjadi sesuatu pada dirimu, apakah itu baik atau buruk, untung atau malang, pertimbangkan dan renungkan itu semua. Karena pasti ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan yang mengajarkan kepada kita bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras untuk menangis...
Kita tidak dapat memaksa seseorang untuk mencintai kita... Apa yang dapat kita perbuat hanyalah membiarkan diri untuk dicintai seseorang dan selebihnya biarlah ada pada orang lain untuk menilai diri kita. Ukuran cinta adalah saat mencintai tanpa batas. Karena dalam kehidupan nyata, jarang akan kita temui seseorang yang kita cintai dan orang itupun mencintai kita juga.
Jadi sekali memperoleh cinta, jangan lepaskan. Sebab mungkin cinta itu tidak datang kembali. Lebih baik kehilangan harga diri kepada orang yang mencintaimu daripada kehilangan orang yang dicintai karena harga diri. Kita terlalu membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai untuk dicintai atau melihat kesalahan-kesalahan pada orang yang telah kita cintai, daripada malah seharusnya kita memperbaiki diri dan menyempurnakan cinta yang kita berikan.
Jadi, jika sungguh-sungguh sayang atau mencintai seseorang, janganlah mencari-cari kekurangan-kekurangannya dan jangan mencari-cari alasan, jangan pula mencari-cari kesalahan-kesalahannya.
Seperti hidup di dunia ini, hanyalah sekali.
Tak akan pernah ada yang disebut kesempatan kedua. Jadi, pandailah meraih dan memaknai kesempatan yang hanya datang sekali tersebut.
-Memmy-
Kamis, 22 November 2012
Cerita Perjalananku Belajar Mengais Rupiah
Hai... hai... Reader's!
Disini aku pengen cerita tentang perjalananku belajar mengais rupiah.
Jika diinget-inget, sejak kecil aku sudah belajar untuk mendapatkan uang.
Story ini kumulai dari kelas 2 SD, dimana aku berjualan dari ide kreatif membuat barang. Misalnya buku catatan kecil dari kertas bekas yang kusatukan dan kujilid. Konsumennya waktu itu hanya teman-teman bermainku. Untungnya mungkin hanya bisa untuk beli permen... Hehe.
Selanjutnya ketika SMA pernah juga berjualan kaos yang bergambar dan tulisan yang lucu yang untungnya Rp 3.000,- sampai Rp 5.000,- per kaos. Kali ini konsumennya teman-teman sekolah. Untungnya bisa buat tambahan uang jajan, bisa untuk beli tahu bakso di koperasi sekolah lah... Hehehe.
Karena kebiasaanku easy going, cuek, rajin promosi, suka jalan dan bersosialisasi maka banyak teman dan saudara yang meminta tolong untuk dibelikan sesuatu. Tanpa mengharap, meminta atau mengambil untung, Alhamdulillah diberi uang lelah... Hihihi.
Dengan senang hati aku muter-muter dari toko ke toko, pasar ataupun pedagang perko (emper toko) tanya spesifikasi barang juga harganya (milih yang spesifikasi dan kualitas terbaik dengan harga paling murah sesuai dengan prinsip ekonomi). Dari sinilah aku mempunyai banyak teman, kenalan pedagang. Jadi lain hari jika aku ingin belanja bisa lebih murah.
Barang yang pernah dititip mulai dari bakpia, taplak meja, daster, sandal, sepatu, tas, dompet, kosmetik, pulsa hingga gadget IT seperti HP, smartphone, laptop, dll.
Hobby ku memang jalan-jalan, travelling. Ketika hobby bisa menjadi ladang rezeki, nikmatnyaaa :D
Hal ini masih berlanjut sampai sekarang. Yup, menjadi seorang yang ringan tangan dan tak mengharap balas memang gak ada ruginya. Mau bukti? Silahkan coba sendiri ;-)
Ketika kuliah, ada beberapa kesibukan yang menghasilkan rupiah.
Berjualan pulsa yang konsumennya temen kuliah, saudara dan lebih banyak untuk sendiri sebenarnya... hehehe. Untungnya dari ratusan rupiah, gak sampai 2ribu untuk tiap transaksi. Kadang ada yang bayarnya ngutang pula, Hmmm... Sangat menikmati lah pokoknya :D
Sekitar tahun 2008 waktu baru-barunya penemuan Boneka Rumput Horta, aku sempat mendapatkan kesempatan memasarkan boneka ini. Berjualan di Sunday Morning di Stadion Manahan Solo bareng ade' sepupu dari jam setengah 8 pagi sampai 10 siang. Dengan leaflet yang kubuat dan promosi, nyantol juga. Sempat beberapa kali mengirim Boneka Horta ke luar kota, luar provinsi. Konsumen dalam kota Yogyakarta, Rembang dan kota-kota lain. Melayani delivery dan service excellent (SMS dan telpon karena waktu itu belum kenal media facebook, twitter apalagi BBM). Laris manis tanjung kimpul... Alhamdulillah.
Untungnya... Kira-kira bisa buat tiket pp Rembang Jogja 10 kali atau lebih, tapi ga disisihin. Habis masuk perut dan habis nempel dibadan sepertinya :D
Setelah cukup sukses berjualan boneka Rumput Horta, aku mulai ingin mencoba bekerja dengan orang lain. Setelah selesai KKN (Kuliah Kerja Nyata) pertengahan tahun 2008, aku melamar bekerja partime (paruh waktu) sebagai operator warnet di BaitNet (Babarsari). Berdasarkan info lowongan kerja partime yang kubaca di salah satu koran harian, kudapatkan info lowongan itu. Kubuat surat lamaran kerja, interview oleh manager warnetnya (Mbak Mega) yang sampai saat ini kami masih sering berkomunikasi akhirnya diterima.
Jadwal kerja di BaitNet per shift 6 jam (cewe shift pagi 07.00 - 13.00 dan atau siang 13.00 - 19.00 sedangkan cowo shift sore 19.00 - 01.00 dan atau malem 01.00 - 07.00). Kurang dari setahun aku bekerja disana karena dengan partime semakin membuat skripsiku tertunda, keasyikan bekerja, chatting dan browsing. hehehe...
Tentang salary, lumayan untuk beli bensin atau pulsa. Seminggu aku biasanya masuk 2 - 3 kali. Karena ingin menambah penghasilan dan ingin tahu sistem manajemen warnet di tempat lain, aku bekerja partime juga di CheetozNet Gejayan. Banyak keuntungan yang kurasakan selama bekerja partimer, selain mendapat salary untuk jajan, aku mendapatkan banyak teman-teman baru yang kompak, setia kawan, solidaritas tinggi, browsing gratis sepuasnya dengan kecepatan akses tinggi, tahu sistem manajemen di warnet, dll.
Bukti solidaritas temen-temen OP dan owner warnet misalnya THR menjelang lebaran, piknik bareng ke Pandawa Waterboom Solo, Pantai di Jogja, Foto bareng, kondangan bareng, kerja bakti bersih-bersih warnet bareng, makan bersama, dll.
Ketika ingin fokus menyelesaikan skripsi, aku memutuskan untuk cuti ga jaga warnet. Aku memutuskan untuk berhenti partime di warnet ketika aku resmi diterima bekerja di Fakultas Geografi, yaitu 1 Mei 2010.
Ohya, di sela-sela bekerja di warnet, saya dan beberapa teman pernah mengadu nasib di Ramadhan tahun 2009 dengan berjualan es kawis, pudding dan nasi uduk untuk ta'jil buka puasa di sepanjang Masjid Kampus UGM. Dengan modal @ Rp 100.000,- 6 orang dan modal tenaga dan peralatan seadanya, kami menjual makanan tersebut selama Ramadhan. Sekedar cerita persiapan kami belanja untuk lauk nasi uduk setelah shubuh di Pasar Colombo, memasak nasi uduk pagi-pagi di rumahku, pudding dimasak temenku di rumahnya, buah-buahan untuk isi es kawis dan diracik dari rumah, jam 4 sore kami berkumpul di stand kami yaitu depan masjid kampus UGM dengan membawa meja kecil tempat dagangan, menggelar tikar, termos es batu, memotong es, dambil mempromosikan dagangan kami kepada orang-orang yang lewat. Alhamdulillah, mendapat pesanan es kawis untuk buka puasa dan hasilnya lumayan lah buat THR kami :D
Jadi, selama hampir satu bulan kami selalu buka bersama disana dengan menu yang sama yaitu es kawis, nasi eggudug (nasi uduk) dan pudding KAMCIA.
Karena kesuksesan dan reaksi yang positif kepada KAMCIA, kami bersemangat untuk melanjutkan usaha ini. Dengan tenaga dan modal berempat (aku, rara, nurika, edi) kami melanjutkan usaha ini dengan mengontrak sebuah ruko untuk berjualan di daerah sebelum jembatan Sardjito. Jam kami berjualan yaitu setelah maghrib hingga tengah malam. Selama 3 bulan kami disana, namun karena beberapa alasan warung kami tutup dan masing-masing dari kami mulai bekerja "sebenarnya".
Sejak 1 Mei 2010, aku mulai bekerja kantoran. Ga serabutan seperti sebelumnya, Hehehe. Bagiku, ga masalah bekerja apa saja. Yang penting halal. Tapi mungkin untuk sebagian orang baru dianggap bekerja jika berada di kantor, memakai seragam... Hmmm, whatever lah :D
Yup, mulai 1 Mei 2010 aku kembali di kampusku, sebagai staff disana. Dari informasi lowongan pekerjaan lewat website fakultas dan obrolan dosen serta atas persetujuan orang tuaku, akhirnya aku memutuskan untuk melamar dan alhamdulillah diterima.
Sampai sekarang ladang rezekiku disini.
Ohya, disela-sela partime sebagai operator warnet aku mencoba untuk berbisnis MLM (Multi Level Marketing) di MLM fashion dan kosmetik. Penjualanku waktu itu cukup bagus, bisa mencapai target, mendapatkan reward barang ataupun uang dan tour, keuntungan langsung, downline, naik peringkat dan pada bulan November 2011 lalu mendapatkan reward tour ke Bali. Berjualan MLM produk fashion masih kulakukan hingga sekarang, namun penjualan tak sebagus dulu karena sudah banyak sekali toko online dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing. Tak apa... Rezeki lain pasti masih luas untuk orang yang giat berusaha dan optimis.
Terimakasih untuk segala dukungan moril maupun materiil, kepercayaan, solidaritas serta restu dari kalian. Semoga sukses dan berkah untuk kita semua. Big hug and kiss :-)
-Memmy-
Disini aku pengen cerita tentang perjalananku belajar mengais rupiah.
Jika diinget-inget, sejak kecil aku sudah belajar untuk mendapatkan uang.
Story ini kumulai dari kelas 2 SD, dimana aku berjualan dari ide kreatif membuat barang. Misalnya buku catatan kecil dari kertas bekas yang kusatukan dan kujilid. Konsumennya waktu itu hanya teman-teman bermainku. Untungnya mungkin hanya bisa untuk beli permen... Hehe.
Selanjutnya ketika SMA pernah juga berjualan kaos yang bergambar dan tulisan yang lucu yang untungnya Rp 3.000,- sampai Rp 5.000,- per kaos. Kali ini konsumennya teman-teman sekolah. Untungnya bisa buat tambahan uang jajan, bisa untuk beli tahu bakso di koperasi sekolah lah... Hehehe.
Karena kebiasaanku easy going, cuek, rajin promosi, suka jalan dan bersosialisasi maka banyak teman dan saudara yang meminta tolong untuk dibelikan sesuatu. Tanpa mengharap, meminta atau mengambil untung, Alhamdulillah diberi uang lelah... Hihihi.
Dengan senang hati aku muter-muter dari toko ke toko, pasar ataupun pedagang perko (emper toko) tanya spesifikasi barang juga harganya (milih yang spesifikasi dan kualitas terbaik dengan harga paling murah sesuai dengan prinsip ekonomi). Dari sinilah aku mempunyai banyak teman, kenalan pedagang. Jadi lain hari jika aku ingin belanja bisa lebih murah.
Barang yang pernah dititip mulai dari bakpia, taplak meja, daster, sandal, sepatu, tas, dompet, kosmetik, pulsa hingga gadget IT seperti HP, smartphone, laptop, dll.
Hobby ku memang jalan-jalan, travelling. Ketika hobby bisa menjadi ladang rezeki, nikmatnyaaa :D
Hal ini masih berlanjut sampai sekarang. Yup, menjadi seorang yang ringan tangan dan tak mengharap balas memang gak ada ruginya. Mau bukti? Silahkan coba sendiri ;-)
Ketika kuliah, ada beberapa kesibukan yang menghasilkan rupiah.
Berjualan pulsa yang konsumennya temen kuliah, saudara dan lebih banyak untuk sendiri sebenarnya... hehehe. Untungnya dari ratusan rupiah, gak sampai 2ribu untuk tiap transaksi. Kadang ada yang bayarnya ngutang pula, Hmmm... Sangat menikmati lah pokoknya :D
Sekitar tahun 2008 waktu baru-barunya penemuan Boneka Rumput Horta, aku sempat mendapatkan kesempatan memasarkan boneka ini. Berjualan di Sunday Morning di Stadion Manahan Solo bareng ade' sepupu dari jam setengah 8 pagi sampai 10 siang. Dengan leaflet yang kubuat dan promosi, nyantol juga. Sempat beberapa kali mengirim Boneka Horta ke luar kota, luar provinsi. Konsumen dalam kota Yogyakarta, Rembang dan kota-kota lain. Melayani delivery dan service excellent (SMS dan telpon karena waktu itu belum kenal media facebook, twitter apalagi BBM). Laris manis tanjung kimpul... Alhamdulillah.
Untungnya... Kira-kira bisa buat tiket pp Rembang Jogja 10 kali atau lebih, tapi ga disisihin. Habis masuk perut dan habis nempel dibadan sepertinya :D
Setelah cukup sukses berjualan boneka Rumput Horta, aku mulai ingin mencoba bekerja dengan orang lain. Setelah selesai KKN (Kuliah Kerja Nyata) pertengahan tahun 2008, aku melamar bekerja partime (paruh waktu) sebagai operator warnet di BaitNet (Babarsari). Berdasarkan info lowongan kerja partime yang kubaca di salah satu koran harian, kudapatkan info lowongan itu. Kubuat surat lamaran kerja, interview oleh manager warnetnya (Mbak Mega) yang sampai saat ini kami masih sering berkomunikasi akhirnya diterima.
Jadwal kerja di BaitNet per shift 6 jam (cewe shift pagi 07.00 - 13.00 dan atau siang 13.00 - 19.00 sedangkan cowo shift sore 19.00 - 01.00 dan atau malem 01.00 - 07.00). Kurang dari setahun aku bekerja disana karena dengan partime semakin membuat skripsiku tertunda, keasyikan bekerja, chatting dan browsing. hehehe...
Tentang salary, lumayan untuk beli bensin atau pulsa. Seminggu aku biasanya masuk 2 - 3 kali. Karena ingin menambah penghasilan dan ingin tahu sistem manajemen warnet di tempat lain, aku bekerja partime juga di CheetozNet Gejayan. Banyak keuntungan yang kurasakan selama bekerja partimer, selain mendapat salary untuk jajan, aku mendapatkan banyak teman-teman baru yang kompak, setia kawan, solidaritas tinggi, browsing gratis sepuasnya dengan kecepatan akses tinggi, tahu sistem manajemen di warnet, dll.
Bukti solidaritas temen-temen OP dan owner warnet misalnya THR menjelang lebaran, piknik bareng ke Pandawa Waterboom Solo, Pantai di Jogja, Foto bareng, kondangan bareng, kerja bakti bersih-bersih warnet bareng, makan bersama, dll.
Ketika ingin fokus menyelesaikan skripsi, aku memutuskan untuk cuti ga jaga warnet. Aku memutuskan untuk berhenti partime di warnet ketika aku resmi diterima bekerja di Fakultas Geografi, yaitu 1 Mei 2010.
Ohya, di sela-sela bekerja di warnet, saya dan beberapa teman pernah mengadu nasib di Ramadhan tahun 2009 dengan berjualan es kawis, pudding dan nasi uduk untuk ta'jil buka puasa di sepanjang Masjid Kampus UGM. Dengan modal @ Rp 100.000,- 6 orang dan modal tenaga dan peralatan seadanya, kami menjual makanan tersebut selama Ramadhan. Sekedar cerita persiapan kami belanja untuk lauk nasi uduk setelah shubuh di Pasar Colombo, memasak nasi uduk pagi-pagi di rumahku, pudding dimasak temenku di rumahnya, buah-buahan untuk isi es kawis dan diracik dari rumah, jam 4 sore kami berkumpul di stand kami yaitu depan masjid kampus UGM dengan membawa meja kecil tempat dagangan, menggelar tikar, termos es batu, memotong es, dambil mempromosikan dagangan kami kepada orang-orang yang lewat. Alhamdulillah, mendapat pesanan es kawis untuk buka puasa dan hasilnya lumayan lah buat THR kami :D
Jadi, selama hampir satu bulan kami selalu buka bersama disana dengan menu yang sama yaitu es kawis, nasi eggudug (nasi uduk) dan pudding KAMCIA.
Karena kesuksesan dan reaksi yang positif kepada KAMCIA, kami bersemangat untuk melanjutkan usaha ini. Dengan tenaga dan modal berempat (aku, rara, nurika, edi) kami melanjutkan usaha ini dengan mengontrak sebuah ruko untuk berjualan di daerah sebelum jembatan Sardjito. Jam kami berjualan yaitu setelah maghrib hingga tengah malam. Selama 3 bulan kami disana, namun karena beberapa alasan warung kami tutup dan masing-masing dari kami mulai bekerja "sebenarnya".
Sejak 1 Mei 2010, aku mulai bekerja kantoran. Ga serabutan seperti sebelumnya, Hehehe. Bagiku, ga masalah bekerja apa saja. Yang penting halal. Tapi mungkin untuk sebagian orang baru dianggap bekerja jika berada di kantor, memakai seragam... Hmmm, whatever lah :D
Yup, mulai 1 Mei 2010 aku kembali di kampusku, sebagai staff disana. Dari informasi lowongan pekerjaan lewat website fakultas dan obrolan dosen serta atas persetujuan orang tuaku, akhirnya aku memutuskan untuk melamar dan alhamdulillah diterima.
Sampai sekarang ladang rezekiku disini.
Ohya, disela-sela partime sebagai operator warnet aku mencoba untuk berbisnis MLM (Multi Level Marketing) di MLM fashion dan kosmetik. Penjualanku waktu itu cukup bagus, bisa mencapai target, mendapatkan reward barang ataupun uang dan tour, keuntungan langsung, downline, naik peringkat dan pada bulan November 2011 lalu mendapatkan reward tour ke Bali. Berjualan MLM produk fashion masih kulakukan hingga sekarang, namun penjualan tak sebagus dulu karena sudah banyak sekali toko online dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing. Tak apa... Rezeki lain pasti masih luas untuk orang yang giat berusaha dan optimis.
Terimakasih untuk segala dukungan moril maupun materiil, kepercayaan, solidaritas serta restu dari kalian. Semoga sukses dan berkah untuk kita semua. Big hug and kiss :-)
-Memmy-
Surat Cinta Untukmu, Calon Suamiku
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur? Karena dapat kembali menatap fananya hidup ini;
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu? Atas amanah yang saat ini tengah kau genggam;
Wahai calon suamiku, tahukah engkau Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?
Di sini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya kenapa Allah selalu mengujiku tepat di hatiku, bagian terapuh dari diriku. Namun kini kutahu jawabnya….
Allah tau dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingatNya, kembali mencintaiNya.
Ujian demi ujian insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga memiliki aku di hatimu.
Calon suamiku….
Entah dimana dirimu sekarang, tapi aku yakin Allahpun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak...
Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu.
Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, maka hanya kesia-siaan dan kekecewaan yang akan kau dapati.
Aku masih haus akan ilmu, namun berbekal ilmu yang ada saat ini aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku…
Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan ibuku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholeha agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat kelak.
Namun nanti setelah menjadi istrimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholeha agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu dan mendampingimu yang shaleh.
Aku ini pencemburu berat, tapi jika Allah dan Rasulullah lebih kau cintai, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan meski mungkin bukan yang kuharapkan.
Calon suamiku yang dirahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas da’wah kita dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus da’wah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah ta’ala…
Bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya. bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik tapi setidaknya bisa menjadi yang terbaik di sisimu kelak.
Calon suamiku...
Inilah sekilas harapan, yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Meskipun “tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata”.
Kelak saat kita tengah bersama maka di situlah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Bersabarlah calon suamiku doaku selalu agar Allah memudahkan jalanmu untuk menjemputku sebagai bidadarimu...
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dari yang ...
-Memmy-
Apa kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur? Karena dapat kembali menatap fananya hidup ini;
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu? Atas amanah yang saat ini tengah kau genggam;
Wahai calon suamiku, tahukah engkau Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?
Di sini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya kenapa Allah selalu mengujiku tepat di hatiku, bagian terapuh dari diriku. Namun kini kutahu jawabnya….
Allah tau dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingatNya, kembali mencintaiNya.
Ujian demi ujian insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga memiliki aku di hatimu.
Calon suamiku….
Entah dimana dirimu sekarang, tapi aku yakin Allahpun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak...
Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu.
Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, maka hanya kesia-siaan dan kekecewaan yang akan kau dapati.
Aku masih haus akan ilmu, namun berbekal ilmu yang ada saat ini aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku…
Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan ibuku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholeha agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat kelak.
Namun nanti setelah menjadi istrimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholeha agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu dan mendampingimu yang shaleh.
Aku ini pencemburu berat, tapi jika Allah dan Rasulullah lebih kau cintai, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan meski mungkin bukan yang kuharapkan.
Calon suamiku yang dirahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas da’wah kita dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus da’wah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah ta’ala…
Bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya. bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik tapi setidaknya bisa menjadi yang terbaik di sisimu kelak.
Calon suamiku...
Inilah sekilas harapan, yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Meskipun “tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata”.
Kelak saat kita tengah bersama maka di situlah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Bersabarlah calon suamiku doaku selalu agar Allah memudahkan jalanmu untuk menjemputku sebagai bidadarimu...
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dari yang ...
-Memmy-
Senin, 30 Juli 2012
Kutulis Ini Untukmu : Bapak, Ibuku...
Dear Readers,
Hari ini insyaAllah Ramadhan di hari ke-10. Hari Senin, hari pertama bekerja setelah menghabiskan akhir pekan di kampung halaman.
Cerita ini kumulai dengan perjalananku pulang hari Jum'at lalu. Hari Jum'at pagi mendadak aku ingin sekali pulang... Setelah beberapa hari Bapak Ibu tak meneleponku (karena biasanya mereka tiap hari rajin menelepon anak-anak dan saudara serta kerabat mereka). Bapak Ibu cukup memahami aktivitasku, sehingga mungkin merasa tidak perlu meneleponku dulu. Pagi, sesampai kantor kutelepon Bapak, kusampaikan bahwa "InsyaAllah nanti sore aku pulang, Pak". Dari intonasi suara yang kudengar, dapat kubayangkan bahwa Bapak senang sekali mendengar kabar ini. Kemudian Bapak pesen untuk dibelikan case HP nya karena case yang kubelikan beberapa waktu yang lalu sudah rusak...
Ga lama kemudian, kutelepon Ibu. Kuberitahu kabar yang sama bawa "InsyaAllah nanti sore aku pulang, buk".
Istirahat kerja (jam 11.00-13.00) kupakai untuk muter-muter beli barang yang mau kubawa pulang, termasuk casing HP pesenan Bapak. Alhamdulillah, komplit sudah yang mau dibawa pulang.
Singkat kata, singkat cerita, jam 17.30 bus Patas Nusantara membawaku dan penumpang lain ke Semarang. Semarang - Rembang aku diantar bus Patas Sinar Mandiri setelah beberapa lama H2c alias Harap-Harap Cemas antara ada dan tiada bus lewat Rembang (macet perbaikan jalan).
Seperti biasa, Bapak Ibu yang selalu setia menjemput putrinya ini di dekat Masjid Agung Lasem. Jam menunjukkan pukul 00.15. Mereka berdua masih setia menunggu kedatanganku hingga Ibu tidur di jok tengah mobil dan Bapak menungguku sambil menunggu pesenan ayam goreng dan tempe goreng untuk menu makan sahur kami di salah satu warung tenda depan Pasar Lasem. Kemudian kami pulang dan sampai rumah kurang lebih jam 00.45, istirahat.
Ohya, sebelum istirahat, aku serahkan casing pesenan Bapak, dan salah satu langsung dipasang Bapak ke HP nya (sepertinya Bapak menyukainya).
Hari Sabtu pagi Bapak Ibu bekerja seperti biasa, dan aku memilih untuk hibernasi aja di rumah. Hehe...
Kenapa aku ingin sekali pulang? Salah satu alasannya yaitu karena ingin bisa tarawih berjama'ah bareng Bapak Ibu, mbah, budhe. Sabtu malem alhamdulillah keinginan itu bisa terpenuhi. Ga lama setelah rutinitas terselesaikan, aku dan Bapak ke rumah bulik, ketemu bulik, ade'-ade' sepupu dan Om. Seneng bisa menikmati suasana itu...
Esok paginya, dengan setia Bapak Ibu mengantarkanku ke Rembang untuk kembali ke Jogja siangnya. Kami bertiga menikmati perjalanan sepanjang rumah - Rembang dengan medan yang cukup curam. Agak horor Bapak menyetir dengan menelepon dan kebiasaan beliau "mengudara" atau radio amatir. Tapi beliau sudah fasih sekali dengan medan disana, jadi lega, penumpang boleh menikmati perjalanan aja. Hehe... Ngobrol, telepon Mas Eko dan saudara serta kerabat lain, mampir ke pasar Lasem (mengantar Ibu beli pisang).
Dengan perhatian seperti ini, aku merasa kedua orangtuaku sangat menyayangiku...
Hingga akhirnya pukul 13.30 travel menjemputku di rumah budhe, yang memaksaku untuk segera meninggalkan Kota Rembang dengan segala isinya.
Sepanjang jalan, beberapa kali Bapak meneleponku, sekedar menanyakan "tekan endi?". Ibu juga meneleponku waktu berbuka puasa, memastikan bahwa aku sudah buka puasa. Senang sekali aku mempunyai orang tua seperti mereka, care sekali kepada anaknya. Memang benar kata peribahasa "kasih sayang orang tua sepanjang jalan (tak berbatas)" sekarang aku mengerti dan merasakan sendiri hal itu, tulusnya kasih sayang dari Bapak Ibu.
Sesampai di Jogja, tak lupa aku ngabarin ke kedua Ibu ku lewat pesan singkat bahwa aku sudah sampai rumah (kurang lebih jam 21.00). SMS yang kukirim ke Ibu bersamaan dengan SMS Ibu kepadaku, Hehe... Kabarku sudah ditunggu-tunggu mungkin.
Setelah bersih-bersih dan beberapa kali membalas pesan singkat dari Ibu, akupun terlelap hingga bangun sahur seperti biasa dan tidur lagi hingga aku dibangunkan oleh dering telepon dengan ring tone khas (beberapa temanku tau dan hafal jika ring tone ini berbunyi "Yang Terbaik Bagimu, Ada Band Feat. Gita Gutawa", berarti ada telepon dari Bapak, Hehe).
Bapak menanyakan semalam aku sampai rumah jam berapa, karena Ibu ternyata belum menyampaikan ke Bapak dan di luar yang kukira dan baru kali ini Bapak ngendikan kalau beliau kurang enak badan. Antara cemas, sedih mendengar hal itu...
Bapak kuminta memastikannya dengan periksa ke dokter. Bapak yang selama ini benar-benar menjadi figur seorang Bapak untuk kami, yang kalem, ramah, tidak banyak bicara, tegas, sederhana, murah senyum, low profile, sabar juga aktif dan energik...
Beruntung sekali aku dilahirkan dan dibesarkan di keluarga ini, dengan penuh kesederhanaan dan sistem didikan yang bisa dibilang "keras" namun "pas".
Salah satu moment bahagia bersama mereka yaitu waktu wisuda sarjanaku didampingi mereka. Semoga mereka berdua masih sehat untuk mendampingi di pernikahanku, Bapak menjadi wali nikahku dan menimang cucu, anak-anakku nanti. Semoga Bapak Ibu selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Aamiin.
Terima kasih Bapak, Terima kasih Ibu... Tak cukup kata, tak cukup apa-apa untuk bisa membalas semua kasih sayangmu.
Dari yang mencintaimu,
-Memmy-
Hari ini insyaAllah Ramadhan di hari ke-10. Hari Senin, hari pertama bekerja setelah menghabiskan akhir pekan di kampung halaman.
Cerita ini kumulai dengan perjalananku pulang hari Jum'at lalu. Hari Jum'at pagi mendadak aku ingin sekali pulang... Setelah beberapa hari Bapak Ibu tak meneleponku (karena biasanya mereka tiap hari rajin menelepon anak-anak dan saudara serta kerabat mereka). Bapak Ibu cukup memahami aktivitasku, sehingga mungkin merasa tidak perlu meneleponku dulu. Pagi, sesampai kantor kutelepon Bapak, kusampaikan bahwa "InsyaAllah nanti sore aku pulang, Pak". Dari intonasi suara yang kudengar, dapat kubayangkan bahwa Bapak senang sekali mendengar kabar ini. Kemudian Bapak pesen untuk dibelikan case HP nya karena case yang kubelikan beberapa waktu yang lalu sudah rusak...
Ga lama kemudian, kutelepon Ibu. Kuberitahu kabar yang sama bawa "InsyaAllah nanti sore aku pulang, buk".
Istirahat kerja (jam 11.00-13.00) kupakai untuk muter-muter beli barang yang mau kubawa pulang, termasuk casing HP pesenan Bapak. Alhamdulillah, komplit sudah yang mau dibawa pulang.
Singkat kata, singkat cerita, jam 17.30 bus Patas Nusantara membawaku dan penumpang lain ke Semarang. Semarang - Rembang aku diantar bus Patas Sinar Mandiri setelah beberapa lama H2c alias Harap-Harap Cemas antara ada dan tiada bus lewat Rembang (macet perbaikan jalan).
Seperti biasa, Bapak Ibu yang selalu setia menjemput putrinya ini di dekat Masjid Agung Lasem. Jam menunjukkan pukul 00.15. Mereka berdua masih setia menunggu kedatanganku hingga Ibu tidur di jok tengah mobil dan Bapak menungguku sambil menunggu pesenan ayam goreng dan tempe goreng untuk menu makan sahur kami di salah satu warung tenda depan Pasar Lasem. Kemudian kami pulang dan sampai rumah kurang lebih jam 00.45, istirahat.
Ohya, sebelum istirahat, aku serahkan casing pesenan Bapak, dan salah satu langsung dipasang Bapak ke HP nya (sepertinya Bapak menyukainya).
Hari Sabtu pagi Bapak Ibu bekerja seperti biasa, dan aku memilih untuk hibernasi aja di rumah. Hehe...
Kenapa aku ingin sekali pulang? Salah satu alasannya yaitu karena ingin bisa tarawih berjama'ah bareng Bapak Ibu, mbah, budhe. Sabtu malem alhamdulillah keinginan itu bisa terpenuhi. Ga lama setelah rutinitas terselesaikan, aku dan Bapak ke rumah bulik, ketemu bulik, ade'-ade' sepupu dan Om. Seneng bisa menikmati suasana itu...
Esok paginya, dengan setia Bapak Ibu mengantarkanku ke Rembang untuk kembali ke Jogja siangnya. Kami bertiga menikmati perjalanan sepanjang rumah - Rembang dengan medan yang cukup curam. Agak horor Bapak menyetir dengan menelepon dan kebiasaan beliau "mengudara" atau radio amatir. Tapi beliau sudah fasih sekali dengan medan disana, jadi lega, penumpang boleh menikmati perjalanan aja. Hehe... Ngobrol, telepon Mas Eko dan saudara serta kerabat lain, mampir ke pasar Lasem (mengantar Ibu beli pisang).
Dengan perhatian seperti ini, aku merasa kedua orangtuaku sangat menyayangiku...
Hingga akhirnya pukul 13.30 travel menjemputku di rumah budhe, yang memaksaku untuk segera meninggalkan Kota Rembang dengan segala isinya.
Sepanjang jalan, beberapa kali Bapak meneleponku, sekedar menanyakan "tekan endi?". Ibu juga meneleponku waktu berbuka puasa, memastikan bahwa aku sudah buka puasa. Senang sekali aku mempunyai orang tua seperti mereka, care sekali kepada anaknya. Memang benar kata peribahasa "kasih sayang orang tua sepanjang jalan (tak berbatas)" sekarang aku mengerti dan merasakan sendiri hal itu, tulusnya kasih sayang dari Bapak Ibu.
Sesampai di Jogja, tak lupa aku ngabarin ke kedua Ibu ku lewat pesan singkat bahwa aku sudah sampai rumah (kurang lebih jam 21.00). SMS yang kukirim ke Ibu bersamaan dengan SMS Ibu kepadaku, Hehe... Kabarku sudah ditunggu-tunggu mungkin.
Setelah bersih-bersih dan beberapa kali membalas pesan singkat dari Ibu, akupun terlelap hingga bangun sahur seperti biasa dan tidur lagi hingga aku dibangunkan oleh dering telepon dengan ring tone khas (beberapa temanku tau dan hafal jika ring tone ini berbunyi "Yang Terbaik Bagimu, Ada Band Feat. Gita Gutawa", berarti ada telepon dari Bapak, Hehe).
Bapak menanyakan semalam aku sampai rumah jam berapa, karena Ibu ternyata belum menyampaikan ke Bapak dan di luar yang kukira dan baru kali ini Bapak ngendikan kalau beliau kurang enak badan. Antara cemas, sedih mendengar hal itu...
Bapak kuminta memastikannya dengan periksa ke dokter. Bapak yang selama ini benar-benar menjadi figur seorang Bapak untuk kami, yang kalem, ramah, tidak banyak bicara, tegas, sederhana, murah senyum, low profile, sabar juga aktif dan energik...
Beruntung sekali aku dilahirkan dan dibesarkan di keluarga ini, dengan penuh kesederhanaan dan sistem didikan yang bisa dibilang "keras" namun "pas".
Salah satu moment bahagia bersama mereka yaitu waktu wisuda sarjanaku didampingi mereka. Semoga mereka berdua masih sehat untuk mendampingi di pernikahanku, Bapak menjadi wali nikahku dan menimang cucu, anak-anakku nanti. Semoga Bapak Ibu selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Aamiin.
Terima kasih Bapak, Terima kasih Ibu... Tak cukup kata, tak cukup apa-apa untuk bisa membalas semua kasih sayangmu.
Dari yang mencintaimu,
-Memmy-
Rabu, 04 Juli 2012
The Other Side of Job - Sailor
Dear readers,
Pernah nonton film kartun Popeye?
Film ini populer di tahun '90-an (waktu saya masih duduk di bangku SD). Film yang bertokohkan tiga pemeran utama yaitu Popeye si pelaut, istrinya bernama Olive dan seorang antagonis (bajak laut) yaitu Brutus.
Disini saya tidak menceritakan kisah kartun Popeye, namun profesi nyata seorang pelaut dari latar belakang pendidikannya, keahliannya dan profesinya.
Pelaut (sailor, seaman) adalah seseorang yang pekerjaannya berlayar di laut. Atau dapat pula berarti seseorang yang mengemudikan kapal atau membantu dalam operasi, perawatan atau pelayanan dari sebuah kapal. Hal ini mencakup seluruh orang yang bekerja di atas kapal. Selain itu sering pula disebut dengan Anak Buah Kapal atau ABK.
Sejarah Pendidikan Pelaut di Indonesia
Pendidikan Akademis Pelaut dan Hirarki di Kapal
Pada tahun 1957, Presiden RI pertama, Soekarno, meresmikan Akademi Pelayaran Indonesia/AIP (sekarang Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sebagai wadah pendidikan pelaut/pelayaran secara akademis. Masa pendidikannya pada awal pertama adalah selama 3 tahun, sama dengan pendidikan Akademi lainnya setingkat dengan sarjana muda pada masa itu. Pendidikan dihabiskan selama 2 tahun di kampus/asrama dan 1 tahun penuh melakukan praktik atau Proyek Laut di kapal-kapal niaga pelayaran samudra.
AIP
Pendidikan di AIP menggunakan gaya semi militer, karena memang taruna-taruna AIP adalah merupakan perwira cadangan angkatan laut. Sejak didirikan sampai kira-kira tahun 1985, hampir semua lulusan AIP terkena wajib militer dan bertugas di kapal-kapal perang RI dengan pangkat perwira muda Letda Angkatan Laut. Begitu juga pada awalnya semua taruna AIP mendapat ikatan dinas untuk menutupi kurangnya perwira laut pelayaran niaga Indonesia, yang dahulu sebagian besar masih di nakhodai oleh perwira laut Belanda. Pendidikan pelayaran di AIP banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan Akademi Pelayaran Belanda maupun Kingspoint Academy Amerika Serikat, karena memang hampir tiap tahunnya sebagian Taruna pilihan serta para pendidik di kirim ke luar negeri untuk tugas belajar.
BPLP di Semarang dan Makassar
Hingga dekade 70-80an menyusul berdirinya beberapa Pendidikan Pelayaran Negeri di Semarang dan Makassar dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran sebagai Crash Program memenuhi kebutuhan perwira pelayaran niaga di Indonesia. Sekarang kedua lembaga pendidikan tersebut diberi nama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP Semarang)dan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar (PIP Makassar), yang memiliki kurikulum dan standar yang sama dengan STIP Jakarta. Penerimaan mahasiswa atau dikenal Taruna dilakukan satu pintu melalui Badan Diklat Perhubungan Departeman Perhubungan. Lulusan mendapatkan ijazah formal Diploma IV dengan gelar S.ST dan memiliki ijazah profesi ANT / ATT III.Masa kejayaan pelaut Indonesia mulai sirna sejak musibah besar nasional terjadi pada tahun 1980 dengan tenggelamnya kapal KMP Tampomas II. Menyusul pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan Scrapping/Pembesi tua-an kapal-kapal yang berumur lebih dari 20 tahun, dampaknya perusahaan pelayaran nasional banyak yang gulung tikar dan tidak tertampungnya lulusan pelaut di tiga pendidikan akademi disamping Akademi dan sekolah pelayaran swasta yang lainnya.
STIP
Pada akhirnya dunia pelayaran di Indonesia mengakhiri masa krisisnya pada awal-awal tahun 90-an hingga sekarang. Sejak tahun 1998-2009, Indonesia sudah mempunyai Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran setara sarjana dengan beban studi 160 sks dengan gelar S.ST (Sarjana Sain Terapan). Jadi lulusan STIP boleh melanjutkan program S2 dan seterusnya disamping ijazah keahlian lainnya yang kalau dijumlahkan kurang lebih ada 10 sertifikat berstandard internasional dan menjadi sekolah pelayaran lisensi International Maritime Organization untuk Indonesia karena memang sekarang seluruh Taruna di STIP wajib menggunakan bahasa inggris.
Anak Buah Kapal
Anak Buah Kapal (ABK) atau Awak Kapal terdiri dari beberapa bagian. Masing masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri dan tanggung jawab utama terletak di tangan Kapten kapal selaku pimpinan pelayaran.
Hierarki Awak Kapal
Terbagi menjadi Departemen Dek dan Departemen Mesin, selain terbagi menjadi perwira/Officer dan bawahan/Rating.
Perwira Departemen Dek
1. Kapten/Teks tebalNakhoda/Master adalah pimpinan dan penanggung jawab pelayaran;
2. Mualim I/Chief Officer/Chief Mate bertugas pengatur muatan, persediaan air tawar dan sebagai pengatur arah navigasi;
3. Mualim 2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta pelayaran yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi;
4. Mualim 3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur, memeriksa, memelihara semua alat alat keselamatan kapal dan juga bertugas sebagai pengatur arah navigasi;
5. Markonis/Radio Officer/Spark bertugas sebagai operator radio/komunikasi serta bertanggung jawab menjaga keselamatan kapal dari marabahaya baik itu yg di timbulkan dari alam seperti badai, ada kapal tenggelam, dll.
Perwira Departemen Mesin
1. KKM (Kepala Kamar Mesin)/Chief Engineer, pimpinan dan penanggung jawab atas semua mesin yang ada di kapal baik itu mesin induk, mesin bantu, mesin pompa, mesin crane, mesin sekoci, mesin kemudi, mesin freezer, dll.;
2. Masinis 1/First Engineer bertanggung jawab atas mesin induk;
3. Masinis 2/Second Engineer bertanggung jawab atas semua mesin bantu;
4. Masinis 3/Third Enginer bertanggung jawab atas semua mesin pompa;
5. Juru Listrik/Electrician bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan tenaga listrik dan seluruh tenaga cadangan;
6. Juru minyak/Oiler pembantu para Masinis/Engineer.
Ratings atau Bawahan
1. Bagian Dek:
a. Boatswain atau Bosun atau Serang (Kepala kerja bawahan)
b. Able Bodied Seaman (AB) atau Jurumudi
c. Ordinary Seaman (OS) atau Kelasi atau Sailor
d. Pumpman atau Juru Pompa, khusus kapal-kapal tanker (kapal pengangkut cairan)
2. Bagian Mesin:
a. Mandor (Kepala Kerja Oiler dan Wiper)
b. Fitter atau Juru Las
c. Oiler atau Juru Minyak
d. Wiper
3. Bagian Permakanan:
a. Juru masak/ cook bertanggung jawab atas segala makanan, baik itu memasak, pengaturan menu makanan, dan persediaan makanan.
b. Mess boy / pembantu bertugas membantu Juru masak
Sertifikat Pelayaran
Saat ini untuk menjadi pelaut, seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari tingkat SLTA sampai ke perguruan tinggi. Yang mana dengan Tingkatan sebagai berikut:
Lulusan SLTP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setarap SLTA) dengan Sistem Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SLTA dan ANT IV.
Ijazah Pelaut
Ijazah bagi pelaut (perwira) di Indonesia terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.
Ijazah Dek
Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:
1. Ahli Nautika Tingkat I (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat menjabat Nakhoda kapal dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
2. Ahli Nautika Tingkat II (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II), dapat menjabat:
Mualim I/Chief Officer tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
Nakhoda/Master pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
Nakhoda/Master kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman sebagai Mualim I selama 2 tahun
3. Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar III (PB III), dapat menjabat: Mualim I/Chief Officer max 3000 DWT
4. Ahli Nautika Tingkat IV (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler (MPI): Perwira kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Nautika Tingkat V (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas (MPT): Perwira kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT D)
Ijazah Mesin
Ijazah Mesin dari yang tertinggi adalah:
1. Ahli Teknik Tingkat I (ATT I) ; dulu Ahli Mesin Kapal C (AMK C): Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer kapal tak terbatas
2. Ahli Teknik Tingkat II (ATT II) ; dulu Ahli Mesin Kapal B (AMK B), dapat menjabat:Masinis I/Second Engineer kapal tak terbatasKepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatasKepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin tak terbatas, pelayaran daerah pantai
3. Ahli Teknik Tingkat III (ATT III) ; dulu Ahli mesin Kapal A (AMK A), dapat menjabat:
Perwira Jaga (tak terbatas)Masinis I/Second Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW daerah pantai harus pengalaman 2 tahun sebagai Masinis I
4. Ahli Teknik Tingkat IV (ATT IV) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Intersuler (AMKPI): Masinis kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Teknik Tingkat V (ATT V) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Terbatas (AMKPT): Masinis Kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Teknik Tingkat Dasar (ATT D)
Sertifikat Ketrampilan
Sertifikat ketrampilan ini merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh para pelaut di samping sertifikat formal di atas. Diantaranya adalah:
1. Basic Safety Training (BST)/Pelatihan Keselamatan Dasar
2. Advanced Fire Fighting (AFF)
3. Survival Craft & Rescue Boats (SCRB)
4. Medical First Aid (MFA)
5. Medical Care (MC)
6. Tanker Familiarization (TF)
7. Oil Tanker Training (OT)
8. Chemical Tanker Training (CTT
9. Liquified Gas Tanker Training (LGT)
10. Radar Simulator (RS)
11. ARPA Simulator (AS)
12. Operator Radio Umum (ORU) / GMDSS
Dengan resiko pekerjaannya yang besar, survive di tengah luasnya lautan, menghadapi ombak, badai dan bencana laut lain, jauh dari keluarga serta orang-orang terdekatnya, fasilitas minimalis (signal telepon maupun internet tidak ada) yang tidak memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan keluarganya, dan sebagainya mudah-mudahan kekuatan dan kelurusan budi tetap terjaga pada diri mereka.
Sumber : Wikipedia
-Memmy-
Pernah nonton film kartun Popeye?
Film ini populer di tahun '90-an (waktu saya masih duduk di bangku SD). Film yang bertokohkan tiga pemeran utama yaitu Popeye si pelaut, istrinya bernama Olive dan seorang antagonis (bajak laut) yaitu Brutus.
Disini saya tidak menceritakan kisah kartun Popeye, namun profesi nyata seorang pelaut dari latar belakang pendidikannya, keahliannya dan profesinya.
Pelaut (sailor, seaman) adalah seseorang yang pekerjaannya berlayar di laut. Atau dapat pula berarti seseorang yang mengemudikan kapal atau membantu dalam operasi, perawatan atau pelayanan dari sebuah kapal. Hal ini mencakup seluruh orang yang bekerja di atas kapal. Selain itu sering pula disebut dengan Anak Buah Kapal atau ABK.
Sejarah Pendidikan Pelaut di Indonesia
Pendidikan Akademis Pelaut dan Hirarki di Kapal
Pada tahun 1957, Presiden RI pertama, Soekarno, meresmikan Akademi Pelayaran Indonesia/AIP (sekarang Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sebagai wadah pendidikan pelaut/pelayaran secara akademis. Masa pendidikannya pada awal pertama adalah selama 3 tahun, sama dengan pendidikan Akademi lainnya setingkat dengan sarjana muda pada masa itu. Pendidikan dihabiskan selama 2 tahun di kampus/asrama dan 1 tahun penuh melakukan praktik atau Proyek Laut di kapal-kapal niaga pelayaran samudra.
AIP
Pendidikan di AIP menggunakan gaya semi militer, karena memang taruna-taruna AIP adalah merupakan perwira cadangan angkatan laut. Sejak didirikan sampai kira-kira tahun 1985, hampir semua lulusan AIP terkena wajib militer dan bertugas di kapal-kapal perang RI dengan pangkat perwira muda Letda Angkatan Laut. Begitu juga pada awalnya semua taruna AIP mendapat ikatan dinas untuk menutupi kurangnya perwira laut pelayaran niaga Indonesia, yang dahulu sebagian besar masih di nakhodai oleh perwira laut Belanda. Pendidikan pelayaran di AIP banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan Akademi Pelayaran Belanda maupun Kingspoint Academy Amerika Serikat, karena memang hampir tiap tahunnya sebagian Taruna pilihan serta para pendidik di kirim ke luar negeri untuk tugas belajar.
BPLP di Semarang dan Makassar
Hingga dekade 70-80an menyusul berdirinya beberapa Pendidikan Pelayaran Negeri di Semarang dan Makassar dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran sebagai Crash Program memenuhi kebutuhan perwira pelayaran niaga di Indonesia. Sekarang kedua lembaga pendidikan tersebut diberi nama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP Semarang)dan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar (PIP Makassar), yang memiliki kurikulum dan standar yang sama dengan STIP Jakarta. Penerimaan mahasiswa atau dikenal Taruna dilakukan satu pintu melalui Badan Diklat Perhubungan Departeman Perhubungan. Lulusan mendapatkan ijazah formal Diploma IV dengan gelar S.ST dan memiliki ijazah profesi ANT / ATT III.Masa kejayaan pelaut Indonesia mulai sirna sejak musibah besar nasional terjadi pada tahun 1980 dengan tenggelamnya kapal KMP Tampomas II. Menyusul pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan Scrapping/Pembesi tua-an kapal-kapal yang berumur lebih dari 20 tahun, dampaknya perusahaan pelayaran nasional banyak yang gulung tikar dan tidak tertampungnya lulusan pelaut di tiga pendidikan akademi disamping Akademi dan sekolah pelayaran swasta yang lainnya.
STIP
Pada akhirnya dunia pelayaran di Indonesia mengakhiri masa krisisnya pada awal-awal tahun 90-an hingga sekarang. Sejak tahun 1998-2009, Indonesia sudah mempunyai Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran setara sarjana dengan beban studi 160 sks dengan gelar S.ST (Sarjana Sain Terapan). Jadi lulusan STIP boleh melanjutkan program S2 dan seterusnya disamping ijazah keahlian lainnya yang kalau dijumlahkan kurang lebih ada 10 sertifikat berstandard internasional dan menjadi sekolah pelayaran lisensi International Maritime Organization untuk Indonesia karena memang sekarang seluruh Taruna di STIP wajib menggunakan bahasa inggris.
Anak Buah Kapal
Anak Buah Kapal (ABK) atau Awak Kapal terdiri dari beberapa bagian. Masing masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri dan tanggung jawab utama terletak di tangan Kapten kapal selaku pimpinan pelayaran.
Hierarki Awak Kapal
Terbagi menjadi Departemen Dek dan Departemen Mesin, selain terbagi menjadi perwira/Officer dan bawahan/Rating.
Perwira Departemen Dek
1. Kapten/Teks tebalNakhoda/Master adalah pimpinan dan penanggung jawab pelayaran;
2. Mualim I/Chief Officer/Chief Mate bertugas pengatur muatan, persediaan air tawar dan sebagai pengatur arah navigasi;
3. Mualim 2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta pelayaran yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi;
4. Mualim 3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur, memeriksa, memelihara semua alat alat keselamatan kapal dan juga bertugas sebagai pengatur arah navigasi;
5. Markonis/Radio Officer/Spark bertugas sebagai operator radio/komunikasi serta bertanggung jawab menjaga keselamatan kapal dari marabahaya baik itu yg di timbulkan dari alam seperti badai, ada kapal tenggelam, dll.
Perwira Departemen Mesin
1. KKM (Kepala Kamar Mesin)/Chief Engineer, pimpinan dan penanggung jawab atas semua mesin yang ada di kapal baik itu mesin induk, mesin bantu, mesin pompa, mesin crane, mesin sekoci, mesin kemudi, mesin freezer, dll.;
2. Masinis 1/First Engineer bertanggung jawab atas mesin induk;
3. Masinis 2/Second Engineer bertanggung jawab atas semua mesin bantu;
4. Masinis 3/Third Enginer bertanggung jawab atas semua mesin pompa;
5. Juru Listrik/Electrician bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan tenaga listrik dan seluruh tenaga cadangan;
6. Juru minyak/Oiler pembantu para Masinis/Engineer.
Ratings atau Bawahan
1. Bagian Dek:
a. Boatswain atau Bosun atau Serang (Kepala kerja bawahan)
b. Able Bodied Seaman (AB) atau Jurumudi
c. Ordinary Seaman (OS) atau Kelasi atau Sailor
d. Pumpman atau Juru Pompa, khusus kapal-kapal tanker (kapal pengangkut cairan)
2. Bagian Mesin:
a. Mandor (Kepala Kerja Oiler dan Wiper)
b. Fitter atau Juru Las
c. Oiler atau Juru Minyak
d. Wiper
3. Bagian Permakanan:
a. Juru masak/ cook bertanggung jawab atas segala makanan, baik itu memasak, pengaturan menu makanan, dan persediaan makanan.
b. Mess boy / pembantu bertugas membantu Juru masak
Sertifikat Pelayaran
Saat ini untuk menjadi pelaut, seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari tingkat SLTA sampai ke perguruan tinggi. Yang mana dengan Tingkatan sebagai berikut:
Lulusan SLTP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setarap SLTA) dengan Sistem Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SLTA dan ANT IV.
Ijazah Pelaut
Ijazah bagi pelaut (perwira) di Indonesia terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.
Ijazah Dek
Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:
1. Ahli Nautika Tingkat I (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat menjabat Nakhoda kapal dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
2. Ahli Nautika Tingkat II (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II), dapat menjabat:
Mualim I/Chief Officer tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
Nakhoda/Master pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
Nakhoda/Master kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman sebagai Mualim I selama 2 tahun
3. Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar III (PB III), dapat menjabat: Mualim I/Chief Officer max 3000 DWT
4. Ahli Nautika Tingkat IV (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler (MPI): Perwira kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Nautika Tingkat V (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas (MPT): Perwira kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT D)
Ijazah Mesin
Ijazah Mesin dari yang tertinggi adalah:
1. Ahli Teknik Tingkat I (ATT I) ; dulu Ahli Mesin Kapal C (AMK C): Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer kapal tak terbatas
2. Ahli Teknik Tingkat II (ATT II) ; dulu Ahli Mesin Kapal B (AMK B), dapat menjabat:Masinis I/Second Engineer kapal tak terbatasKepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatasKepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin tak terbatas, pelayaran daerah pantai
3. Ahli Teknik Tingkat III (ATT III) ; dulu Ahli mesin Kapal A (AMK A), dapat menjabat:
Perwira Jaga (tak terbatas)Masinis I/Second Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW daerah pantai harus pengalaman 2 tahun sebagai Masinis I
4. Ahli Teknik Tingkat IV (ATT IV) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Intersuler (AMKPI): Masinis kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Teknik Tingkat V (ATT V) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Terbatas (AMKPT): Masinis Kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Teknik Tingkat Dasar (ATT D)
Sertifikat Ketrampilan
Sertifikat ketrampilan ini merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh para pelaut di samping sertifikat formal di atas. Diantaranya adalah:
1. Basic Safety Training (BST)/Pelatihan Keselamatan Dasar
2. Advanced Fire Fighting (AFF)
3. Survival Craft & Rescue Boats (SCRB)
4. Medical First Aid (MFA)
5. Medical Care (MC)
6. Tanker Familiarization (TF)
7. Oil Tanker Training (OT)
8. Chemical Tanker Training (CTT
9. Liquified Gas Tanker Training (LGT)
10. Radar Simulator (RS)
11. ARPA Simulator (AS)
12. Operator Radio Umum (ORU) / GMDSS
Dengan resiko pekerjaannya yang besar, survive di tengah luasnya lautan, menghadapi ombak, badai dan bencana laut lain, jauh dari keluarga serta orang-orang terdekatnya, fasilitas minimalis (signal telepon maupun internet tidak ada) yang tidak memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan keluarganya, dan sebagainya mudah-mudahan kekuatan dan kelurusan budi tetap terjaga pada diri mereka.
Sumber : Wikipedia
-Memmy-
Nisfu Sya'ban
Nisfu Sya’ban adalah hari peringatan Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban. Dalam kalangan Islam, Nisfu Sya’ban diperingati menjelang bulan Ramadhan. Pada malam ini biasanya diisi dengan pembacaan Surat Yaasiin tiga kali berjamaah dengan niat semoga diberi umur panjang, diberi rizki yang banyak dan barokah, serta ditetapkan imannya.
Peringatan Nisfu Sya’ban tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Al-Azhar sebagai yayasan pendidikan tertua di Mesir bahkan di seluruh dunia selalu memperingati malam yang sangat mulia ini. Hal ini karena diyakini pada malam tersebut Allah akan memberikan keputusan tentang nasib seseorang selama setahun ke depan. Keutamaan malam nisfu Sya’ban diterangkan secara jelas dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.
Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafa'at (pertolongan). Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambaNya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.
Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang shaleh.
HADIST KEUTAMAAN NISFU SYA’BAN
Tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban ini, dimana kita dianjurkan untuk melakukan ibadah terutama untuk memohon ampun, memohon rezeki dan umur yang bermanfaat, terdapat beberapa hadis yang menurut sebagian ulama sahih. Diantaranya:
Hadist Pertama
Diriwayatkan dari Siti A’isyah ra berkata, :“Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki” (H.R. Baihaqi) .
Hadist Kedua
Diriwayatkan dari Siti Aisyah ra bercerita bahwa pada suatu malam ia kehilangan Rasulullah SAW. Ia lalu mencari dan akhirnya menemukan beliau di Baqi’ sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadist Ketiga
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah pada malam nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)
Hadist Keempat
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika malam nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).
Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban yang Insya Allah akan jatuh pada Rabu tanggal 4 Juli 2012 (hari ini) mulai terbenamnya matahari hingga terbit fajar . Marilah kita isi malam yang mulia ini dengan memperbanyak amalan untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan, berdzikir sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT
KESIMPULAN
Dari paparan di atas, kita sebagai umat Islam semestinya tidak melupakan begitu saja, bahwa bulan sya’ban adalah bulan yang mulia. Sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan. Dari sini, umat Islam dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan mempertebal keimanan dan memanjatkan do'a dengan penuh kekhusyukan.
Meski masih terdapat perbedaan pendapat tentang malam nisfu sya’ban ini, namun demikian marilah mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan memperbanyak ibadah, shalat sunnah, memperbanyak bacaan zikir, memperbanyak bacaan shalawat, membaca al-Qur’an, bersedekah, berdo’a dan mengerjakan amal-amal shalih lainnya.
Sucikan hati untuk menyambut datangnya Ramadhan, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan semoga kita mendapatkan ridho-Nya. Aamiin.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Referensi : Dari beberapa sumber
-Memmy-
Langganan:
Postingan (Atom)












