Moment 1
A : "Daerah asalmu mana?"
B : "Rembang"
A : "Mana? Lembang? Bandung ya?"
B : "Rembang,,, Jawa Tengah. Semarang ke timur, Pati ke timur..."
A : "Oooo..." (ekspresinya masih ngga ngerti)
Moment 2
A : "Kamu asli mana?"
B : "Rembang"
A : "Rembang itu mana ya? Ada di Peta ngga?"
B : "Tergantung peta mana, kalau di Peta RBI Sleman skala 1 : 250.000 ya pasti ga ada..." =,=
Tik tuk tik tuk... Selalu pertanyaan-pertanyaan dan jawaban yang sejenis muncul tiap saya bertemu dengan teman baru. Tapi dengan senang hati saya mencoba menjelaskan hometown tercinta saya ini, alright... Rembang!
Di bawah ini adalah penjelasan cukup detail tentang Kabupaten Rembang... Pepatah bilang "Tak kenal maka tak sayang". karena itu, yuk kenalan sama kotaku... ;-)
Lambang dan Artinya
Bentuk Perisai, artinya ketahanan terhadap rongrongan dan serangan musuh
Padi dan Kapas, menggambarkan kesuburan daerah, jumlah bulir padi 17 dan kapas mencerminkan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia
Gunungan Garam berwarna Putih, menggambarkan ciri khas produk daerah
BungaMelati, melambangkan wanita Indonesia dan ibu RA Kartini
Bintang Berwarna Kuning bersudut Lima, melambangkan ketaatan beragama dan keagungan Tuhan
Langit berwarna Biru, menggambarkan ketenangan, kedamaian dan kerukunan seluruh masyarakat
Pepohonan berwana Hijau, melambangkan adanya wilayah hutan jati
KapalLayar, melambangkan jiwa bahari sebagian masyarakat Rembang sebagai warisan leluhur
Sangkar berbentuk Lingkaran Putih, menunjukkan teriknya matahari dan indahnya bulan purnama yang menunjukan betapa tabah dan beraninya nelayan – nelayan dengan tanpa kenal bahaya berjuang siang dan malam mengarungi samudra.
Laut berwarna Hitam Pekat, melambangkan jiwa yang terang
Dua Garis Putih membelah Laut, mencerminkan dahsyatnya gelombang laut tiada putus – putusnya.
Sejarah
Sekitar tahun Saka 1336, datanglah orang Campa Banjarmlati sebanyak delapan orang yang pandai membuat gula tebu. Orang-orang Campa itu pindah dari negerinya berangkat melalui lautan menuju ke barat hingga mendarat di sekitar sungai yang kiri-kanannya ditumbuhi pohon bakau. Mereka dipimpin oleh kakek Pow Ie Din.Ketika mendarat, mereka melakukan doa dan semedi. Kemudian mereka mulai menebang pohon bakau dan diteruskan oleh yang lain. Selanjutnya tanah yang telah terbuka itu dijadikan lahan pategalan, pekarangan, perumahan, dan perkampungan. Kampung tersebut dinamakan KABONGAN berasal dari kata bakau menjadi Ka-Bonga-an. Pada suatu hari, saat fajar menyingsing pada bulan Waisaka, orang-orang akan memulai "ngrembang" (mbabat; memangkas) tebu. Sebelum ngrembang dimulai, terlebih dahulu diadakan upacara suci sembahyang dan semedi di tempat tebu serumpun yang akan dipangkas. Upacara pemangkasan tebu ini dinamakan "Ngrembang Sakawit". Dari kata ngrembang inilah kemudian menjadi kata REMBANG sebagainama Kota Rembang saat ini. Menurut shahibul hikayat, upacara "ngrembang sakawit" dilaksanakan pada hari Rabu Legi, saat dinyanyikan kidung, Minggu Kasadha, Bulan Waisaka, Tahun Saka 1337 dengan candra sengkala: Sabda Tiga Wedha Isyara.
Pada mulanya asal nama Kabupaten Rembang sebagai kota atau wilayah masih belum dapat dibuktikan dengan tepat, hal ini disebabkan karena sumber - sumber atau bukti - bukti tertulis yang menceritakan tentang Rembang atau aktifitas kotanya belum ditemukan. Salah satu sumber yang berasal dari penuturan cerita secara turun menurun dan ditulis oleh Mbah Guru disebut bahwa nama Rembang berasal dari Ngrembang yang berarti membabat tebu . Dari kata Ngrembang inilah dijadikan nama kota Rembang hingga saat ini. Munculnya Pemerintahan Kabupaten Rembang pada masa Kolonial Belanda berkaitan erat sebagai akibat dari perang Pacinan. Terjadinya perang Pacinan pada waktu itu akibat dari peraturan dan tindakan sewenang - wenang dari orang Belanda (VOC) di Batavia pada tahun 1741 yang kemudian meluas hampir ke seluruh Jawa termasuk Jawa Tengah. Pada tahun 1741 pertempuran meletus di Rembang di bawah pimpinan Pajang. Pada waktu itu kota Rembang dikepung selama satu bulan dan Garnisun kompeni yang ada di kota Rembang tidak mampu menghadapi pemberontak. Rakyat Rembang dibawah pemerintahan Anggajaya dengan semboyan perang suci dengan perlawanan luar biasa akhirnya dapat menghancurkan Garnisun Kompeni. Sehingga pada tanggal 27 Juli 1741 ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Rembang. Dengan Suryo Sengkala "SUDIRO AKARYO KASWARENG JAGAD" yang artinya : Keberanian Membuat Termasyur di Dunia.
Note : Asal-usul kota Rembang ada beberapa versi, sehingga bisa diperoleh asal-usul Kota Rembang dalam versi yang lain.
Letak, Batas dan Administratif Wilayah
Rembang berada di jalur pantura timur Jawa Tengah, berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur, sehingga menjadi gerbang sebelah timur Provinsi Jawa Tengah di sebelah timur. Daerah perbatasan dengan Jawa Timur (seperti di Kecamatan Sarang, memiliki kode telepon yang sama dengan Tuban (Jawa Timur).
Bagian selatan wilayah Kabupaten Rembang merupakan daerah perbukitan, bagian dari Pegunungan Kapur Utara, dengan puncaknya Gunung Butak (679 meter).Sebagian wilayah utara, terdapat perbukitan dengan puncaknya Gunung Lasem (806 m dpal).Kawasan tersebut kini dilindungi dalam Cagar Alam Gunung Celering.
Kabupaten Rembang terletak di ujung timur laut Propinsi Jawa Tengah dan dilalui jalan Pantai Utara Jawa (Jalur Pantura). Secara astronomis berada pada garis koordinat 111 o 00′ – 111 o 30′ Bujur Timur dan 6 o 30′ – 7 o ,6′ Lintang Selatan. Laut Jawa terletak disebelah utaranya. Secara umum kondisi tanahnya berdataran rendah dengan ketinggian wilayah maksimum kurang lebih 70 meter dpal.
Batas Wilayah Kabupaten Rembang:
• Sebelah utara : Laut Jawa.
• Sebelah timur : Kabupaten Tuban (Jawa Timur).
• Sebelah selatan : Kabupaten Blora.
• Sebelah barat : Kabupaten Pati.
Secara administratif Kabupaten Rembang memiliki 14 kecamatan, 284 desa, 7 kelurahan serta memiliki luas wilayah meliputi 101.408 ha. Nama, luas wilayah (dalam Ha) dan jumlah desa atau kelurahan untuk masing-masing kecamatan adalah sebagao berikut :
No. Nama Kecamatan Luas Wilayah (ha) Jumlah Desa / Kelurahan
1. Kecamatan Sumber
Luas wilayah : 7.673 Ha
Jumlah Desa : 18
2. Kecamatan Bulu
Luas Wilayah : 10.240 Ha
Jumlah Desa : 16
3. Kecamatan Gunem
Luas Wilayah : 8.020 Ha
Jumlah Desa : 13
4. Kecamatan Sale
Luas Wilayah 10.712 Ha
Jumlah Desa : 15
5. Kecamatan Sarang
Luas Wilayah : 9.133 Ha
Jumlah Desa/ Kelurahan : 23
6. Kecamatan Sedan
Luas Wilayah : 7.946 Ha
Jumlah Desa : 21
7. Kecamatan Pamotan
Luas Wilayah : 8.156 Ha
Jumlah Desa : 23
8. Kecamatan Sulang
Luas Wilayah : 8.525 Ha
Jumlah Desa : 21
9. Kecamatan Kaliori
Luas Wilayah : 6.150 Ha
Jumlah Desa : 23
10. Kecamatan Rembang
Luas Wilayah : 5.881 Ha
Jumlah Desa : 27
Jumlah Kelurahan : 7
11. Kecamatan Pancur
Luas Wilayah : 4.864 Ha
Jumlah Desa : 23
12. Kecamatan Kragan
Luas Wilayah : 6.166 Ha
Jumlah Desa : 27
13. Kecamatan Sluke
Luas Wilayah : 3.759 Ha
Jumlah Desa : 14
14. Kecamatan Lasem
Luas Wilayah : 4.504 Ha
Jumlah Desa : 20
Total luas rilayah Kabupaten Rembang adalah 101.747 Ha dengan total desa berjumlah 284 desa dan kelurahan berjumlah 7 kelurahan.
Sumber: Rembang dalam Angka, 2004
Kampung kelahiran saya adalah di Desa Sambong, Kecamatan Sedan. Kurang lebih 30km dari pusat Kota Rembang dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Dibawah gunung dan ndusun, Hehehe...
Kondisi Geografis
Secara administrasi Kabupaten Rembang terbagi dalam 14 kecamatan, 287 desa dan 7 kelurahan dengan luas wilayah secara keseluruhan 101.408,283 Ha. Kabupaten Rembang merupakan wilayah yang terletak di pantai utara pulau Jawa, merupakan daerah pinggiran (pheripheral) wilayah Jawa Tengah, dimana terdapat 6 kecamatan yang berada di pinggiran pantai, 6 kecamatan tersebut adalah kecamatanKaliori, Rembang, Lasem, Sluke, Kragan dan Sarang. Panjang pantai pada 6 wilayah kecamatan ini adalah 60 Km. Pegunungan di kabupaten Rembang termasuk dalam deretan pegunungan Kendeng Utara yang potensial untuk pembuatan kapur / gamping. Puncak gunung tertinggi adalah Gunung Lasem (806 m dpal) dan Watu Putih (495 m dpal).
Cuaca dan Iklim
Daerah Kabupaten Rembang terletak antara ketinggian 0 M sampai 806 M dpal, dengan kondisi cuaca berkisar antara 23 o – 35 o C, dengan curah hujan rata-rata pertahun ± 1.044 cm3/tahun.
Kota Rembang memiliki banyak potensi dan sumber daya dari sektor alam juga kekayaan baharinya. Kota Rembang memiliki adat budaya maupun ciri khas tersendiri. Di lain kesempatan, akan saya posting hal tersebut. Rembang adalah sebuah kota kecil di tepi pantai utara (Pantura) Jawa yang bagiku... ngangenin (iyalaah... kota kelahiran gitu... :D ) Kemanapun kaki ini melangkah, kembalinya ke Rembang juga. That's a reason why i call Rembang is my hometown...
Website Kabupaten Rembang : http://www.rembangkab.go.id/
-Memmy-
Selasa, 24 April 2012
Sabtu, 14 April 2012
Adam dan Hawa
Ketahuilah Adam, fitrahku kaum Hawa adalah daya tarik terkuat untukmu di dunia ini.
Aku Hawa mampu menjadi senjata iblis untuk membujukmu memakan huldi yang terlarang.
Namun di tanganmu yang bijak,
Aku Hawa mampu menjadi pondasi yang kokohkan imanmu bagai Khadijah terhadap Muhammad.
Adam, jangan pernah segan menegurku bila aku salah di matamu,
Karena sungguh,
Allah membentuk hatiku dari daging yang paling lembut agar ku mudah tersentuh dengan segala nasihat.
Mataku begitu mudah menangis dengan sentuhan sedikit saja.
Namun ingatlah Adam,
Aku Hawa dari tulang rusukmu yang paling bengkok,
Maka fitrahku memang untuk bengkok,
Maka jangan memaksa untuk meluruskanku,
Karena kau akan menemukanku patah,
Sekali ku patah tak akan mampu kau sambung lagi.
Namun, jangan pula membiarkanku terus dalam bengkok,
Tapi cobalah meluruskanku dengan hikmah, dengan bijaksana..
Maka kaupun akan menemukanku lurus bahkan mampu mengokohkanmu..
Banyak pria yang menginginkan pasangan atau calon pasangannya sudah "lurus". Fitrah kami, wanita, adalah dari tulang rusuk kalian, yang paling bengkok... Maka disinilah peran dan ibadah kalian untuk membimbing kami dengan bijak sehingga menjadi lurus. Tegurlah aku dengan bijak jika aku salah, Ajarkan aku bagaimana seharusnya. Di tanganmu yang bijak, tulang rusukmu ini dapat lurus bahkan mampu mengokohkanmu...
-Memmy-
Aku Hawa mampu menjadi senjata iblis untuk membujukmu memakan huldi yang terlarang.
Namun di tanganmu yang bijak,
Aku Hawa mampu menjadi pondasi yang kokohkan imanmu bagai Khadijah terhadap Muhammad.
Adam, jangan pernah segan menegurku bila aku salah di matamu,
Karena sungguh,
Allah membentuk hatiku dari daging yang paling lembut agar ku mudah tersentuh dengan segala nasihat.
Mataku begitu mudah menangis dengan sentuhan sedikit saja.
Namun ingatlah Adam,
Aku Hawa dari tulang rusukmu yang paling bengkok,
Maka fitrahku memang untuk bengkok,
Maka jangan memaksa untuk meluruskanku,
Karena kau akan menemukanku patah,
Sekali ku patah tak akan mampu kau sambung lagi.
Namun, jangan pula membiarkanku terus dalam bengkok,
Tapi cobalah meluruskanku dengan hikmah, dengan bijaksana..
Maka kaupun akan menemukanku lurus bahkan mampu mengokohkanmu..
Banyak pria yang menginginkan pasangan atau calon pasangannya sudah "lurus". Fitrah kami, wanita, adalah dari tulang rusuk kalian, yang paling bengkok... Maka disinilah peran dan ibadah kalian untuk membimbing kami dengan bijak sehingga menjadi lurus. Tegurlah aku dengan bijak jika aku salah, Ajarkan aku bagaimana seharusnya. Di tanganmu yang bijak, tulang rusukmu ini dapat lurus bahkan mampu mengokohkanmu...
-Memmy-
Rabu, 11 April 2012
Terima Kasihku Untuk Kalian
Disini, aku ingin menyampaikan terima kasihku untuk kalian.
Untuk semua pelajaran yang telah kudapatkan hingga detik ini...
Manis, pahit, suka, duka, asa, kecewa, tawa, tangis, dan semua rasa dan peristiwa yang pernah kulewati, yang membentuk kepribadian dan karakterku seperti sekarang ini.
Terima kasih untuk...
Ibu, disebabkan oleh beliau aku lahir di dunia ini;
Bapak, disebabkan oleh beliau aku tumbuh menjadi putrinya yang selalu berusaha kuat;
Mas Eko, disebabkan olehnya aku mengerti keteladanan;
Sahabat-sahabatku, disebabkan oleh kalian aku mengerti hangatnya persahabatan;
Seseorang, disebabkan oleh engkau aku mengerti kesetiaan;
Seseorang, disebabkan oleh engkau aku mengerti konsisten;
Seseorang, disebabkan oleh engkau aku mengerti ketulusan;
Seseorang, disebabkan oleh engkau aku mengerti kesabaran.
Sungguh benar bahwa guru yang terbaik adalah pengalaman. Belajarlah dari pengalaman. Entah pengalaman menyenangkan atau kurang menyenangkan. Jika mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan, jadikan sebagai pelajaran untuk tidak jatuh di tempat yang sama dan lebih baik lagi di masa yang akan datang...
Jika mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, teruslah tumbuh lebih baik dari apa yang kita dapatkan hari ini.
Sangatlah merugi apabila semakin terpuruk ketika menghadapi kekecewaan apalagi terjatuh di tempat yang sama. Segeralah bangkit dan bangun kehidupan baru dengan asa yang lebih baik...
Hari ini harus lebih baik dari kemarin, bangunlah statement ini setiap hari.
Nikmatilah hidup dengan kesederhanaan, bahwa menyikapi bahagia dengan tidak tertawa terlalu lebar dan tidak menangis terlalu keras ketika mendapatkan sebuah kesedihan.
Tidak ada sesuatupun yang menyakitkan, karena bukanlah seseorang yang menyakiti kita, namun reaksi kita lah yang menyakiti diri kita sendiri...
Ketika mendapatkan sebuah penolakan, bukan menjadi suatu masalah jika kita sudah melakukan yang terbaik dan dengan ketulusan. Karena tidak ada sesuatu pun yang sia-sia dari sebuah ketulusan.
Tidak ada "hal terburuk". Karena jika kita sudah berusaha maksimal, namun kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, bersabarlah, karena apapun yang terjadi, itulah yang terbaik...
Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, namun Dia selalu memberikan apa yang kita butuhkan.
Selalu bersiap dan waspada dalam hidup ini, bersiap menyikapi perubahan, bersiap menyikapi masalah, bersiap mendapatkan ujian, bersiap menyikapi penolakan maupun bersiap mendapatkan pujian... Dari sanalah kekuatan dan keteguhan kita terbentuk.
Terima kasih untuk penolakan;
Terima kasih untuk perubahan;
Terima kasih untuk kesetiaan;
Terima kasih untuk perjuangan;
Terima kasih untuk pengorbanan;
Terima kasih untuk pujian;
Terima kasih untuk nasehat;
Terima kasih untuk kesabaran;
Sekali lagi, banyak terima kasih untuk kalian... Karena kalian lah aku belajar, karena kalian lah aku ingin lebih baik. :-)
-Memmy-
Untuk semua pelajaran yang telah kudapatkan hingga detik ini...
Manis, pahit, suka, duka, asa, kecewa, tawa, tangis, dan semua rasa dan peristiwa yang pernah kulewati, yang membentuk kepribadian dan karakterku seperti sekarang ini.
Terima kasih untuk...
Ibu, disebabkan oleh beliau aku lahir di dunia ini;
Bapak, disebabkan oleh beliau aku tumbuh menjadi putrinya yang selalu berusaha kuat;
Mas Eko, disebabkan olehnya aku mengerti keteladanan;
Sahabat-sahabatku, disebabkan oleh kalian aku mengerti hangatnya persahabatan;
Seseorang, disebabkan oleh engkau aku mengerti kesetiaan;
Seseorang, disebabkan oleh engkau aku mengerti konsisten;
Seseorang, disebabkan oleh engkau aku mengerti ketulusan;
Seseorang, disebabkan oleh engkau aku mengerti kesabaran.
Sungguh benar bahwa guru yang terbaik adalah pengalaman. Belajarlah dari pengalaman. Entah pengalaman menyenangkan atau kurang menyenangkan. Jika mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan, jadikan sebagai pelajaran untuk tidak jatuh di tempat yang sama dan lebih baik lagi di masa yang akan datang...
Jika mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, teruslah tumbuh lebih baik dari apa yang kita dapatkan hari ini.
Sangatlah merugi apabila semakin terpuruk ketika menghadapi kekecewaan apalagi terjatuh di tempat yang sama. Segeralah bangkit dan bangun kehidupan baru dengan asa yang lebih baik...
Hari ini harus lebih baik dari kemarin, bangunlah statement ini setiap hari.
Nikmatilah hidup dengan kesederhanaan, bahwa menyikapi bahagia dengan tidak tertawa terlalu lebar dan tidak menangis terlalu keras ketika mendapatkan sebuah kesedihan.
Tidak ada sesuatupun yang menyakitkan, karena bukanlah seseorang yang menyakiti kita, namun reaksi kita lah yang menyakiti diri kita sendiri...
Ketika mendapatkan sebuah penolakan, bukan menjadi suatu masalah jika kita sudah melakukan yang terbaik dan dengan ketulusan. Karena tidak ada sesuatu pun yang sia-sia dari sebuah ketulusan.
Tidak ada "hal terburuk". Karena jika kita sudah berusaha maksimal, namun kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, bersabarlah, karena apapun yang terjadi, itulah yang terbaik...
Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, namun Dia selalu memberikan apa yang kita butuhkan.
Selalu bersiap dan waspada dalam hidup ini, bersiap menyikapi perubahan, bersiap menyikapi masalah, bersiap mendapatkan ujian, bersiap menyikapi penolakan maupun bersiap mendapatkan pujian... Dari sanalah kekuatan dan keteguhan kita terbentuk.
Terima kasih untuk penolakan;
Terima kasih untuk perubahan;
Terima kasih untuk kesetiaan;
Terima kasih untuk perjuangan;
Terima kasih untuk pengorbanan;
Terima kasih untuk pujian;
Terima kasih untuk nasehat;
Terima kasih untuk kesabaran;
Sekali lagi, banyak terima kasih untuk kalian... Karena kalian lah aku belajar, karena kalian lah aku ingin lebih baik. :-)
-Memmy-
Rabu, 04 April 2012
Mahabbah
Mahabbah (Cinta) adalah kehidupan. Barangsiapa yang tidak memiliki rasa mahabbah, maka dia termasuk orang-orang yang mati. Cinta adalah cahaya. Barangsiapa kehilangan cintanya, maka keberadaannya bagaikan orang yang berada di dalam lautan kegelapan. Cinta adalah obat penawar, barangsiapa yang hatinya kosong dari cinta, segala macam penyakit akan bersarang di dalamnya. Cinta adalah jiwa keimanan, kedudukan dan semua amalan. Manakala semua itu kosong dari cinta, maka kedudukannya sama dengan tubuh yang tidak ada ruhnya. Begitulah para sastrawan dan pujangga mendefinisikan cinta.
Atas dasar cintalah semua makhluk diberi fitrahnya masing-masing,
Karena cintalah seluruh planet bergerak pada garis edarnya,
Dengan cintalah manusia bisa memperoleh kehidupan yang layak dan mereguk kenikmatan iman…
Untaian Mutiara Kata “Cinta”
Cintamu jangan berlebihan, dan bencimu pun jangan biarkan menghancurkan. (Umar bin Khattab)
Aku mencintai orang-orang shalih, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku berharap semoga aku mendapat syafaat (bantuan untuk juga menjadi shalih) dari mereka. Aku membenci orang-orang durhaka, meskipun sebenarnya, mungkin, aku termasuk dari golongan mereka. (Imam Syafi’i)
Cintailah orang shalih karena keshalihannya! Cintailah Nabi Muhammad SAW, karena dia kekasih Allah SWT! Dan cintailah Allah, karena Dia adalah kecintaan Nabi danorang-orang shalih! (Imam Syafi’i)
Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat-Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. (Ar-Rabi’ bin Anas)
Barangsiapa mencintai Allah, maka ia pasti mencintai orang yang dicintai Allah. Barangsiapa mencintai orang yang dicintai Allah, maka ia akan mencintai sesuatu karena Allah. Barangsiapa mencintai sesuatu karena Allah, maka ia akan senang jika amalnya tidak diketahui oleh orang lain. (Sufyan bin ‘Uyainah)
Sungguhn cinta dapat mengubah
Yang pahit menjadi manis
Debu beralih emas
Keruh menjadi bening
Sakit menjadi sembuh
Penjara menjadi telaga
Derita menjadi nikmat
Dan kemarahan menjadi rahmat
Cintalah yang mampu meluluhkan besi
Menghancurkan batu karang
Membangkitkan yang mati dan memberikan kehidupan kepadanya
Serta membuat budak menjadi pemimpin.
(Jalaluddin Rumi)
Jika tatapan mata yang dipenuhi rasa iri dan dengki itu dapat memberikan mudharat, maka tatapan yang dipenuhi rasa iman dan kasih sayang akan menimbulkan cinta dan keimanan. (Abbas As-Siisiy)
Manusia telah banyak dikaruniai banyak kekuatan oleh Allah, dan karunia yang terbesar adalah kemampuannya membangkitkan rasa cinta dan kasih sayang. (Abbas As-Siisiy)
Cinta sebenar-benarnya adalah kepada Allah. Karena itu, terdapat hubungan segitiga dalam sebuah cinta seorang makhluk, dimana sebagai puncaknya adalah Allah. Cinta seorang makhluk kepada makhluk lain adalah melalui Allah. "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, maka hilanglah cintaku padamu. (Imam Nawawi)"
Ahabbakalladzii ahbabtaniilahuu...
-Memmy-
Atas dasar cintalah semua makhluk diberi fitrahnya masing-masing,
Karena cintalah seluruh planet bergerak pada garis edarnya,
Dengan cintalah manusia bisa memperoleh kehidupan yang layak dan mereguk kenikmatan iman…
Untaian Mutiara Kata “Cinta”
Cintamu jangan berlebihan, dan bencimu pun jangan biarkan menghancurkan. (Umar bin Khattab)
Aku mencintai orang-orang shalih, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku berharap semoga aku mendapat syafaat (bantuan untuk juga menjadi shalih) dari mereka. Aku membenci orang-orang durhaka, meskipun sebenarnya, mungkin, aku termasuk dari golongan mereka. (Imam Syafi’i)
Cintailah orang shalih karena keshalihannya! Cintailah Nabi Muhammad SAW, karena dia kekasih Allah SWT! Dan cintailah Allah, karena Dia adalah kecintaan Nabi danorang-orang shalih! (Imam Syafi’i)
Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat-Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. (Ar-Rabi’ bin Anas)
Barangsiapa mencintai Allah, maka ia pasti mencintai orang yang dicintai Allah. Barangsiapa mencintai orang yang dicintai Allah, maka ia akan mencintai sesuatu karena Allah. Barangsiapa mencintai sesuatu karena Allah, maka ia akan senang jika amalnya tidak diketahui oleh orang lain. (Sufyan bin ‘Uyainah)
Sungguhn cinta dapat mengubah
Yang pahit menjadi manis
Debu beralih emas
Keruh menjadi bening
Sakit menjadi sembuh
Penjara menjadi telaga
Derita menjadi nikmat
Dan kemarahan menjadi rahmat
Cintalah yang mampu meluluhkan besi
Menghancurkan batu karang
Membangkitkan yang mati dan memberikan kehidupan kepadanya
Serta membuat budak menjadi pemimpin.
(Jalaluddin Rumi)
Jika tatapan mata yang dipenuhi rasa iri dan dengki itu dapat memberikan mudharat, maka tatapan yang dipenuhi rasa iman dan kasih sayang akan menimbulkan cinta dan keimanan. (Abbas As-Siisiy)
Manusia telah banyak dikaruniai banyak kekuatan oleh Allah, dan karunia yang terbesar adalah kemampuannya membangkitkan rasa cinta dan kasih sayang. (Abbas As-Siisiy)
Cinta sebenar-benarnya adalah kepada Allah. Karena itu, terdapat hubungan segitiga dalam sebuah cinta seorang makhluk, dimana sebagai puncaknya adalah Allah. Cinta seorang makhluk kepada makhluk lain adalah melalui Allah. "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, maka hilanglah cintaku padamu. (Imam Nawawi)"
Ahabbakalladzii ahbabtaniilahuu...
-Memmy-
Rindu, Cinta dan Do'aku
Cinta itu laksana pohon di hati...
Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yang dicintai,
Dahannya adalah mengetahui, mendengar dan memandangnya,
Rantingnya adalah "ketakutan" kepadanya,
Daun-daunnya adalah malu kepadanya,
Buahnya adalah ketaatan dan pelayanan kepadanya,
Dan air yang menghidupinya adalah menyebut namanya...
Kusebut nama Allah, Muhammad, dan namamu...
Ku rawat pohon ini dengan jiwa ragaku,
Kutitipkan segenap rindu dan cinta ini pada-Nya, untukmu...
Semoga Allah selalu memudahkan dan meridhoi usaha kita, menggenapkan dien,
Aamiin...
-Memmy-
Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yang dicintai,
Dahannya adalah mengetahui, mendengar dan memandangnya,
Rantingnya adalah "ketakutan" kepadanya,
Daun-daunnya adalah malu kepadanya,
Buahnya adalah ketaatan dan pelayanan kepadanya,
Dan air yang menghidupinya adalah menyebut namanya...
Kusebut nama Allah, Muhammad, dan namamu...
Ku rawat pohon ini dengan jiwa ragaku,
Kutitipkan segenap rindu dan cinta ini pada-Nya, untukmu...
Semoga Allah selalu memudahkan dan meridhoi usaha kita, menggenapkan dien,
Aamiin...
-Memmy-
Selasa, 27 Maret 2012
Kerja Keraslah, karena Kenikmatan Hidup Itu Ada Pada Kerja Keras
Kisah Al-Balkhi dan Si Burung Pincang
Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, bernama Al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu Ishak.
Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat ke negeri orang untuk berdagang. Sebelum berangkat, tidak ketinggalan ia berpamitan kepada sahabatnya itu. Namun, belum lama al-Balkhi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia datang lagi. Sahabatnya menjadi heran, mengapa ia pulang begitu cepat dari yang direncanakannya. Padahal negeri yang ditujunya sangat jauh lokasinya. Ibrahim bin Adham yang saat itu berada di masjid langsung bertanya kepada al-Balkhi, sahabatnya, “Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau pulang begitu cepat?”
“Dalam perjalanan, “jawab al-Balkhi, “Aku melihat suatu keanehan, sehingga aku memutuskan untuk segera membatalkan perjalanan.”
“Keanehan apa yang kamu maksud?” Tanya Ibrahim bin Adham penasaran.
“Ketika aku sedang beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak”, jawab al-Balkhi menceritakan, “Aku memperhatikan seekor burung yang pincang dan buta.Aku pun kemudian bertanya-tanya dalam hati, ‘Bagaimana burung ini bisa bertahan hidup, padahal ia berada di tempat yang jauh dari teman-temannya, matanya tidak bisa melihat, berjalan pun ia tak bisa’.”
“Tidak lama kemudian, “Lanjut al-Balkhi, “Ada seekor burung lain yang dengan susah payah menghampirinya sambil membawa makanan untuknya. Seharian penuh aku terus memperhatikan gerak-gerik burung itu. Ternyata ia tidak pernah kekurangan makanan, karena ia berulang kali diberi makanan oleh temannya yang sehat.”
“Lantas, apa hubungannya dengan kepulanganmu?” Tanya Ibrahim bin Adham yang belum mengerti maksud kepulangan sahabat karibnya itu dengan segera.
“Maka aku pun berkesimpulan, “jawab al-Balkhi seraya bergumam, “Bahwa Sang Pemberi Rezeki telah memberi rezeki yang cukup kepada seekor burung yang pincang lagi buta dan jauh dari teman-temannya. Kalau begitu, Allah Maha Pemberi, tentuakan pula mencukupkan rezekiku sekalipun aku tidak bekerja. Oleh karena itu, aku pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang saat itu juga.”
Mendengar penuturan sahabatnya itu, Ibrahim bin Adham berkata, “Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau memiliki pemikiran serendah itu? Mengapa engkau rela menyejajarkan derajatmu dengan seekor burung pincang lagi buta itu? Mengapa kamu mengikhlaskan dirimu sendiri untuk hidup dari belas kasihan dan bantuan orang lain? Mengapa kamu tidak berpikiran sehat untuk mencoba perilaku burung yang satunya lagi? Ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup sahabatnya yang memang tidak mampu bekerja? Apakah kamu tidak tahu, bahwa tangan di atas itu lebih mulia dari pada tangan di bawah?”
Al-Balkhi pun langsung menyadari kekhilafannya. Ia baru sadar bahwa dirinya salah dalam mengambil pelajaran dari kedua burung tersebut. Saat itu pulalah ia langsung bangkit dan mohon diri kepada Ibrahim bin Adham seraya berkata, “Wahai Abu Ishak, ternyata engkaulah guru kami yang baik.” Lalu berangkatlah ia melanjutkan perjalanandagangnya yang sempat tertunda.
Untaian Mutiara Kata
1. Sebaik-baik pekerjaan ialah usaha seseorang dengan tangannya sendiri. (Sabda Nabi SAW)
2. Berilah pekerja upahnya sebelum kering keringatnya. (Sabda Nabi SAW)
3. Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok. (Sabda Nabi SAW)
4. Berangkatlah, niscaya engkau mendapatkan ganti untuk semua yang engkau tinggalkan. Bersusah payahlah, sebab kenikmatan hidup hanya ada dalam kerja keras. Singa jika tidak keluar dari sarangnya, ia takkan mendapatkan mangsanya, sebagaimana anak panah bila tak meninggalkan busurnya maka takkan mengenai sasaran. Biji emas yang belum diolah sama dengan debu di tempatnya. Dan, ketika seseorang berangkat serta mulai bekerja, maka dia akan mulia seperti emas. (Imam Syafi’i)
5. Sesungguhnya Ruhul Qudus (Malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dansempurna rezekinya. Karena itu, hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepadaNya. (Sabda Nabi SAW)
6. Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payahmencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah “Azza wa Jalla”. (Sabda Nabi SAW)
7. Janganlah engkau putus asa, karena putus asa bukanlah akhlak seorang Muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. (Hasan Al-Banna)
8. Ketika engkau di sore hari, jangan tunggu sampai esok pagi. Dan, ketika engkau di pagi hari, jangan tunggu sampai sore hari. (Ibnu Umar)
9. Tidak ada pelaut ulung yang dilahirkan dari samudera yang tenang, tapi ia akan dilahirkan dari samudera yang penuh terpaan badai, gelombang dan topan. (D. Farhan Aulawi)
10. Allah sangat mengasihi orang yang mencari penghidupan dengan baik, lalu membelanjakannya dengan hemat, sedangkan sisa dari kebutuhannya diinfakkan kepada yang membutuhkan. (Hasan Al-Bashri)
Dari buku "Motivasi Islami Dosis Tinggi" oleh Irham Sya'roni Bab 12, Motivasi Kerja.
-Memmy-
Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, bernama Al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu Ishak.
Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat ke negeri orang untuk berdagang. Sebelum berangkat, tidak ketinggalan ia berpamitan kepada sahabatnya itu. Namun, belum lama al-Balkhi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia datang lagi. Sahabatnya menjadi heran, mengapa ia pulang begitu cepat dari yang direncanakannya. Padahal negeri yang ditujunya sangat jauh lokasinya. Ibrahim bin Adham yang saat itu berada di masjid langsung bertanya kepada al-Balkhi, sahabatnya, “Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau pulang begitu cepat?”
“Dalam perjalanan, “jawab al-Balkhi, “Aku melihat suatu keanehan, sehingga aku memutuskan untuk segera membatalkan perjalanan.”
“Keanehan apa yang kamu maksud?” Tanya Ibrahim bin Adham penasaran.
“Ketika aku sedang beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak”, jawab al-Balkhi menceritakan, “Aku memperhatikan seekor burung yang pincang dan buta.Aku pun kemudian bertanya-tanya dalam hati, ‘Bagaimana burung ini bisa bertahan hidup, padahal ia berada di tempat yang jauh dari teman-temannya, matanya tidak bisa melihat, berjalan pun ia tak bisa’.”
“Tidak lama kemudian, “Lanjut al-Balkhi, “Ada seekor burung lain yang dengan susah payah menghampirinya sambil membawa makanan untuknya. Seharian penuh aku terus memperhatikan gerak-gerik burung itu. Ternyata ia tidak pernah kekurangan makanan, karena ia berulang kali diberi makanan oleh temannya yang sehat.”
“Lantas, apa hubungannya dengan kepulanganmu?” Tanya Ibrahim bin Adham yang belum mengerti maksud kepulangan sahabat karibnya itu dengan segera.
“Maka aku pun berkesimpulan, “jawab al-Balkhi seraya bergumam, “Bahwa Sang Pemberi Rezeki telah memberi rezeki yang cukup kepada seekor burung yang pincang lagi buta dan jauh dari teman-temannya. Kalau begitu, Allah Maha Pemberi, tentuakan pula mencukupkan rezekiku sekalipun aku tidak bekerja. Oleh karena itu, aku pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang saat itu juga.”
Mendengar penuturan sahabatnya itu, Ibrahim bin Adham berkata, “Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau memiliki pemikiran serendah itu? Mengapa engkau rela menyejajarkan derajatmu dengan seekor burung pincang lagi buta itu? Mengapa kamu mengikhlaskan dirimu sendiri untuk hidup dari belas kasihan dan bantuan orang lain? Mengapa kamu tidak berpikiran sehat untuk mencoba perilaku burung yang satunya lagi? Ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup sahabatnya yang memang tidak mampu bekerja? Apakah kamu tidak tahu, bahwa tangan di atas itu lebih mulia dari pada tangan di bawah?”
Al-Balkhi pun langsung menyadari kekhilafannya. Ia baru sadar bahwa dirinya salah dalam mengambil pelajaran dari kedua burung tersebut. Saat itu pulalah ia langsung bangkit dan mohon diri kepada Ibrahim bin Adham seraya berkata, “Wahai Abu Ishak, ternyata engkaulah guru kami yang baik.” Lalu berangkatlah ia melanjutkan perjalanandagangnya yang sempat tertunda.
Untaian Mutiara Kata
1. Sebaik-baik pekerjaan ialah usaha seseorang dengan tangannya sendiri. (Sabda Nabi SAW)
2. Berilah pekerja upahnya sebelum kering keringatnya. (Sabda Nabi SAW)
3. Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok. (Sabda Nabi SAW)
4. Berangkatlah, niscaya engkau mendapatkan ganti untuk semua yang engkau tinggalkan. Bersusah payahlah, sebab kenikmatan hidup hanya ada dalam kerja keras. Singa jika tidak keluar dari sarangnya, ia takkan mendapatkan mangsanya, sebagaimana anak panah bila tak meninggalkan busurnya maka takkan mengenai sasaran. Biji emas yang belum diolah sama dengan debu di tempatnya. Dan, ketika seseorang berangkat serta mulai bekerja, maka dia akan mulia seperti emas. (Imam Syafi’i)
5. Sesungguhnya Ruhul Qudus (Malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dansempurna rezekinya. Karena itu, hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepadaNya. (Sabda Nabi SAW)
6. Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payahmencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah “Azza wa Jalla”. (Sabda Nabi SAW)
7. Janganlah engkau putus asa, karena putus asa bukanlah akhlak seorang Muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. (Hasan Al-Banna)
8. Ketika engkau di sore hari, jangan tunggu sampai esok pagi. Dan, ketika engkau di pagi hari, jangan tunggu sampai sore hari. (Ibnu Umar)
9. Tidak ada pelaut ulung yang dilahirkan dari samudera yang tenang, tapi ia akan dilahirkan dari samudera yang penuh terpaan badai, gelombang dan topan. (D. Farhan Aulawi)
10. Allah sangat mengasihi orang yang mencari penghidupan dengan baik, lalu membelanjakannya dengan hemat, sedangkan sisa dari kebutuhannya diinfakkan kepada yang membutuhkan. (Hasan Al-Bashri)
Dari buku "Motivasi Islami Dosis Tinggi" oleh Irham Sya'roni Bab 12, Motivasi Kerja.
-Memmy-
Jumat, 16 Maret 2012
Lamaranmu Kutolak!
Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.
Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain, yaitu ayah sang perempuan. Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Melancarkankan langkah mereka menggenapkan agamanya.
Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda dari sisinya.
“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.
“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam?” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
“Lamaranmu kutolak! Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”
“Lamaranmu kutolak! Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan , aku takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang lelaki setengah baya,keras.
Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”
“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.
“Lamaranmu kutolak! Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”
“Lamaranmu kutolak! Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”
Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan ?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”
“Lha lamaranmu ya kutolak! Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”
Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”
“Jadi kamu sudah bekerja?”
“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”
“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”
“Lamaranmu tetap kutolak! Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,kalau kerja saja nggak becus begitu?”
Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”
“Rencananya maharmu apa?”
“Seperangkat alat shalat Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kami sudah punya banyak. Maaf.”
“Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”
Sang buah hati kembali berbisik, “Dia jago IT lho Pak”
“Kamu bisa apa itu, internet?”
“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”
“Lamaranmu kutolak! Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”
“Tapi saya ngenet cuma ngecek email saja kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”
Si gadis berbisik lagi, dengan nada suara melemah, “Tapi Ayah…”
“Kamu kesini tadi naik apa?”
“Mobil Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”
“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”
“Lamaranmu kutolak! Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”
Bisikan, “Ayahh..”
“Kamu merasa ganteng ya?”
“Nggak Pak. Biasa saja kok”
“Lamaranmu kutolak! Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.” “Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”
Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?” Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.
“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?” Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya,
“Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”
Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda... Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.” Mata sang muda ikut berkaca-kaca.
Hikmah : Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأََرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita (Juga Pria) itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena harta, karena keturunan, karena kecantikan dan karena agamanya. maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” [HR. Abu Hurayrah].
“Apabila datang kepada kalian seorang laki-laki yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia, dan jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” [HR. Tirmidzi, Ibn Majah dan al-Hakim].
Untuk diriku, untukmu saudari-saudariku, dan untukmu calon imamku...
Syukur dan terima kasih untukMu, untuk bapak dan ibu juga kakakku tersayang...
-Memmy-
Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain, yaitu ayah sang perempuan. Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Melancarkankan langkah mereka menggenapkan agamanya.
Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda dari sisinya.
“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.
“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam?” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
“Lamaranmu kutolak! Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”
“Lamaranmu kutolak! Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan , aku takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang lelaki setengah baya,keras.
Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”
“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.
“Lamaranmu kutolak! Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”
“Lamaranmu kutolak! Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”
Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan ?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”
“Lha lamaranmu ya kutolak! Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”
Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”
“Jadi kamu sudah bekerja?”
“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”
“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”
“Lamaranmu tetap kutolak! Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,kalau kerja saja nggak becus begitu?”
Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”
“Rencananya maharmu apa?”
“Seperangkat alat shalat Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kami sudah punya banyak. Maaf.”
“Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”
Sang buah hati kembali berbisik, “Dia jago IT lho Pak”
“Kamu bisa apa itu, internet?”
“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”
“Lamaranmu kutolak! Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”
“Tapi saya ngenet cuma ngecek email saja kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”
Si gadis berbisik lagi, dengan nada suara melemah, “Tapi Ayah…”
“Kamu kesini tadi naik apa?”
“Mobil Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”
“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”
“Lamaranmu kutolak! Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”
Bisikan, “Ayahh..”
“Kamu merasa ganteng ya?”
“Nggak Pak. Biasa saja kok”
“Lamaranmu kutolak! Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.” “Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak! Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”
Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?” Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.
“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?” Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya,
“Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”
Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda... Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.” Mata sang muda ikut berkaca-kaca.
Hikmah : Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأََرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita (Juga Pria) itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena harta, karena keturunan, karena kecantikan dan karena agamanya. maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” [HR. Abu Hurayrah].
“Apabila datang kepada kalian seorang laki-laki yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia, dan jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” [HR. Tirmidzi, Ibn Majah dan al-Hakim].
Untuk diriku, untukmu saudari-saudariku, dan untukmu calon imamku...
Syukur dan terima kasih untukMu, untuk bapak dan ibu juga kakakku tersayang...
-Memmy-
Langganan:
Postingan (Atom)



