Lanjutan tulisan sebelumnya... :D
Tepatnya lanjutan kisah atau awal perjalanan kisah, ya?
Baiknya gimana, yang penting lanjut saja. Hehehe.
Tanggal 22 Agustus 2013, hari Kamis. Hari pertama kami melakukan kunjungan ke SpOG, untuk memastikan apakah aku benar-benar positif hamil? (secara medis)
Sebelumnya, aku ke RS untuk menanyakan informasi jadwal praktek SpOG dan mencari tahu informasi lainnya.
Dari brosur yang kudapatkan, kami jadi tahu jadwal praktek SpOG dan peraturan untuk periksa SpOG.
Diantaranya adalah untuk dapat periksa atau berkonsultasi ke dokter harus mendaftarkan diri terlebih dahulu.
Mendaftar sebagai calon pasien RSKIA Sadewa (diberikan kartu pasien), yang berisi, dan mendaftar sebagai pasien SpOG siapa.
Berikut ini adalah kartu pasien RSKIA Sadewa.
Kemudian mendaftar kunjungan kepada SpOG siapa, dilayani mulai pukul 07.00 via telepon maupun datang langsung. Lebih baik daftar langsung di receptionist RSKIA Sadewa, karena line telepon sangat sibuk pada jam pendaftaran ini.
Kemudian setiap pasien mendapatkan kartu berwarna hijau sebagai kartu pemeriksaan dan kartu ini nantinya ditinggal di RS, diisi oleh SpOG tentang perkembangan kehamilan.
Isi kartu ini diantaranya adalah tanggal kunjungan (diisi oleh recepcionist), tekanan darah pasien (diisi oleh perawat), hasil pemeriksaan (diisi oleh SpOG).
Kunjungan pertama waktu itu aku lupa mendapatkan nomor antrian berapa. dr. Yasmini mulai praktek jam 13.00. Berarti aku harus izin meninggalkan kantor sebelum jam tersebut. Untungnya rekan kerja dan atasan kantorku sangat toleransi dan memberikan izin.
Dengan didampingi suami, kami pun menanti giliran diperiksa. Pemeriksaan kali ini, kami hanya ingin memastikan apakah aku benar-benar positif hamil sambil membawa bukti test pack yang bergaris strip 2 itu dan menunjukkannya ke dokter.
Sebelum diperiksa SpOG, pasien wajib mengukur tekanan darah dan berat badan dengan perawat. Hasil pemeriksaan, tekanan darahku normal yaitu 110/70 dengan berat badan 49 kg. Selain itu ditanyakan pula kapan HPHT (Hari Pertama Haid terakhir) untuk mengetahui prediksi HPL (Hari Perkiraan Lahir). Untungnya... Aku masih ingat betul HPHT :D
Tibalah giliranku diperiksa. First sight dengan dr. Yasmini >> Keibuan, berjilbab, kalem, tidak banyak bicara. Kami cocok saja dengan performance beliau :)
Kami pun mengutarakan maksud kami, tidak banyak percakapan, dokter dengan dibantu asistennya membimbingku ke bed periksa dan meng USG perutku. Ini pertama kalinya aku di USG :D
Alhamdulillaah... Hasilnya benar! Aku positif akan menjadi ibu.
Ini hasil USG nya... Janin sudah berumur 8W +- 3D (W = week = minggu, D = day = hari).
Aku dan suami tersenyum bahagia, sambil terus berusaha menggali informasi sebanyak-banyaknya dari foto USG yang kami dapatkan.
Kunjungan pertama ini tidak lama, karena kami belum tau dan belum menyiapkan pertanyaan apalagi yang perlu kami tanyakan kepada dokter. Dokter berpesan untuk hati-hati dan jaga kesehatan, memberikan suplemen asam folat (folacom) sebanyak 30 tablet kecil yang harus diminum setiap hari 1 tablet dan meminta kami kembali periksa sebulan kemudian.
Sepanjang jalan hingga sampai rumah, suami terus bercanda "Kok ga ada yang mengucapkan "Selamat! Anda akan jadi Ayah."" seperti di TV atau sinetron-sinetron. Minimal dokternya.
Hahaha... Ada-ada saja lho :p
-Memmy-
Senin, 27 Januari 2014
Pencarian SpOG
Setelah 4 Agustus 2013 lalu diketahui dua garis strip di test pack (yang artinya aku positif hamil), maka langkah selanjutnya adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang SpOG (dokter kandungan) dan tempat periksa serta bersalin di Yogyakarta.
Ternyata... Tak semudah merebus air lho, readers!
Kumulai mengumpulkan informasi dari teman-teman yang sedang gamil, sudah pernah melahirkan, teman kerja, teman kuliah, maupun om Google juga terlibat. Untuk urusan ini, aku dan suami sepakat untuk menggunakan SpOG wanita dan (kalau bisa) muslim. Begitu pula dengan Rumah Sakit Bersalinnya, dan jaraknya yang dekat dengan rumah, juga biaya yang ringan di kantong dengan kualitas yang bagus.
Alhasil, aku mendapatkan banyak informasi yang sangat membantuku menentukan pilihan.
Berikut ini beberapa informasi Rumah Sakit atau Tempat Bersalin dan SpOG yang kudapatkan :
1. RS Panti Rapih;
Lokasinya dekat dengan kantorku bekerja, cukup dekat dengan rumah tinggalku, yaitu di dekat Bunderan UGM. Tempatnya bersih, pelayanannya bagus (menurut informasi dari teman yang pernah melahirkan disana), dokter profesional. Namun dari informasi yang kudapatkan, biaya disana agak tinggi. Kutampung dulu informasi ini.
2. RS Sardjito;
Lokasinya dekat sekali dengan tempatku bekerja, dan kurang lebih 9 km dari rumah. Aku mendapatkan informasi ini dari teman kuliahku yang waktu itu sedang hamil juga dan periksa di sini. Ada klinik khusus di RS Sardjito untuk melayani kehamilan/ persalinan yaitu Permata Hati. Tapi mmm... tarif disana tinggi (katanya). Kusimpan dulu lah sebagai bahan referensi.
3. RS PKU Muhammadiyah;
Jika menginginkan SpOG wanita, disini salah satunya. dr. Muzayanah. Selain itu di sini adalah RS Muslim. Namun karena menurutku jaraknya yang cukup jauh dari rumah (dekat Malioboro atau sekitar 14 km), maka diam-diam aku mencoret nya. Hehehe...
4. RS Bersalin Sakina Idaman;
Informasi ini kudapatkan dari teman kerjaku dan dosenku yang pernah konsultasi dan melahirkan disana. Di RS ini juga ada SpOG wanita. Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, yaitu di Jalan Monumen Jogja Kembali. Tarifnya juga sudah kudapatkan, yaaah... sementara simpan dulu :)
5. Klinik Bersalin di daerah patang Puluhan;
Informasi ini kudapatkan dari adik kelasku yang pernah melahirkan disana, namun segera kuputuskan untuk tidak memasukkannya dalam nominasi karena jarak yang cukup jauh dari rumah dan SpOG nya pria.
6. Klinik Bersalin di Jalan Godean;
Informasi ini kudapatkan dari adik kelasku juga, tarifnya katanya murah sekali, namun akhirnya kuputuskan juga untuk tidak menggunakannya karena jarak yang jauh dari rumah.
7. RS Jogja International Hospital;
Beberapa teman menyarankan untuk menggunakan Rumah Sakit dan SpOG di sini, karena lokasinya yang dekat dengan rumah (di Ring Road Utara), pelayanan bagus, alat modern, SpOG juga ada wanita.
Namun, menurut informasi dari berbagai sumber, biaya di RS ini sangat tinggi. Bisa hingga 3x lipat dibandingkan di tempat lain.
8. RSKIA Sadewa.
Informasi ini kudapatkan dari beberapa temanku. Menurut informasi mereka, ada RS bersalin yang pelayanannya bagus, tarifnya murah dan ada SpOG wanita yaitu di RSKIA Sadewa ini. Lokasinya juga tidak jauh dari rumah (di Babarsari).
Dari informasi-informasi yang kudapatkan tentang RS ini, sepertinya 60% sudah klik di sini. Selanjutnya kucaritahu siapa saja SpOG dan yang recommended. Beberapa teman yang memberitahuku, menyebutkan dr. Yasmini Fitriyati, SpOG. Dokter ini wanita (sesuai kriteria yang kucari), muslim (yes), dan katanya ramah, baik hati (nice dong! harapanku).
Selain beliau, beberapa temanku memberitahu nama-nama SpOG lain yang ada disana, antara lain dr. Hasto Wardoyo, SpOG., dr. Shofwal Widad, SpOG, dll. Karena ada teman sekantor juga yang periksa kandungan di RSKIA Sadewa ini jadi cukup komplit informasi yang kudapatkan.
Setiap informasi yang kudapatkan selalu kusampaikan kepada suami dan kami pertimbangkan berdua.
Akhirnya pilihan kami jatuh pada yang terakhir yaitu di RSKIA Sadewa (SEMAR) dengan SpOG dr. Yasmini Fitriyati, SpOG. Dengan pertimbangan kualitas bagus, lokasi terjangkau dari rumah, SpOG wanita dan muslim serta biaya terjangkau. Untuk anak, apalagi anak pertama kami sepakat untuk mendapatkan dan memberikan yang terbaik untuk calon anak kami. Aamiin.
Dan ternyata pemilik RS ini adalah salah satu SpOG di RS ini juga dan beliau juga menjavat sebagai Bupati Kulonprogo, dr. Hasto Wardoyo, SpOG.
Segera setelah kami memutuskannya, kami pergi kesana untuk memeriksakan kehamilanku (versi medis) :)
Ini lho... RSKIA Sadewa (SEMAR) yang menghadap ke timur. Lokasinya tidak terlalu luas, dengan bangunan 3 lantai.
Gambar diambil dari website RSKIA Sadewa : www.rskiasadewa.com
-Memmy-
Ternyata... Tak semudah merebus air lho, readers!
Kumulai mengumpulkan informasi dari teman-teman yang sedang gamil, sudah pernah melahirkan, teman kerja, teman kuliah, maupun om Google juga terlibat. Untuk urusan ini, aku dan suami sepakat untuk menggunakan SpOG wanita dan (kalau bisa) muslim. Begitu pula dengan Rumah Sakit Bersalinnya, dan jaraknya yang dekat dengan rumah, juga biaya yang ringan di kantong dengan kualitas yang bagus.
Alhasil, aku mendapatkan banyak informasi yang sangat membantuku menentukan pilihan.
Berikut ini beberapa informasi Rumah Sakit atau Tempat Bersalin dan SpOG yang kudapatkan :
1. RS Panti Rapih;
Lokasinya dekat dengan kantorku bekerja, cukup dekat dengan rumah tinggalku, yaitu di dekat Bunderan UGM. Tempatnya bersih, pelayanannya bagus (menurut informasi dari teman yang pernah melahirkan disana), dokter profesional. Namun dari informasi yang kudapatkan, biaya disana agak tinggi. Kutampung dulu informasi ini.
2. RS Sardjito;
Lokasinya dekat sekali dengan tempatku bekerja, dan kurang lebih 9 km dari rumah. Aku mendapatkan informasi ini dari teman kuliahku yang waktu itu sedang hamil juga dan periksa di sini. Ada klinik khusus di RS Sardjito untuk melayani kehamilan/ persalinan yaitu Permata Hati. Tapi mmm... tarif disana tinggi (katanya). Kusimpan dulu lah sebagai bahan referensi.
3. RS PKU Muhammadiyah;
Jika menginginkan SpOG wanita, disini salah satunya. dr. Muzayanah. Selain itu di sini adalah RS Muslim. Namun karena menurutku jaraknya yang cukup jauh dari rumah (dekat Malioboro atau sekitar 14 km), maka diam-diam aku mencoret nya. Hehehe...
4. RS Bersalin Sakina Idaman;
Informasi ini kudapatkan dari teman kerjaku dan dosenku yang pernah konsultasi dan melahirkan disana. Di RS ini juga ada SpOG wanita. Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, yaitu di Jalan Monumen Jogja Kembali. Tarifnya juga sudah kudapatkan, yaaah... sementara simpan dulu :)
5. Klinik Bersalin di daerah patang Puluhan;
Informasi ini kudapatkan dari adik kelasku yang pernah melahirkan disana, namun segera kuputuskan untuk tidak memasukkannya dalam nominasi karena jarak yang cukup jauh dari rumah dan SpOG nya pria.
6. Klinik Bersalin di Jalan Godean;
Informasi ini kudapatkan dari adik kelasku juga, tarifnya katanya murah sekali, namun akhirnya kuputuskan juga untuk tidak menggunakannya karena jarak yang jauh dari rumah.
7. RS Jogja International Hospital;
Beberapa teman menyarankan untuk menggunakan Rumah Sakit dan SpOG di sini, karena lokasinya yang dekat dengan rumah (di Ring Road Utara), pelayanan bagus, alat modern, SpOG juga ada wanita.
Namun, menurut informasi dari berbagai sumber, biaya di RS ini sangat tinggi. Bisa hingga 3x lipat dibandingkan di tempat lain.
8. RSKIA Sadewa.
Informasi ini kudapatkan dari beberapa temanku. Menurut informasi mereka, ada RS bersalin yang pelayanannya bagus, tarifnya murah dan ada SpOG wanita yaitu di RSKIA Sadewa ini. Lokasinya juga tidak jauh dari rumah (di Babarsari).
Dari informasi-informasi yang kudapatkan tentang RS ini, sepertinya 60% sudah klik di sini. Selanjutnya kucaritahu siapa saja SpOG dan yang recommended. Beberapa teman yang memberitahuku, menyebutkan dr. Yasmini Fitriyati, SpOG. Dokter ini wanita (sesuai kriteria yang kucari), muslim (yes), dan katanya ramah, baik hati (nice dong! harapanku).
Selain beliau, beberapa temanku memberitahu nama-nama SpOG lain yang ada disana, antara lain dr. Hasto Wardoyo, SpOG., dr. Shofwal Widad, SpOG, dll. Karena ada teman sekantor juga yang periksa kandungan di RSKIA Sadewa ini jadi cukup komplit informasi yang kudapatkan.
Setiap informasi yang kudapatkan selalu kusampaikan kepada suami dan kami pertimbangkan berdua.
Akhirnya pilihan kami jatuh pada yang terakhir yaitu di RSKIA Sadewa (SEMAR) dengan SpOG dr. Yasmini Fitriyati, SpOG. Dengan pertimbangan kualitas bagus, lokasi terjangkau dari rumah, SpOG wanita dan muslim serta biaya terjangkau. Untuk anak, apalagi anak pertama kami sepakat untuk mendapatkan dan memberikan yang terbaik untuk calon anak kami. Aamiin.
Dan ternyata pemilik RS ini adalah salah satu SpOG di RS ini juga dan beliau juga menjavat sebagai Bupati Kulonprogo, dr. Hasto Wardoyo, SpOG.
Segera setelah kami memutuskannya, kami pergi kesana untuk memeriksakan kehamilanku (versi medis) :)
Ini lho... RSKIA Sadewa (SEMAR) yang menghadap ke timur. Lokasinya tidak terlalu luas, dengan bangunan 3 lantai.
Gambar diambil dari website RSKIA Sadewa : www.rskiasadewa.com
-Memmy-
Selasa, 21 Januari 2014
Positif Sensitif *Ups!
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Ini posting pertamaku di tahun 2014.
Sebenernya banyak banget yang pingin dibagi di blog, tapi karena beberapa alasan (belum bisa menyempatkan waktu untuk menulis, dan keterbatasan alat *belum ada smartphone lagi, hehe... dan lain-lain yang bisa dijadikan alasan lah) maka baru sekarang ini mulai menulis lagi.
Kumulai tulisan pertamaku ini dengan berbagi cerita tentang kehamilanku (Ups, tau tau udah hamil aja yak... Padahal pingin juga berbagi cerita tentang persiapan pernikahan dan acara pernikahanku kemarin, InsyaAllah lain hari... )
Ketika menulis ini, usia kehamilanku sudah 30W + 1 D :D
Waaaah, tinggal beberapa minggu aja nih ya mau lahiran... Huhuhu
Aku menikah tanggal 15 Juni 2013. Sepanjang hari setelah menikah kujalani hari-hari have fun bersama suami terus. Sebelum menikah kami berdua sepakat untuk tidak menunda untuk punya buah hati, tapi tidak juga ngotot ngarep-arep dag-dig-dug untuk mendapatkannya... Slow but sure gitu kali ya istilahnya.
Sampai pada akhirnya aku merasakan keanehan pada tubuhku. rasanya pegal-pegal, ngantuk dan sering tidur (kalau ini sih udah biasa :D ), demam. Tanpa mual dan muntah juga ga terlalu pingin ini itu lho...
Waktu itu bulan Ramadhan dan aku masih menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Setelah menstruasiku terlambat 11 hari (seharusnya menstruasi tanggal 24 Juli), aku dan suami memutuskan untuk mengetes kehamilan pada Minggu, 4 Agustus 2013 sebelum mudik Idul Fitri ke kampung halaman. Alhamdulillaah... memang betul menikah itu membuka pintu rezeki. Dari hal terkecil pun aku menyadari itu... test pack yang kupakai tidak perlu membeli. Karena beberapa hari sebelum dipakai, aku mendapatkan 1 buah test pack gratis dari teman kantor yang tidak jadi menggunakannya karena ternyata beliau mendapatkan menstruasi.
Waktu memberikan test packnya, Bu Wiwik memberitahuku juga cara pemakaiannya.
Akhirnya aku memakai test pack ini pada hari Minggu, 4 Agustus bangun tidur sebelum maem sahur (karena menurut aturan, test pack efektif dan akurat hasilnya ketiga digunakan pada air seni pertama di pagi hari setelah bangun tidur). Dengan sebelumnya aku pun membaca aturan pakainya. Baru pertama kali juga menggunakan test pack.
Setelah didiamkan beberapa menit, kami berdua melihat hasilnya bersama. Dengan menggunakan test pack gratis yang katanya harganya mahal dan lebih akurat (dibandingkan merk lain) kami pun yakin dengan hasil ini.
DUA GARIS yang terlihat!
Yang artinya aku POSITIF hamil!
ALHAMDULILLAAH... Aku dan suami senang. :D
Lalu setelah itu kami melanjutkan maem sahur, sholat shubuh dan menelepon kedua orang tua maupun mertua membagi berita bahagia ini.
Walaupun test pack menunjukkan hasil positif, kami ingin memastikannya secara medis yaitu dengan periksa ke dokter kandungan. Namun untuk urusan ini kami sepakat untuk melakukannya setelah Idul Fitri sambil mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang SpOG bagus di Yogya.
Pagi pun tiba... Jam 07.00 WIB tepat kami meninggalkan Yogyakarta untuk mudiiiiik dengan berbagai macam barang dan makanan dalam mobil, dengan membawa sebuah kabar bahagia untuk orang tua dan keluarga dan dengan kehati-hatian karena menjaga seorang yang kami nantikan :)
-Memmy-
Ini posting pertamaku di tahun 2014.
Sebenernya banyak banget yang pingin dibagi di blog, tapi karena beberapa alasan (belum bisa menyempatkan waktu untuk menulis, dan keterbatasan alat *belum ada smartphone lagi, hehe... dan lain-lain yang bisa dijadikan alasan lah) maka baru sekarang ini mulai menulis lagi.
Kumulai tulisan pertamaku ini dengan berbagi cerita tentang kehamilanku (Ups, tau tau udah hamil aja yak... Padahal pingin juga berbagi cerita tentang persiapan pernikahan dan acara pernikahanku kemarin, InsyaAllah lain hari... )
Ketika menulis ini, usia kehamilanku sudah 30W + 1 D :D
Waaaah, tinggal beberapa minggu aja nih ya mau lahiran... Huhuhu
Aku menikah tanggal 15 Juni 2013. Sepanjang hari setelah menikah kujalani hari-hari have fun bersama suami terus. Sebelum menikah kami berdua sepakat untuk tidak menunda untuk punya buah hati, tapi tidak juga ngotot ngarep-arep dag-dig-dug untuk mendapatkannya... Slow but sure gitu kali ya istilahnya.
Sampai pada akhirnya aku merasakan keanehan pada tubuhku. rasanya pegal-pegal, ngantuk dan sering tidur (kalau ini sih udah biasa :D ), demam. Tanpa mual dan muntah juga ga terlalu pingin ini itu lho...
Waktu itu bulan Ramadhan dan aku masih menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Setelah menstruasiku terlambat 11 hari (seharusnya menstruasi tanggal 24 Juli), aku dan suami memutuskan untuk mengetes kehamilan pada Minggu, 4 Agustus 2013 sebelum mudik Idul Fitri ke kampung halaman. Alhamdulillaah... memang betul menikah itu membuka pintu rezeki. Dari hal terkecil pun aku menyadari itu... test pack yang kupakai tidak perlu membeli. Karena beberapa hari sebelum dipakai, aku mendapatkan 1 buah test pack gratis dari teman kantor yang tidak jadi menggunakannya karena ternyata beliau mendapatkan menstruasi.
Waktu memberikan test packnya, Bu Wiwik memberitahuku juga cara pemakaiannya.
Akhirnya aku memakai test pack ini pada hari Minggu, 4 Agustus bangun tidur sebelum maem sahur (karena menurut aturan, test pack efektif dan akurat hasilnya ketiga digunakan pada air seni pertama di pagi hari setelah bangun tidur). Dengan sebelumnya aku pun membaca aturan pakainya. Baru pertama kali juga menggunakan test pack.
Setelah didiamkan beberapa menit, kami berdua melihat hasilnya bersama. Dengan menggunakan test pack gratis yang katanya harganya mahal dan lebih akurat (dibandingkan merk lain) kami pun yakin dengan hasil ini.
DUA GARIS yang terlihat!
Yang artinya aku POSITIF hamil!
ALHAMDULILLAAH... Aku dan suami senang. :D
Lalu setelah itu kami melanjutkan maem sahur, sholat shubuh dan menelepon kedua orang tua maupun mertua membagi berita bahagia ini.
Walaupun test pack menunjukkan hasil positif, kami ingin memastikannya secara medis yaitu dengan periksa ke dokter kandungan. Namun untuk urusan ini kami sepakat untuk melakukannya setelah Idul Fitri sambil mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang SpOG bagus di Yogya.
Pagi pun tiba... Jam 07.00 WIB tepat kami meninggalkan Yogyakarta untuk mudiiiiik dengan berbagai macam barang dan makanan dalam mobil, dengan membawa sebuah kabar bahagia untuk orang tua dan keluarga dan dengan kehati-hatian karena menjaga seorang yang kami nantikan :)
-Memmy-
Senin, 25 November 2013
Oleh-Oleh Malam Minggu
Haiii, Readers... Haiii, My Blog...
Apa Kabar?
Hampir setahun aku ga berbagi tulisan disini ya.
Karena sibuk persiapan nikah kemarin, sibuk kerja dan ngurusin perut... Ups :D
Kali ini aku mau berbagi cerita (Happy).
Malem minggu kemarin (23 November 2013) setelah aku dan suami seharian jalan-jalan cari-cari sesuatu (Aamiin), setelah maghrib dan maem di Bale Ayu Giwangan, aku usul sama suami untuk jeng-jeng ke Amplaz. Niat awalnya beli produk Wardah karena dapat voucher Rp 20.000,- (Lumayan laaahhh, Hehehe).
Suami pun setuju dan akhirnya kami menghabiskan malam minggu di Amplaz, lewat Ringroad.
Tujuan utama udah kesampaian, Voucher dibelikan Body Mist Eternal seharga Rp 64.000,- jadi masi nombok Rp 46.000,-.
Lalu seperti biasa... Kami menyusuri sepanjang outlet dan sepanjang lantai Amplaz... Mata mengarah ke TIMEZONE!
yang kebetulan kemarin lagi ada promo. Akhirnya kami sepakat buat ngisi Powercard-ku dan main biar rileks dikiiitt, hihihi. Kaya anak muda gituuuh.
Pertama ngikutin promo dari Hypermart, dimana kalau isi minimal Rp 25.000,- dan menunjukkan kartu Hi-Card (kartu membernya Hypermart swalayan)dapat bonus saldo 50%, dan free 5 game (berlaku untuk game yang tidak mengeluarkan tiket, foto, dll) jadi kemarin ngisi Rp 25.000,- dapat pulsa Rp 37.500,-.
Sedangkan saldo ku sebelumnya Rp 29 ribuan... Jadi Ada Rp 66 ribuan.
Note : Hypermart Swalayan belum lama opening di Yogya tepatnya di Jogja City Mall Jalan Magelang 14 November kemarin, dan seperti biasa aku langsung mendaftar membernya. :D
Kami pun mulai bermain, kebanyakan yang bermain suami. Basket, dan lain-lain. Dan tak lupa main "plung-plung-an"
(entah apa nama game nya, kami menyebutnya seperti itu :D )Sampai tak terasa saldo habis tinggal beberapa ratus rupiah. :(
Seratusan lebih tiket yang kami dapatkan. Termasuk beberapa lembar potongan 2 tiket, 1 tiket, 3 tiket hasil dari permainan yang ga profesional ini. :D :D
Jam masih menunjukkan jam 8 an malam, sepertinya kami berdua kompak untuk belum ingin pulang dan masih ingin melanjutkan permainan. Dan di dalam hati aku ingin sekali membawa pulang salah satu hadiah yang terpajang di TimeZone malam itu (Bantal Despicable).
Akhirnya kami terbujuk untuk mengikuti promo 2, yaitu bonus saldo 100% untuk pembelian minimal Rp 100.000,-. Hahaha... Kami-pun mengisi Powercard Rp 100.000,-, jadi saldo bertambah Rp 200.000,-
Awalnya kami sepakat mau main plung-plung an 10x aja. Masing-masing dari kami bermain 5x. Dari itu belum menunjukkan tanda-tanda kami bisa berhasil membawa hadiah yang kuinginkan itu (karena bola masuk di lubang yang sedikit tiketnya, misalnya : 1, 2, 3, 5 dan sesekali masuk di lubang 75 tiket).
Kami masih terus bermain sampai akhirnya dengan tidak sengaja tombol yang kupencet langsung masuk di lubang Jackpot Bonus Tiket. WOOOW!!!
Batinku, Ini prestasi pertamaku lho. Hehehe...
Bahagia bercampur shock malah wajahku datar aja, sambil masih sibuk menghitung tiket yang kami kumpulkan. Sementara suami yang kaget juga dan seneng lebih histeris. 231 Bonus tiket di Jackpot kami dapatkan :D
Kami-pun heboh sendiri berdua di kursi plung-plung-an.
Setelah menghitung kira-kira semua tiket yang kami kumpulkan malam itu cukup untuk ditukarkan dengan Merchandise yang aku inginkan, kami memutuskan untuk mengakhiri permainan malam itu. Dengan sisa saldo Powercard Rp 102 ribu-an. Kami menuju tempat penukaran hadiah dan Alhamdulillaah... tiket kami cukup dan malah lebih 150-an tiket kubawa pulang.
Bahagia banget waktu itu, keinginan bawa Marchandise bantal Despicable kesampaian, Rezekinya dede' iniii... Hihihi :D
Kami pun meninggalkan TimeZone sesaat sebelum ditutup dengan membawa bantal Despicable ini, lalu menukar free goceng mingguan KFC dengan ice cream yang dimaem berdua di sepanjang perjalanan pulang. Alhamdulillaah :D :*
Note : Game plung-plung-an adalah salah satu game di TimeZone yang setelah Powercard digesek, lalu menekan tombol, ada sistem yang membuat bola seukuran bola ping-pong jatuh ke salah satu lubang (tersedia lubang dengan 1, 2, 3, 5, 8, 10, 25, 50, 75, 100 dan terbesar jackpot bonus tiket yang tertera di layar. Bonus tiket ini akan bertambah 1 tiket setiap satu kali permainan dan akan terus bertambah apabila belum ada pemain yang berhasil mendapatkannya dan akan kembali pada 100 tiket apabila ada yang berhasil mendapatkannya).
-Memmy-
Apa Kabar?
Hampir setahun aku ga berbagi tulisan disini ya.
Karena sibuk persiapan nikah kemarin, sibuk kerja dan ngurusin perut... Ups :D
Kali ini aku mau berbagi cerita (Happy).
Malem minggu kemarin (23 November 2013) setelah aku dan suami seharian jalan-jalan cari-cari sesuatu (Aamiin), setelah maghrib dan maem di Bale Ayu Giwangan, aku usul sama suami untuk jeng-jeng ke Amplaz. Niat awalnya beli produk Wardah karena dapat voucher Rp 20.000,- (Lumayan laaahhh, Hehehe).
Suami pun setuju dan akhirnya kami menghabiskan malam minggu di Amplaz, lewat Ringroad.
Tujuan utama udah kesampaian, Voucher dibelikan Body Mist Eternal seharga Rp 64.000,- jadi masi nombok Rp 46.000,-.
Lalu seperti biasa... Kami menyusuri sepanjang outlet dan sepanjang lantai Amplaz... Mata mengarah ke TIMEZONE!
yang kebetulan kemarin lagi ada promo. Akhirnya kami sepakat buat ngisi Powercard-ku dan main biar rileks dikiiitt, hihihi. Kaya anak muda gituuuh.
Pertama ngikutin promo dari Hypermart, dimana kalau isi minimal Rp 25.000,- dan menunjukkan kartu Hi-Card (kartu membernya Hypermart swalayan)dapat bonus saldo 50%, dan free 5 game (berlaku untuk game yang tidak mengeluarkan tiket, foto, dll) jadi kemarin ngisi Rp 25.000,- dapat pulsa Rp 37.500,-.
Sedangkan saldo ku sebelumnya Rp 29 ribuan... Jadi Ada Rp 66 ribuan.
Note : Hypermart Swalayan belum lama opening di Yogya tepatnya di Jogja City Mall Jalan Magelang 14 November kemarin, dan seperti biasa aku langsung mendaftar membernya. :D
Kami pun mulai bermain, kebanyakan yang bermain suami. Basket, dan lain-lain. Dan tak lupa main "plung-plung-an"
(entah apa nama game nya, kami menyebutnya seperti itu :D )Sampai tak terasa saldo habis tinggal beberapa ratus rupiah. :(
Seratusan lebih tiket yang kami dapatkan. Termasuk beberapa lembar potongan 2 tiket, 1 tiket, 3 tiket hasil dari permainan yang ga profesional ini. :D :D
Jam masih menunjukkan jam 8 an malam, sepertinya kami berdua kompak untuk belum ingin pulang dan masih ingin melanjutkan permainan. Dan di dalam hati aku ingin sekali membawa pulang salah satu hadiah yang terpajang di TimeZone malam itu (Bantal Despicable).
Akhirnya kami terbujuk untuk mengikuti promo 2, yaitu bonus saldo 100% untuk pembelian minimal Rp 100.000,-. Hahaha... Kami-pun mengisi Powercard Rp 100.000,-, jadi saldo bertambah Rp 200.000,-
Awalnya kami sepakat mau main plung-plung an 10x aja. Masing-masing dari kami bermain 5x. Dari itu belum menunjukkan tanda-tanda kami bisa berhasil membawa hadiah yang kuinginkan itu (karena bola masuk di lubang yang sedikit tiketnya, misalnya : 1, 2, 3, 5 dan sesekali masuk di lubang 75 tiket).
Kami masih terus bermain sampai akhirnya dengan tidak sengaja tombol yang kupencet langsung masuk di lubang Jackpot Bonus Tiket. WOOOW!!!
Batinku, Ini prestasi pertamaku lho. Hehehe...
Bahagia bercampur shock malah wajahku datar aja, sambil masih sibuk menghitung tiket yang kami kumpulkan. Sementara suami yang kaget juga dan seneng lebih histeris. 231 Bonus tiket di Jackpot kami dapatkan :D
Kami-pun heboh sendiri berdua di kursi plung-plung-an.
Setelah menghitung kira-kira semua tiket yang kami kumpulkan malam itu cukup untuk ditukarkan dengan Merchandise yang aku inginkan, kami memutuskan untuk mengakhiri permainan malam itu. Dengan sisa saldo Powercard Rp 102 ribu-an. Kami menuju tempat penukaran hadiah dan Alhamdulillaah... tiket kami cukup dan malah lebih 150-an tiket kubawa pulang.
Bahagia banget waktu itu, keinginan bawa Marchandise bantal Despicable kesampaian, Rezekinya dede' iniii... Hihihi :D
Kami pun meninggalkan TimeZone sesaat sebelum ditutup dengan membawa bantal Despicable ini, lalu menukar free goceng mingguan KFC dengan ice cream yang dimaem berdua di sepanjang perjalanan pulang. Alhamdulillaah :D :*
Note : Game plung-plung-an adalah salah satu game di TimeZone yang setelah Powercard digesek, lalu menekan tombol, ada sistem yang membuat bola seukuran bola ping-pong jatuh ke salah satu lubang (tersedia lubang dengan 1, 2, 3, 5, 8, 10, 25, 50, 75, 100 dan terbesar jackpot bonus tiket yang tertera di layar. Bonus tiket ini akan bertambah 1 tiket setiap satu kali permainan dan akan terus bertambah apabila belum ada pemain yang berhasil mendapatkannya dan akan kembali pada 100 tiket apabila ada yang berhasil mendapatkannya).
-Memmy-
Selasa, 29 Januari 2013
Evolusi HandPhone yang Pernah Menemaniku
Berbicara tentang kata "Evolusi", pastilah pertama kali terbayang di fikiran kita yaitu "perubahan".
Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. (Sumber : Wikipedia).
Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai evolusi, teori evolusi maupun kaitannya dengan organisme, populasi atau mendetail lingkup kajian Biologi, namun saya hanya meminjam istilah evolusi untuk perubahan yang terjadi pada gadget (HP) yang pernah menemani dan mendukung kelancaran saya berkomunikasi selama ini.
Juga tidak ada maksud sama sekali untuk pamer (faktanya juga handphone-handphone yang pernah dan sedang saya miliki fitur dan harganya ringan di kantong, hehe).
Just review aja pokoknya... Biar suatu saat nanti bisa dikenang atau barangkali dibaca anak cucu saya :D
Inilah handphone yang pernah menemani dan membantu saya dari edisi pertama kali (jadul) hingga saat ini, check it out :
Nokia 3310
Nokia 3310 adalah HP pertama saya. Dibeli 2nd di Toko HP di Rembang, harganya Rp 450.000,- waktu itu, bulan Februari tahun 2003 kalau tidak salah ingat. Sekalian beli kartu perdana Mentari waktu itu, harganya Rp 30.000,-. Dengan nominal itu (Rp 480.000,-), HP dan kartu perdana tersebut dibeli dengan patungan dari uang tabungan yang saya kumpulkan dari uang saku dari saudara-saudara (kurang lebih Rp 250.000,-) ditambah uang bapak dan ibu.
Nokia 3310 cukup populer dan banyak dimiliki orang waktu itu. Dengan kualitas yang sudah bagus di waktu itu. HP tua, simpel.
Fitur yang ada di HP Nokia 3310 yaitu layar mono chrome (kuning), mono ringtone (belum poliphonic atau istilah saya poliklinik, hehe), beberapa game (snake), SMS, telpon dengan kapasitas phonebook terbatas hanya ratusan (tidak ribuan atau unlimited seperti HP-HP sekarang. Pokoknya minimalis banget lah HP ini...
Yang saya suka dari HP ini adalah casingnya dapat diganti-ganti dan waktu itu saya mempunyai banyak koleksi casing berwarna-warni.
Ketika itu saya, bapak, mas dan pacarnya (sekarang sudah menjadi istrinya) juga memakai HP ini dan banyak teman sekolah yang juga menggunakan HP ini.
Nokia 3315
Fitur Nokia 3315 secara umum sama dengan Nokia 3310, bedanya untuk Nokia 3315 pengunci tombolnya (keypad locked) bisa otomatis dan diatur waktunya, sedangkan untuk Nokia 3310 belum memiliki fitur ini.
Dalam hal ini saya tidak ganti handphone, saya hanya meng-upgrade Nokia 3310 menjadi 3315 :D
Ohya, waktu di sekolah saya biasa menggunakan profil silent atau vibrate (hanya getar, tidak ada suara).
Fitur seperti ini sudah tersedia di Nokia 3310 dan Nokia 3315. HP ini masih saya pakai hingga kuliah dan terkadang ditukar pakai dengan bapak dan benar-benar say goodbye ketika HP ini diberikan ke kakak sepupu. Awet dan paaasss gitu di genggaman tangan.
Nokia 2300
Nokia 2300 ini saya beli 2nd juga (waktu itu belum mampu beli HP new... Hehe) pada tahun 2004 seharga 600 ribuan.
Alasan saya upgrade ke HP ini karena ingin fitur bertambah. Yaitu ringtone yang sudah polyphonic (ga poliklinik lagi :D ), ada fitur radio, headset dan bentuknya lebih manis dan lebih kecil. Untuk tukar tambah dengan HP ini dari hasil mengumpulkan uang saku dan tabungan yang saya kumpulkan... hehehe.
Nokia 3100
Tahun 2005 (Akhir kelas 3 SMA) saya menukar tambahkan handphone menjadi Nokia 3100. Lagi-lagi beli 2nd... Seharga Rp 750.000,- dari hasil menabung. Saya membeli HP ini karena fiturnya sedikit di atas HP sebelumnya, yaitu layar berwarna 4096 color, dimensi lebih kecil dan ringan, suara polyphonic dengan kualitas lebih baik. Selain itu untuk karakter SMS lebih banyak. HP ini saya gunakan hingga tahun pertama dan kedua kuliah.
Samsung Fren SCH-N356
HP Samsung Fren CDMA ini fiturnya sangat minimalis. Dengan nomor yang sudah melekat di ponsel (tanpa simcard) dan waktu itu belum bisa diinject (di unlock) untuk operator lain. Dengan fitur SMS yang hanya memuat 2 baris per layar, ringtone polyphonic, layar mono chrome, dimensi slim. Waktu itu HP ini dibeli 2nd seharga Rp 150.000,-. Hanya untuk berkomunikasi (telepon) sesama fren tarifnya murah Rp 350,- per jam kalau tidak salah ingat. Hehe... Murah sekali untuk ukuran anak sekolah atau anak kost. HP ini saya pakai di tahun pertama dan kedua kuliah. Nasibnya sekarang lowbat dan matot, dimusiumkan :D
Nokia 6030
Nokia 6030 ini dibeli new, harganya berapa saya lupa. Yang pasti tidak sampai 1 juta, hehe... *tetep murah. Dibeli awal tahun 2007. Dalam pemakaiannya, saya bertukar pakai HP ini dengan bapak. HP ini dimensi di genggaman tangannya mirip dengan Nokia 3310. Fiturnya sekelas dengan Nokia 3100. HP ini yang cukup sering dan paling lama menemani hari-hari saya di lapangan (semasa kuliah). Menemani waktu KKL II di Parangtritis (Juli 2007) biasa saya kalungkan khas anak lapangan sambil membawa board untuk alas menulis dan pulpen. Ditambah fasilitas stopwatch dan alarm sangat membantu kegiatan saya di lapangan waktu itu.
Huawei Esia C-2801a
HP ini saya beli tahun 2008-an, menjelang akhir masa studi kuliah. Karena lihat promo HP murah Esia dari Huawei yang sudah diunlock (bisa untuk kartu CDMA selain Esia) maka saya membelinya, seharga Rp 299.000,- dengan garansi 1 tahun. Rencananya HP ini dipakai untuk keperluan bisnis (diisi nomor CDMA Flexi) kecil-kecilan waktu itu. Mungkin lebih tepatnya disebut berdagang atau berjualan saja sih. hehehe...
Selain untuk keperluan itu, saya biasa menggunakan HP ini untuk berkomunikasi (telepon) dengan kakak yang berada di Manado, karena tarif sesama Flexi sangat murah. Soalnya kalau udah curhat sama mbak ipar dan mas bisa laaamaaaa dan satu lagi, ngobrol dengan keponakan pertama si Alif. Mereka waktu itu pulang Jawa 2 tahun sekali, jadi keberadaan HP ini sangat efisien :D
HP ini masih ada sampai sekarang, Namun karena mas, mbak dan keponakan-keponakan sudah mutasi ke Jawa dan jarang sekali bahkan tidak ada keperluan untuk berkomunikasi dengan sesama operator ini, maka tidak saya pakai. Hemat anggaran juga euy :D
LG KU250
Finally!!!
Inilah HP camera pertama saya :D
Dari sejak SMA saya ingin sekali punya HP bercamera, baru tahun 2008 kesampaian...
LG KU250 ini kubeli baru seharga Rp 975.000,- (kalau tidak salah ingat). Dari hasil menabung uang saku dan beasiswa yang saya dapatkan ketika kuliah. Dengan fitur layar 256ribu warna, 1.7", polyphonic, warna hitam dengan casing plastik dan keyboard dari bahan karet, membuat LG KU250 ini ringan dan body yang slim. Hanya saja ketika dipakai mengetik SMS bunyinya cukup "berbunyi". Fitur andalan yang memaksa saya untuk membeli HP ini adalah kemampuan 3G yang didukung oleh dual camera (depan dan belakang). Dengan main camera 1.3 Mega Pixel dan secondary camera VGA, HP ini sudah mampu menghasilkan jepretan foto yang bersih dan tajam serta mendukung untuk video call (dengan secondary camera).
Sony Ericsson P1i
Nokia 1616
Blackberry Curve 8520 White
Lenovo Ideaphone S880
-Memmy-
Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. (Sumber : Wikipedia).
Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai evolusi, teori evolusi maupun kaitannya dengan organisme, populasi atau mendetail lingkup kajian Biologi, namun saya hanya meminjam istilah evolusi untuk perubahan yang terjadi pada gadget (HP) yang pernah menemani dan mendukung kelancaran saya berkomunikasi selama ini.
Juga tidak ada maksud sama sekali untuk pamer (faktanya juga handphone-handphone yang pernah dan sedang saya miliki fitur dan harganya ringan di kantong, hehe).
Just review aja pokoknya... Biar suatu saat nanti bisa dikenang atau barangkali dibaca anak cucu saya :D
Inilah handphone yang pernah menemani dan membantu saya dari edisi pertama kali (jadul) hingga saat ini, check it out :
Nokia 3310
Nokia 3310 adalah HP pertama saya. Dibeli 2nd di Toko HP di Rembang, harganya Rp 450.000,- waktu itu, bulan Februari tahun 2003 kalau tidak salah ingat. Sekalian beli kartu perdana Mentari waktu itu, harganya Rp 30.000,-. Dengan nominal itu (Rp 480.000,-), HP dan kartu perdana tersebut dibeli dengan patungan dari uang tabungan yang saya kumpulkan dari uang saku dari saudara-saudara (kurang lebih Rp 250.000,-) ditambah uang bapak dan ibu.
Nokia 3310 cukup populer dan banyak dimiliki orang waktu itu. Dengan kualitas yang sudah bagus di waktu itu. HP tua, simpel.
Fitur yang ada di HP Nokia 3310 yaitu layar mono chrome (kuning), mono ringtone (belum poliphonic atau istilah saya poliklinik, hehe), beberapa game (snake), SMS, telpon dengan kapasitas phonebook terbatas hanya ratusan (tidak ribuan atau unlimited seperti HP-HP sekarang. Pokoknya minimalis banget lah HP ini...
Yang saya suka dari HP ini adalah casingnya dapat diganti-ganti dan waktu itu saya mempunyai banyak koleksi casing berwarna-warni.
Ketika itu saya, bapak, mas dan pacarnya (sekarang sudah menjadi istrinya) juga memakai HP ini dan banyak teman sekolah yang juga menggunakan HP ini.
Nokia 3315
Fitur Nokia 3315 secara umum sama dengan Nokia 3310, bedanya untuk Nokia 3315 pengunci tombolnya (keypad locked) bisa otomatis dan diatur waktunya, sedangkan untuk Nokia 3310 belum memiliki fitur ini.
Dalam hal ini saya tidak ganti handphone, saya hanya meng-upgrade Nokia 3310 menjadi 3315 :D
Ohya, waktu di sekolah saya biasa menggunakan profil silent atau vibrate (hanya getar, tidak ada suara).
Fitur seperti ini sudah tersedia di Nokia 3310 dan Nokia 3315. HP ini masih saya pakai hingga kuliah dan terkadang ditukar pakai dengan bapak dan benar-benar say goodbye ketika HP ini diberikan ke kakak sepupu. Awet dan paaasss gitu di genggaman tangan.
Nokia 2300
Nokia 2300 ini saya beli 2nd juga (waktu itu belum mampu beli HP new... Hehe) pada tahun 2004 seharga 600 ribuan.
Alasan saya upgrade ke HP ini karena ingin fitur bertambah. Yaitu ringtone yang sudah polyphonic (ga poliklinik lagi :D ), ada fitur radio, headset dan bentuknya lebih manis dan lebih kecil. Untuk tukar tambah dengan HP ini dari hasil mengumpulkan uang saku dan tabungan yang saya kumpulkan... hehehe.
Nokia 3100
Tahun 2005 (Akhir kelas 3 SMA) saya menukar tambahkan handphone menjadi Nokia 3100. Lagi-lagi beli 2nd... Seharga Rp 750.000,- dari hasil menabung. Saya membeli HP ini karena fiturnya sedikit di atas HP sebelumnya, yaitu layar berwarna 4096 color, dimensi lebih kecil dan ringan, suara polyphonic dengan kualitas lebih baik. Selain itu untuk karakter SMS lebih banyak. HP ini saya gunakan hingga tahun pertama dan kedua kuliah.
Samsung Fren SCH-N356
HP Samsung Fren CDMA ini fiturnya sangat minimalis. Dengan nomor yang sudah melekat di ponsel (tanpa simcard) dan waktu itu belum bisa diinject (di unlock) untuk operator lain. Dengan fitur SMS yang hanya memuat 2 baris per layar, ringtone polyphonic, layar mono chrome, dimensi slim. Waktu itu HP ini dibeli 2nd seharga Rp 150.000,-. Hanya untuk berkomunikasi (telepon) sesama fren tarifnya murah Rp 350,- per jam kalau tidak salah ingat. Hehe... Murah sekali untuk ukuran anak sekolah atau anak kost. HP ini saya pakai di tahun pertama dan kedua kuliah. Nasibnya sekarang lowbat dan matot, dimusiumkan :D
Nokia 6030
Nokia 6030 ini dibeli new, harganya berapa saya lupa. Yang pasti tidak sampai 1 juta, hehe... *tetep murah. Dibeli awal tahun 2007. Dalam pemakaiannya, saya bertukar pakai HP ini dengan bapak. HP ini dimensi di genggaman tangannya mirip dengan Nokia 3310. Fiturnya sekelas dengan Nokia 3100. HP ini yang cukup sering dan paling lama menemani hari-hari saya di lapangan (semasa kuliah). Menemani waktu KKL II di Parangtritis (Juli 2007) biasa saya kalungkan khas anak lapangan sambil membawa board untuk alas menulis dan pulpen. Ditambah fasilitas stopwatch dan alarm sangat membantu kegiatan saya di lapangan waktu itu.
Huawei Esia C-2801a
HP ini saya beli tahun 2008-an, menjelang akhir masa studi kuliah. Karena lihat promo HP murah Esia dari Huawei yang sudah diunlock (bisa untuk kartu CDMA selain Esia) maka saya membelinya, seharga Rp 299.000,- dengan garansi 1 tahun. Rencananya HP ini dipakai untuk keperluan bisnis (diisi nomor CDMA Flexi) kecil-kecilan waktu itu. Mungkin lebih tepatnya disebut berdagang atau berjualan saja sih. hehehe...
Selain untuk keperluan itu, saya biasa menggunakan HP ini untuk berkomunikasi (telepon) dengan kakak yang berada di Manado, karena tarif sesama Flexi sangat murah. Soalnya kalau udah curhat sama mbak ipar dan mas bisa laaamaaaa dan satu lagi, ngobrol dengan keponakan pertama si Alif. Mereka waktu itu pulang Jawa 2 tahun sekali, jadi keberadaan HP ini sangat efisien :D
HP ini masih ada sampai sekarang, Namun karena mas, mbak dan keponakan-keponakan sudah mutasi ke Jawa dan jarang sekali bahkan tidak ada keperluan untuk berkomunikasi dengan sesama operator ini, maka tidak saya pakai. Hemat anggaran juga euy :D
LG KU250
Finally!!!
Inilah HP camera pertama saya :D
Dari sejak SMA saya ingin sekali punya HP bercamera, baru tahun 2008 kesampaian...
LG KU250 ini kubeli baru seharga Rp 975.000,- (kalau tidak salah ingat). Dari hasil menabung uang saku dan beasiswa yang saya dapatkan ketika kuliah. Dengan fitur layar 256ribu warna, 1.7", polyphonic, warna hitam dengan casing plastik dan keyboard dari bahan karet, membuat LG KU250 ini ringan dan body yang slim. Hanya saja ketika dipakai mengetik SMS bunyinya cukup "berbunyi". Fitur andalan yang memaksa saya untuk membeli HP ini adalah kemampuan 3G yang didukung oleh dual camera (depan dan belakang). Dengan main camera 1.3 Mega Pixel dan secondary camera VGA, HP ini sudah mampu menghasilkan jepretan foto yang bersih dan tajam serta mendukung untuk video call (dengan secondary camera).
Sony Ericsson P1i
Nokia 1616
Blackberry Curve 8520 White
Lenovo Ideaphone S880
-Memmy-
Pantai Indrayanti, Kuta-nya Jogja
Pantai Indrayanti merupakan salah satu pantai di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Indrayanti ini belum lama "ngeksis" di Yogyakarta. Namun, hingga saat ini Pantai Indrayanti menjadi sangat populer untuk turis lokal, domestik dalam kota Yogyakarta, kota-kota lain maupun mancanegara.
Pantai Indrayanti berlokasi di Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia tepatnya pada koordinat GPS S8°9'1.22" E110°36'44.1".
Hari Minggu kemarin saya bersama adik sepupu menyempatkan diri untuk berekreasi menikmati keindahan pantai Indrayanti ini. Sempat terdorong oleh penasaran juga, "Kayak mana sih Pantai Indrayanti yang kata orang bagus itu?"
Minggu pagi kami berangkat dari rumah menuju Pasar Pagi di Lembah UGM untuk sarapan, kemudian tepat jam setengah 10 kami meluncur ke Pantai Indrayanti. Dengan berbekal petunjuk via SMS yang saya dapat dari teman, kami melaju menuju Pantai Indrayanti.
Alhamdulillah.. Petunjuknya akurat, tanpa nyasar. Dan sampailah kami di gerbang masuk, membeli karcis masuk area pantai per orang Rp 5.000,-. Karcis ini dapat digunakan untuk memasuki pantai-pantai lain.
Di Gunung Kidul memang terdapat banyak pantai. Pantai-pantai tersebut ada yang sudah dibuka untuk wisatawan dan dikomersialkan maupun yang belum dikembangkan. Diantaranya adalah (urut dari yang terletak paling barat atau paling dekat dengan Loket Penjualan Karcis Masuk) Pantai Baron, Pantai, Kukup, Pantai Krakal, Pantai Drini, Pantai Sundak kemudian Pantai Indrayanti. Pantai Indrayanti ini terletak kurang lebih 8 km dari Pantai Baron.
Sesampai di Pantai Indrayanti, kurang lebih jam 11.00. Terasa lebih rileks menikmati pemandangan pantai dengan pasir putih, karang, arus ombak yang deras khas pantai selatan. Sekilas terbayang Pantai Tanah Lot dan Pantai Kuta di Bali, karena view dan suasana di Pantai Indrayanti ini memang mirip dengan kedua pantai tersebut.
Cuaca cerah yang tidak terik menambah semangat untuk lebih dalam mengenal pantai ini. Dengan pengunjung yang sudah ramai sekali, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua, laki-laki perempuan, muda-mudi berpacaran sampai keluarga. Dan mereka punya cara masing-masing untuk menikmati pantai.
Ada yang berenang dan main air di pinggir-pinggir pantai, ada yang beramai-ramai mengubur salah satu temannya dengan pasir laut, ada yang berfoto ria, ada pula yang duduk santai di tepi pantai menikmati pemandangan di depannya dengan payung dan beralaskan tikar sambil memakan bekal makanan yang mereka bawa, dan lain sebagainya.
Salah satu fasilitas di Pantai Indrayanti yang tidak terdapat di pantai-pantai lain di Yogyakarta adalah terdapat payung-payung beserta tikarnya yang disewakan di pinggir-pinggir pantai. Hanya dengan Rp 20.000,- wisatawan dapat bersantai dan menikmati pantai di atas tikar dan tidak kepanasan karena terlindungi payung, sepuasnya, tidak ada batasan waktu. Ada fasilitas lain persewaan Jet Sky. Wisatawan dapat mengarungi Pantai Indrayanti dengan menggunakan Jet Sky. Namun, perlu hati-hati karena derasnya ombak di pantai ini. So Cozy, bukan?
Selain itu, wisatawan dapat menikmati keindahan pantai dari atas tebing. Untuk menuju kesana dapat dengan jalan kaki. dari atas tebing dapat menikmati pemandangan lepas pantai maupun pemandangan wisatawan di tepi pantai. Very nice and comfortable pokoknya...
Foto : View Pantai Indrayanti dari atas tebing (Diambil dengan Kamera Lenovo IdeaPhone S880, 27 Jan 2013 Pukul 11.06 WIB)
Pantai Indrayanti ini memang sudah dikembangkan untuk pariwisata dan komersial. Didukung dengan fasilitas tempat makan, resto yang menyajikan hidangan ala pantai yaitu beragam masakan ikan maupun sea food, pedagang-pedagang asongan yang menjual minuman, snack, mie instant, kopi, soft drink maupun kelapa muda. Pedagang-pedagang tersebut menempati warung kecil mereka di tepi pantai dan untuk resto berlokasi di tepi pantai atau di sekitar pantai dengan pengunjung tetap dapat menikmati view pantai di depannya. Harga yang mereka berikan cukup terjangkau. Misalnya saja kelapa muda (utuh dari buahnya) Rp 8.000,-, Nasi Cumi goreng tepung Rp 24.000,-, Nasi ikan crispy Rp 18.000,-, Air mineral Rp 5.000,-, dan sebagainya.
Di sekitar pantai terdapat homestay, pondok-pondok penginapan untuk wisatawan.
Dengan area parkir yang luas, di Pantai Indrayanti mampu untuk menampung motor, mobil, maupun bus para wisatawan.
Fasilitas pendukung lainnya yaitu adanya kios-kios souvenir atau cinderamata khas pantai ini. Misalnya kaos dengan sablon tulisan dan gambar pantai Indrayanti, topi, kacamata, dan sebagainya. Harganya juga sangat terjangkau.
Yang menurut saya masih kurang dari keberadaan Pantai Indrayanti ini dan dapat dijadikan masukan untuk pembangunan dan perkembangan selanjutnya adalah akses atau prasarana jalan menuju kesana. Jalan menuju ke Pantai Indrayanti (atau pantai-pantai lain di Gunung Kidul) sempit. Dengan kondisi medan yang berkelok-kelok, lebar jalannya hanya dapat untuk dilewati sebuah bus. Sehingga apabila terjadi simpangan bus dengan bus, bus dengan mobil harus salah satu mengalah atau berhenti dahulu dan kembali berjalan setelah kendaraan yang lainnya sudah lewat.
Selain itu, perlu ditambahnya petunjuk arah menuju Pantai Indrayanti ini.
Bagi para wisatawan, adventurer, atau yang bingung mau liburan kemana...
Pantai Indrayanti ini dapat dijadikan salah satu referensi tempat wisata yang terjangkau jaraknya maupun ongkosnya. Gak perlu jauh-jauh dan dalem-dalem ngerogoh kocek buat ke Bali deeeh... Cukup ada disini, Jogja kita sendiri... :D
-Memmy-
Pantai Indrayanti berlokasi di Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia tepatnya pada koordinat GPS S8°9'1.22" E110°36'44.1".
Hari Minggu kemarin saya bersama adik sepupu menyempatkan diri untuk berekreasi menikmati keindahan pantai Indrayanti ini. Sempat terdorong oleh penasaran juga, "Kayak mana sih Pantai Indrayanti yang kata orang bagus itu?"
Minggu pagi kami berangkat dari rumah menuju Pasar Pagi di Lembah UGM untuk sarapan, kemudian tepat jam setengah 10 kami meluncur ke Pantai Indrayanti. Dengan berbekal petunjuk via SMS yang saya dapat dari teman, kami melaju menuju Pantai Indrayanti.
Alhamdulillah.. Petunjuknya akurat, tanpa nyasar. Dan sampailah kami di gerbang masuk, membeli karcis masuk area pantai per orang Rp 5.000,-. Karcis ini dapat digunakan untuk memasuki pantai-pantai lain.
Di Gunung Kidul memang terdapat banyak pantai. Pantai-pantai tersebut ada yang sudah dibuka untuk wisatawan dan dikomersialkan maupun yang belum dikembangkan. Diantaranya adalah (urut dari yang terletak paling barat atau paling dekat dengan Loket Penjualan Karcis Masuk) Pantai Baron, Pantai, Kukup, Pantai Krakal, Pantai Drini, Pantai Sundak kemudian Pantai Indrayanti. Pantai Indrayanti ini terletak kurang lebih 8 km dari Pantai Baron.
Sesampai di Pantai Indrayanti, kurang lebih jam 11.00. Terasa lebih rileks menikmati pemandangan pantai dengan pasir putih, karang, arus ombak yang deras khas pantai selatan. Sekilas terbayang Pantai Tanah Lot dan Pantai Kuta di Bali, karena view dan suasana di Pantai Indrayanti ini memang mirip dengan kedua pantai tersebut.
Cuaca cerah yang tidak terik menambah semangat untuk lebih dalam mengenal pantai ini. Dengan pengunjung yang sudah ramai sekali, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua, laki-laki perempuan, muda-mudi berpacaran sampai keluarga. Dan mereka punya cara masing-masing untuk menikmati pantai.
Ada yang berenang dan main air di pinggir-pinggir pantai, ada yang beramai-ramai mengubur salah satu temannya dengan pasir laut, ada yang berfoto ria, ada pula yang duduk santai di tepi pantai menikmati pemandangan di depannya dengan payung dan beralaskan tikar sambil memakan bekal makanan yang mereka bawa, dan lain sebagainya.
Salah satu fasilitas di Pantai Indrayanti yang tidak terdapat di pantai-pantai lain di Yogyakarta adalah terdapat payung-payung beserta tikarnya yang disewakan di pinggir-pinggir pantai. Hanya dengan Rp 20.000,- wisatawan dapat bersantai dan menikmati pantai di atas tikar dan tidak kepanasan karena terlindungi payung, sepuasnya, tidak ada batasan waktu. Ada fasilitas lain persewaan Jet Sky. Wisatawan dapat mengarungi Pantai Indrayanti dengan menggunakan Jet Sky. Namun, perlu hati-hati karena derasnya ombak di pantai ini. So Cozy, bukan?
Selain itu, wisatawan dapat menikmati keindahan pantai dari atas tebing. Untuk menuju kesana dapat dengan jalan kaki. dari atas tebing dapat menikmati pemandangan lepas pantai maupun pemandangan wisatawan di tepi pantai. Very nice and comfortable pokoknya...
Foto : View Pantai Indrayanti dari atas tebing (Diambil dengan Kamera Lenovo IdeaPhone S880, 27 Jan 2013 Pukul 11.06 WIB)
Pantai Indrayanti ini memang sudah dikembangkan untuk pariwisata dan komersial. Didukung dengan fasilitas tempat makan, resto yang menyajikan hidangan ala pantai yaitu beragam masakan ikan maupun sea food, pedagang-pedagang asongan yang menjual minuman, snack, mie instant, kopi, soft drink maupun kelapa muda. Pedagang-pedagang tersebut menempati warung kecil mereka di tepi pantai dan untuk resto berlokasi di tepi pantai atau di sekitar pantai dengan pengunjung tetap dapat menikmati view pantai di depannya. Harga yang mereka berikan cukup terjangkau. Misalnya saja kelapa muda (utuh dari buahnya) Rp 8.000,-, Nasi Cumi goreng tepung Rp 24.000,-, Nasi ikan crispy Rp 18.000,-, Air mineral Rp 5.000,-, dan sebagainya.
Di sekitar pantai terdapat homestay, pondok-pondok penginapan untuk wisatawan.
Dengan area parkir yang luas, di Pantai Indrayanti mampu untuk menampung motor, mobil, maupun bus para wisatawan.
Fasilitas pendukung lainnya yaitu adanya kios-kios souvenir atau cinderamata khas pantai ini. Misalnya kaos dengan sablon tulisan dan gambar pantai Indrayanti, topi, kacamata, dan sebagainya. Harganya juga sangat terjangkau.
Yang menurut saya masih kurang dari keberadaan Pantai Indrayanti ini dan dapat dijadikan masukan untuk pembangunan dan perkembangan selanjutnya adalah akses atau prasarana jalan menuju kesana. Jalan menuju ke Pantai Indrayanti (atau pantai-pantai lain di Gunung Kidul) sempit. Dengan kondisi medan yang berkelok-kelok, lebar jalannya hanya dapat untuk dilewati sebuah bus. Sehingga apabila terjadi simpangan bus dengan bus, bus dengan mobil harus salah satu mengalah atau berhenti dahulu dan kembali berjalan setelah kendaraan yang lainnya sudah lewat.
Selain itu, perlu ditambahnya petunjuk arah menuju Pantai Indrayanti ini.
Bagi para wisatawan, adventurer, atau yang bingung mau liburan kemana...
Pantai Indrayanti ini dapat dijadikan salah satu referensi tempat wisata yang terjangkau jaraknya maupun ongkosnya. Gak perlu jauh-jauh dan dalem-dalem ngerogoh kocek buat ke Bali deeeh... Cukup ada disini, Jogja kita sendiri... :D
-Memmy-
Senin, 26 November 2012
Di Bawah Lindungan Ka’bah, Kisah Cinta Berbalut Kerinduan Beralas Kepasrahan yang Mempersatukan
Film Di Bawah Lindungan Ka’bah merupakan sebuah film yang disutradarai oleh Hanny R. Saputra dan merupakan sebuah film yang diangkat dari novel Di Bawah Lindungan Ka’bah yang ditulis oleh Prof. DR. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang lebih dikenal sebagai HAMKA. Film ini dirilis dan tayang di layar lebar pada 25 Agustus 2011 oleh rumah produksi MD Pictures. Film ini dibintangi oleh aktor dan artis professional Indonesia yaitu Didi Petet sebagai ayah Zaenab, Widyawati Sophian sebagai Ibu Zaenab, Herjunot Ali sebagai Hamid, Laudya Cintya Bella sebagai Zaenab, serta aktor – artis lain yaitu Niken Anjani, Tarra Budiman, Jenny Rachman, Leroy Osmani, Ajun Perwira, Akhmad Setyadi.
"Di Bawah Lindungan Ka’bah" bercerita tentang kisah cinta tak sampai antara kedua tokoh protagonis, Hamid dan Zainab. Inilah sebuah film mengenai kisah cinta yang dikemas dan menonjolkan nilai religius yang takkan pernah lekang oleh waktu. Cinta yang berjarak antara Sumatera ke Makkah. Kepedihan yang berlandaskan pada rasa berserah diri pada Yang Maha Kuasa. Ketidaksanggupan masing-masing untuk menjembatani jarak yang ada; baik ruang maupun waktu, adat, agama, maupun atas nama kepatuhan pada orang tua, membuat mereka tenggelam dalam deritanya masing-masing. Akan cinta yang merindu-dendam, menanti tak tentu.
Setting film ini adalah di Padang pada awal abad ke-20 dengan teknologi transportasi maupun komunikasi yang masih jauh tertinggal dibandingkan sekarang. That's what we called as parental complex syndrome; saat orang tua selalu merasa lebih tahu daripada anaknya. Bahwa mereka lebih berpengalaman, lebih berhak (dan karenanya wajib) untuk didengar, serta lebih bisa menentukan apakah makna kebahagiaan sesungguhnya. Dan seringkali kebahagiaan yang dimaksudkan itu lebih berdasarkan pada definisinya sendiri. Misalkan menjodohkan sang anak dengan putra-putri teman; atau sanak yang kaya raya; atau terhormat dan sebagainya.
Hamid (Herjunot Ali) adalah seorang pemuda tampan, cerdas, saleh, yatim, berbudi pekerti tinggi namun terlahir dengan keadaan ekonomi yang kurang. Dia tinggal bersama ibunya. Kemudian diangkat oleh keluarga Haji Ja’far yang kaya. Perhatian Haji Ja’far, istrinya yaitu Asiah, terhadap Hamid sangat baik. Hamid dianggap sebagai anak mereka sendiri. Mereka sangat menyayanginya sebab Hamid sangat rajin, sopan, berbudi, serta taat beragama. Itulah sebabnya, Hamid juga disekolahkan bersama-sama dengan Zainab, anak kandung Haji Ja’far.Sejak kecil Hamid dan Zainab selalu bermain bersama. Mereka sering pergi sekolah, bermain bersama di sekolah ataupun pulang sekolah.
Dilema mulai mewarnai kehidupan Hamid ketika ia jatuh cinta dengan Zainab (Laudya Chyntia Bella), puteri jelita semata wayang dari Haji Jafar. Ketika keduanya beranjak remaja, dalam hati masing-masing mulai tumbuh perasaan lain. Hamid merasakan bahwa rasa kasih sayang yang muncul terhadap Zainab melebihi rasa sayang kepada adik, seperti yang selama ini dia rasakan. Hamid tidak berani mengutarakan isi hatinya kepada Zainab sebab dia menyadari bahwa di antara mereka terdapat tembok pemisah. Zainab merupakan anak orang terkaya dan terpandang, sedangkan dia hanyalah berasal dari keluarga biasa dan miskin. Jadi, sangat tidak mungkin bagi dirinya untuk memiliki Zainab. Itulah sebabnya, rasa cintanya yang dalam terhadap Zainab hanya dipendamnya saja. Tembok pemisah itu semakin hari semakin dirasakan Hamid. Dalam waktu bersamaan, Hamid mengalami peristiwa pilu. Peristiwa pertama adalah meninggalnya Haji Ja’far, ayah angkatnya yang sangat berjasa menolong hidupnya selama ini. Tidak lama kemudian, ibu kandungnya pun meninggal dunia. Tidak hanya berhenti disitu, berbagai cobaan yang mendera hubungan keduanya: Hamid diusir dari kampungnya setelah dituduh telah ‘menyentuh’ Zainab secara tidak sopan. Puncak kepedihan hatinya ketika ibu Zainab, Asiah, mengatakan kepadanya bahwa Zainab akan dijodohkan dengan pemuda lain anak seorang saudagar kaya. Bahkan ibunya meminta Hamid untuk membujuk Zainab agar mau menerima pemuda pilihannya. Dengan berat hati, Hamid menuruti kehendak ibu Zainab.
Zainab sangat sedih menerima kenyataan tersebut. Dalam hatinya, ia menolak kehendak ibunya. Karena tidak sanggup menanggung beban hatinya, Hamid memutuskan untuk pergi meninggalkan kampungnya. Hamid yang terusir dari kampung akhirnya meneruskan perjalanannya demi mewujudkan impiannya agar dapat menunaikan ibadah haji di Mekkah. Dia meninggalkan Zainab dan dengan diam-diam pergi ke Medan. Sesampainya di Medan, dia menulis surat kepada Zainab. Dalam suratnya, dia mencurahkan isi hatinya kepada Zainab. Menerima surat itu, Zainab sangat terpukul dan sedih. Dari Medan, Hamid melanjutkan perjalanan menuju ke Singapura. Kemudian, dia pergi ke tanah suci Mekkah. Selama ditinggalkan oleh Hamid, hati Zainab menjadi sangat tersiksa. Dia sering sakit-sakitan, semangat hidupnya terasa berkurang menahan rasa rindunya yang mendalam pada Hamid. Begitu pula dengan Hamid, dia selalu gelisah karena menahan beban rindunya pada Zainab.
Setahun sudah Hamid berada di Makkah. Betapa gembira hati Hamid bertemu dengan Saleh, teman di kampungnya. Selain sebagai teman sepermainannya semasa kecil, istri Saleh,Rosana, adalah teman dekat Zainab. Dari Saleh, dia mendapat banyak berita tentang kampungnya termasuk keadaan Zainab.Dari penuturan Saleh, Hamid mengetahui bahwa Zainab juga mencintainya. Sejak kepergian Hamid, Zainab sering sakit-sakitan. Dia menderita batin yang begitu mendalam, Karena suatu sebab, dia tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan ibunya, sedangkan orang yang paling dicintainya, yaitu Hamid telah pergi entah kemana. Dia selalu menunggu kedatangan Hamid dengan penuh harap. Mendengar penuturan Saleh tersebut, perasaan Hamid bercampur antara perasaan sedih dan gembira. Sedih sebab Zainab menderita fisik dan batin. Gembira karena Zainab mencintainya juga. Artinya cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Karena tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan ibunya. Hamid berencana kembali ke kampung halaman setelah menunaikan ibadah haji terlebih dahulu.
Namun Tuhan berkehendak lain. Hamid dan Zainab meninggal dunia sebelum mereka bertemu. Hamid yang meninggal di bawah lindungan Ka’bah dan Zainab meninggal di kampung halamannya dengan kerinduan dan cinta yang amat menyiksa perasaan masing-masing. Akhir cerita yang sangat mengharukan ketika tergambarkan dalam film ini bahwa raga mereka tidak bisa bersatu di dunia, namun jiwa mereka bertemu dan bersatu di bawah lindungan Ka’bah.
"Apapun yang akan terjadi, ingatlah bahwa ketika engkau tak punya siapa-siapa selain Allah,
Allah itu lebih dari cukup."
-Memmy-
Jumat, 23 November 2012
Adakah Kesempatan Kedua?
Tiada seorangpun yang dapat kembali dan mulai baru dari awal lagi. Namun demikian, setiap orang mampu dan dapat memulai sesuatu saat ini dan melakukan suatu akhir yang baru.
Tuhan tidak pernah menjanjikan hari-hari kita berlalu tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan dan siang tanpa malam, tetapi yang pasti, Dia menjanjikan kita kekuatan untuk melalui kehidupan kita hari ini, kebahagiaan untuk air mata dan terang dalam perjalanan hidup ini.
Kekecewaan dalam hidup kita yang kita alami bagai “polisi tidur” saja, ini akan memperlambat sedikit saja perjalanan kita, tetapi kita selanjutnya akan menikmati perjalanan berikutnya di atas jalan yang lebih rata. Oleh karena itu, janganlah tinggal terlalu lama saat berada di “polisi tidur”. Berjalanlah terus, majulah terus...
Ketika kita kecewa karena tidak memperoleh apa yang dikehendaki, tetap tersenyumlah dan jangan putus harapan. Karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik, lebih indah untuk kita. Saat terjadi sesuatu pada dirimu, apakah itu baik atau buruk, untung atau malang, pertimbangkan dan renungkan itu semua. Karena pasti ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan yang mengajarkan kepada kita bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras untuk menangis...
Kita tidak dapat memaksa seseorang untuk mencintai kita... Apa yang dapat kita perbuat hanyalah membiarkan diri untuk dicintai seseorang dan selebihnya biarlah ada pada orang lain untuk menilai diri kita. Ukuran cinta adalah saat mencintai tanpa batas. Karena dalam kehidupan nyata, jarang akan kita temui seseorang yang kita cintai dan orang itupun mencintai kita juga.
Jadi sekali memperoleh cinta, jangan lepaskan. Sebab mungkin cinta itu tidak datang kembali. Lebih baik kehilangan harga diri kepada orang yang mencintaimu daripada kehilangan orang yang dicintai karena harga diri. Kita terlalu membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai untuk dicintai atau melihat kesalahan-kesalahan pada orang yang telah kita cintai, daripada malah seharusnya kita memperbaiki diri dan menyempurnakan cinta yang kita berikan.
Jadi, jika sungguh-sungguh sayang atau mencintai seseorang, janganlah mencari-cari kekurangan-kekurangannya dan jangan mencari-cari alasan, jangan pula mencari-cari kesalahan-kesalahannya.
Seperti hidup di dunia ini, hanyalah sekali.
Tak akan pernah ada yang disebut kesempatan kedua. Jadi, pandailah meraih dan memaknai kesempatan yang hanya datang sekali tersebut.
-Memmy-
Tuhan tidak pernah menjanjikan hari-hari kita berlalu tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan dan siang tanpa malam, tetapi yang pasti, Dia menjanjikan kita kekuatan untuk melalui kehidupan kita hari ini, kebahagiaan untuk air mata dan terang dalam perjalanan hidup ini.
Kekecewaan dalam hidup kita yang kita alami bagai “polisi tidur” saja, ini akan memperlambat sedikit saja perjalanan kita, tetapi kita selanjutnya akan menikmati perjalanan berikutnya di atas jalan yang lebih rata. Oleh karena itu, janganlah tinggal terlalu lama saat berada di “polisi tidur”. Berjalanlah terus, majulah terus...
Ketika kita kecewa karena tidak memperoleh apa yang dikehendaki, tetap tersenyumlah dan jangan putus harapan. Karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik, lebih indah untuk kita. Saat terjadi sesuatu pada dirimu, apakah itu baik atau buruk, untung atau malang, pertimbangkan dan renungkan itu semua. Karena pasti ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan yang mengajarkan kepada kita bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras untuk menangis...
Kita tidak dapat memaksa seseorang untuk mencintai kita... Apa yang dapat kita perbuat hanyalah membiarkan diri untuk dicintai seseorang dan selebihnya biarlah ada pada orang lain untuk menilai diri kita. Ukuran cinta adalah saat mencintai tanpa batas. Karena dalam kehidupan nyata, jarang akan kita temui seseorang yang kita cintai dan orang itupun mencintai kita juga.
Jadi sekali memperoleh cinta, jangan lepaskan. Sebab mungkin cinta itu tidak datang kembali. Lebih baik kehilangan harga diri kepada orang yang mencintaimu daripada kehilangan orang yang dicintai karena harga diri. Kita terlalu membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai untuk dicintai atau melihat kesalahan-kesalahan pada orang yang telah kita cintai, daripada malah seharusnya kita memperbaiki diri dan menyempurnakan cinta yang kita berikan.
Jadi, jika sungguh-sungguh sayang atau mencintai seseorang, janganlah mencari-cari kekurangan-kekurangannya dan jangan mencari-cari alasan, jangan pula mencari-cari kesalahan-kesalahannya.
Seperti hidup di dunia ini, hanyalah sekali.
Tak akan pernah ada yang disebut kesempatan kedua. Jadi, pandailah meraih dan memaknai kesempatan yang hanya datang sekali tersebut.
-Memmy-
Kamis, 22 November 2012
Cerita Perjalananku Belajar Mengais Rupiah
Hai... hai... Reader's!
Disini aku pengen cerita tentang perjalananku belajar mengais rupiah.
Jika diinget-inget, sejak kecil aku sudah belajar untuk mendapatkan uang.
Story ini kumulai dari kelas 2 SD, dimana aku berjualan dari ide kreatif membuat barang. Misalnya buku catatan kecil dari kertas bekas yang kusatukan dan kujilid. Konsumennya waktu itu hanya teman-teman bermainku. Untungnya mungkin hanya bisa untuk beli permen... Hehe.
Selanjutnya ketika SMA pernah juga berjualan kaos yang bergambar dan tulisan yang lucu yang untungnya Rp 3.000,- sampai Rp 5.000,- per kaos. Kali ini konsumennya teman-teman sekolah. Untungnya bisa buat tambahan uang jajan, bisa untuk beli tahu bakso di koperasi sekolah lah... Hehehe.
Karena kebiasaanku easy going, cuek, rajin promosi, suka jalan dan bersosialisasi maka banyak teman dan saudara yang meminta tolong untuk dibelikan sesuatu. Tanpa mengharap, meminta atau mengambil untung, Alhamdulillah diberi uang lelah... Hihihi.
Dengan senang hati aku muter-muter dari toko ke toko, pasar ataupun pedagang perko (emper toko) tanya spesifikasi barang juga harganya (milih yang spesifikasi dan kualitas terbaik dengan harga paling murah sesuai dengan prinsip ekonomi). Dari sinilah aku mempunyai banyak teman, kenalan pedagang. Jadi lain hari jika aku ingin belanja bisa lebih murah.
Barang yang pernah dititip mulai dari bakpia, taplak meja, daster, sandal, sepatu, tas, dompet, kosmetik, pulsa hingga gadget IT seperti HP, smartphone, laptop, dll.
Hobby ku memang jalan-jalan, travelling. Ketika hobby bisa menjadi ladang rezeki, nikmatnyaaa :D
Hal ini masih berlanjut sampai sekarang. Yup, menjadi seorang yang ringan tangan dan tak mengharap balas memang gak ada ruginya. Mau bukti? Silahkan coba sendiri ;-)
Ketika kuliah, ada beberapa kesibukan yang menghasilkan rupiah.
Berjualan pulsa yang konsumennya temen kuliah, saudara dan lebih banyak untuk sendiri sebenarnya... hehehe. Untungnya dari ratusan rupiah, gak sampai 2ribu untuk tiap transaksi. Kadang ada yang bayarnya ngutang pula, Hmmm... Sangat menikmati lah pokoknya :D
Sekitar tahun 2008 waktu baru-barunya penemuan Boneka Rumput Horta, aku sempat mendapatkan kesempatan memasarkan boneka ini. Berjualan di Sunday Morning di Stadion Manahan Solo bareng ade' sepupu dari jam setengah 8 pagi sampai 10 siang. Dengan leaflet yang kubuat dan promosi, nyantol juga. Sempat beberapa kali mengirim Boneka Horta ke luar kota, luar provinsi. Konsumen dalam kota Yogyakarta, Rembang dan kota-kota lain. Melayani delivery dan service excellent (SMS dan telpon karena waktu itu belum kenal media facebook, twitter apalagi BBM). Laris manis tanjung kimpul... Alhamdulillah.
Untungnya... Kira-kira bisa buat tiket pp Rembang Jogja 10 kali atau lebih, tapi ga disisihin. Habis masuk perut dan habis nempel dibadan sepertinya :D
Setelah cukup sukses berjualan boneka Rumput Horta, aku mulai ingin mencoba bekerja dengan orang lain. Setelah selesai KKN (Kuliah Kerja Nyata) pertengahan tahun 2008, aku melamar bekerja partime (paruh waktu) sebagai operator warnet di BaitNet (Babarsari). Berdasarkan info lowongan kerja partime yang kubaca di salah satu koran harian, kudapatkan info lowongan itu. Kubuat surat lamaran kerja, interview oleh manager warnetnya (Mbak Mega) yang sampai saat ini kami masih sering berkomunikasi akhirnya diterima.
Jadwal kerja di BaitNet per shift 6 jam (cewe shift pagi 07.00 - 13.00 dan atau siang 13.00 - 19.00 sedangkan cowo shift sore 19.00 - 01.00 dan atau malem 01.00 - 07.00). Kurang dari setahun aku bekerja disana karena dengan partime semakin membuat skripsiku tertunda, keasyikan bekerja, chatting dan browsing. hehehe...
Tentang salary, lumayan untuk beli bensin atau pulsa. Seminggu aku biasanya masuk 2 - 3 kali. Karena ingin menambah penghasilan dan ingin tahu sistem manajemen warnet di tempat lain, aku bekerja partime juga di CheetozNet Gejayan. Banyak keuntungan yang kurasakan selama bekerja partimer, selain mendapat salary untuk jajan, aku mendapatkan banyak teman-teman baru yang kompak, setia kawan, solidaritas tinggi, browsing gratis sepuasnya dengan kecepatan akses tinggi, tahu sistem manajemen di warnet, dll.
Bukti solidaritas temen-temen OP dan owner warnet misalnya THR menjelang lebaran, piknik bareng ke Pandawa Waterboom Solo, Pantai di Jogja, Foto bareng, kondangan bareng, kerja bakti bersih-bersih warnet bareng, makan bersama, dll.
Ketika ingin fokus menyelesaikan skripsi, aku memutuskan untuk cuti ga jaga warnet. Aku memutuskan untuk berhenti partime di warnet ketika aku resmi diterima bekerja di Fakultas Geografi, yaitu 1 Mei 2010.
Ohya, di sela-sela bekerja di warnet, saya dan beberapa teman pernah mengadu nasib di Ramadhan tahun 2009 dengan berjualan es kawis, pudding dan nasi uduk untuk ta'jil buka puasa di sepanjang Masjid Kampus UGM. Dengan modal @ Rp 100.000,- 6 orang dan modal tenaga dan peralatan seadanya, kami menjual makanan tersebut selama Ramadhan. Sekedar cerita persiapan kami belanja untuk lauk nasi uduk setelah shubuh di Pasar Colombo, memasak nasi uduk pagi-pagi di rumahku, pudding dimasak temenku di rumahnya, buah-buahan untuk isi es kawis dan diracik dari rumah, jam 4 sore kami berkumpul di stand kami yaitu depan masjid kampus UGM dengan membawa meja kecil tempat dagangan, menggelar tikar, termos es batu, memotong es, dambil mempromosikan dagangan kami kepada orang-orang yang lewat. Alhamdulillah, mendapat pesanan es kawis untuk buka puasa dan hasilnya lumayan lah buat THR kami :D
Jadi, selama hampir satu bulan kami selalu buka bersama disana dengan menu yang sama yaitu es kawis, nasi eggudug (nasi uduk) dan pudding KAMCIA.
Karena kesuksesan dan reaksi yang positif kepada KAMCIA, kami bersemangat untuk melanjutkan usaha ini. Dengan tenaga dan modal berempat (aku, rara, nurika, edi) kami melanjutkan usaha ini dengan mengontrak sebuah ruko untuk berjualan di daerah sebelum jembatan Sardjito. Jam kami berjualan yaitu setelah maghrib hingga tengah malam. Selama 3 bulan kami disana, namun karena beberapa alasan warung kami tutup dan masing-masing dari kami mulai bekerja "sebenarnya".
Sejak 1 Mei 2010, aku mulai bekerja kantoran. Ga serabutan seperti sebelumnya, Hehehe. Bagiku, ga masalah bekerja apa saja. Yang penting halal. Tapi mungkin untuk sebagian orang baru dianggap bekerja jika berada di kantor, memakai seragam... Hmmm, whatever lah :D
Yup, mulai 1 Mei 2010 aku kembali di kampusku, sebagai staff disana. Dari informasi lowongan pekerjaan lewat website fakultas dan obrolan dosen serta atas persetujuan orang tuaku, akhirnya aku memutuskan untuk melamar dan alhamdulillah diterima.
Sampai sekarang ladang rezekiku disini.
Ohya, disela-sela partime sebagai operator warnet aku mencoba untuk berbisnis MLM (Multi Level Marketing) di MLM fashion dan kosmetik. Penjualanku waktu itu cukup bagus, bisa mencapai target, mendapatkan reward barang ataupun uang dan tour, keuntungan langsung, downline, naik peringkat dan pada bulan November 2011 lalu mendapatkan reward tour ke Bali. Berjualan MLM produk fashion masih kulakukan hingga sekarang, namun penjualan tak sebagus dulu karena sudah banyak sekali toko online dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing. Tak apa... Rezeki lain pasti masih luas untuk orang yang giat berusaha dan optimis.
Terimakasih untuk segala dukungan moril maupun materiil, kepercayaan, solidaritas serta restu dari kalian. Semoga sukses dan berkah untuk kita semua. Big hug and kiss :-)
-Memmy-
Disini aku pengen cerita tentang perjalananku belajar mengais rupiah.
Jika diinget-inget, sejak kecil aku sudah belajar untuk mendapatkan uang.
Story ini kumulai dari kelas 2 SD, dimana aku berjualan dari ide kreatif membuat barang. Misalnya buku catatan kecil dari kertas bekas yang kusatukan dan kujilid. Konsumennya waktu itu hanya teman-teman bermainku. Untungnya mungkin hanya bisa untuk beli permen... Hehe.
Selanjutnya ketika SMA pernah juga berjualan kaos yang bergambar dan tulisan yang lucu yang untungnya Rp 3.000,- sampai Rp 5.000,- per kaos. Kali ini konsumennya teman-teman sekolah. Untungnya bisa buat tambahan uang jajan, bisa untuk beli tahu bakso di koperasi sekolah lah... Hehehe.
Karena kebiasaanku easy going, cuek, rajin promosi, suka jalan dan bersosialisasi maka banyak teman dan saudara yang meminta tolong untuk dibelikan sesuatu. Tanpa mengharap, meminta atau mengambil untung, Alhamdulillah diberi uang lelah... Hihihi.
Dengan senang hati aku muter-muter dari toko ke toko, pasar ataupun pedagang perko (emper toko) tanya spesifikasi barang juga harganya (milih yang spesifikasi dan kualitas terbaik dengan harga paling murah sesuai dengan prinsip ekonomi). Dari sinilah aku mempunyai banyak teman, kenalan pedagang. Jadi lain hari jika aku ingin belanja bisa lebih murah.
Barang yang pernah dititip mulai dari bakpia, taplak meja, daster, sandal, sepatu, tas, dompet, kosmetik, pulsa hingga gadget IT seperti HP, smartphone, laptop, dll.
Hobby ku memang jalan-jalan, travelling. Ketika hobby bisa menjadi ladang rezeki, nikmatnyaaa :D
Hal ini masih berlanjut sampai sekarang. Yup, menjadi seorang yang ringan tangan dan tak mengharap balas memang gak ada ruginya. Mau bukti? Silahkan coba sendiri ;-)
Ketika kuliah, ada beberapa kesibukan yang menghasilkan rupiah.
Berjualan pulsa yang konsumennya temen kuliah, saudara dan lebih banyak untuk sendiri sebenarnya... hehehe. Untungnya dari ratusan rupiah, gak sampai 2ribu untuk tiap transaksi. Kadang ada yang bayarnya ngutang pula, Hmmm... Sangat menikmati lah pokoknya :D
Sekitar tahun 2008 waktu baru-barunya penemuan Boneka Rumput Horta, aku sempat mendapatkan kesempatan memasarkan boneka ini. Berjualan di Sunday Morning di Stadion Manahan Solo bareng ade' sepupu dari jam setengah 8 pagi sampai 10 siang. Dengan leaflet yang kubuat dan promosi, nyantol juga. Sempat beberapa kali mengirim Boneka Horta ke luar kota, luar provinsi. Konsumen dalam kota Yogyakarta, Rembang dan kota-kota lain. Melayani delivery dan service excellent (SMS dan telpon karena waktu itu belum kenal media facebook, twitter apalagi BBM). Laris manis tanjung kimpul... Alhamdulillah.
Untungnya... Kira-kira bisa buat tiket pp Rembang Jogja 10 kali atau lebih, tapi ga disisihin. Habis masuk perut dan habis nempel dibadan sepertinya :D
Setelah cukup sukses berjualan boneka Rumput Horta, aku mulai ingin mencoba bekerja dengan orang lain. Setelah selesai KKN (Kuliah Kerja Nyata) pertengahan tahun 2008, aku melamar bekerja partime (paruh waktu) sebagai operator warnet di BaitNet (Babarsari). Berdasarkan info lowongan kerja partime yang kubaca di salah satu koran harian, kudapatkan info lowongan itu. Kubuat surat lamaran kerja, interview oleh manager warnetnya (Mbak Mega) yang sampai saat ini kami masih sering berkomunikasi akhirnya diterima.
Jadwal kerja di BaitNet per shift 6 jam (cewe shift pagi 07.00 - 13.00 dan atau siang 13.00 - 19.00 sedangkan cowo shift sore 19.00 - 01.00 dan atau malem 01.00 - 07.00). Kurang dari setahun aku bekerja disana karena dengan partime semakin membuat skripsiku tertunda, keasyikan bekerja, chatting dan browsing. hehehe...
Tentang salary, lumayan untuk beli bensin atau pulsa. Seminggu aku biasanya masuk 2 - 3 kali. Karena ingin menambah penghasilan dan ingin tahu sistem manajemen warnet di tempat lain, aku bekerja partime juga di CheetozNet Gejayan. Banyak keuntungan yang kurasakan selama bekerja partimer, selain mendapat salary untuk jajan, aku mendapatkan banyak teman-teman baru yang kompak, setia kawan, solidaritas tinggi, browsing gratis sepuasnya dengan kecepatan akses tinggi, tahu sistem manajemen di warnet, dll.
Bukti solidaritas temen-temen OP dan owner warnet misalnya THR menjelang lebaran, piknik bareng ke Pandawa Waterboom Solo, Pantai di Jogja, Foto bareng, kondangan bareng, kerja bakti bersih-bersih warnet bareng, makan bersama, dll.
Ketika ingin fokus menyelesaikan skripsi, aku memutuskan untuk cuti ga jaga warnet. Aku memutuskan untuk berhenti partime di warnet ketika aku resmi diterima bekerja di Fakultas Geografi, yaitu 1 Mei 2010.
Ohya, di sela-sela bekerja di warnet, saya dan beberapa teman pernah mengadu nasib di Ramadhan tahun 2009 dengan berjualan es kawis, pudding dan nasi uduk untuk ta'jil buka puasa di sepanjang Masjid Kampus UGM. Dengan modal @ Rp 100.000,- 6 orang dan modal tenaga dan peralatan seadanya, kami menjual makanan tersebut selama Ramadhan. Sekedar cerita persiapan kami belanja untuk lauk nasi uduk setelah shubuh di Pasar Colombo, memasak nasi uduk pagi-pagi di rumahku, pudding dimasak temenku di rumahnya, buah-buahan untuk isi es kawis dan diracik dari rumah, jam 4 sore kami berkumpul di stand kami yaitu depan masjid kampus UGM dengan membawa meja kecil tempat dagangan, menggelar tikar, termos es batu, memotong es, dambil mempromosikan dagangan kami kepada orang-orang yang lewat. Alhamdulillah, mendapat pesanan es kawis untuk buka puasa dan hasilnya lumayan lah buat THR kami :D
Jadi, selama hampir satu bulan kami selalu buka bersama disana dengan menu yang sama yaitu es kawis, nasi eggudug (nasi uduk) dan pudding KAMCIA.
Karena kesuksesan dan reaksi yang positif kepada KAMCIA, kami bersemangat untuk melanjutkan usaha ini. Dengan tenaga dan modal berempat (aku, rara, nurika, edi) kami melanjutkan usaha ini dengan mengontrak sebuah ruko untuk berjualan di daerah sebelum jembatan Sardjito. Jam kami berjualan yaitu setelah maghrib hingga tengah malam. Selama 3 bulan kami disana, namun karena beberapa alasan warung kami tutup dan masing-masing dari kami mulai bekerja "sebenarnya".
Sejak 1 Mei 2010, aku mulai bekerja kantoran. Ga serabutan seperti sebelumnya, Hehehe. Bagiku, ga masalah bekerja apa saja. Yang penting halal. Tapi mungkin untuk sebagian orang baru dianggap bekerja jika berada di kantor, memakai seragam... Hmmm, whatever lah :D
Yup, mulai 1 Mei 2010 aku kembali di kampusku, sebagai staff disana. Dari informasi lowongan pekerjaan lewat website fakultas dan obrolan dosen serta atas persetujuan orang tuaku, akhirnya aku memutuskan untuk melamar dan alhamdulillah diterima.
Sampai sekarang ladang rezekiku disini.
Ohya, disela-sela partime sebagai operator warnet aku mencoba untuk berbisnis MLM (Multi Level Marketing) di MLM fashion dan kosmetik. Penjualanku waktu itu cukup bagus, bisa mencapai target, mendapatkan reward barang ataupun uang dan tour, keuntungan langsung, downline, naik peringkat dan pada bulan November 2011 lalu mendapatkan reward tour ke Bali. Berjualan MLM produk fashion masih kulakukan hingga sekarang, namun penjualan tak sebagus dulu karena sudah banyak sekali toko online dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing. Tak apa... Rezeki lain pasti masih luas untuk orang yang giat berusaha dan optimis.
Terimakasih untuk segala dukungan moril maupun materiil, kepercayaan, solidaritas serta restu dari kalian. Semoga sukses dan berkah untuk kita semua. Big hug and kiss :-)
-Memmy-
Surat Cinta Untukmu, Calon Suamiku
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur? Karena dapat kembali menatap fananya hidup ini;
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu? Atas amanah yang saat ini tengah kau genggam;
Wahai calon suamiku, tahukah engkau Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?
Di sini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya kenapa Allah selalu mengujiku tepat di hatiku, bagian terapuh dari diriku. Namun kini kutahu jawabnya….
Allah tau dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingatNya, kembali mencintaiNya.
Ujian demi ujian insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga memiliki aku di hatimu.
Calon suamiku….
Entah dimana dirimu sekarang, tapi aku yakin Allahpun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak...
Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu.
Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, maka hanya kesia-siaan dan kekecewaan yang akan kau dapati.
Aku masih haus akan ilmu, namun berbekal ilmu yang ada saat ini aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku…
Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan ibuku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholeha agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat kelak.
Namun nanti setelah menjadi istrimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholeha agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu dan mendampingimu yang shaleh.
Aku ini pencemburu berat, tapi jika Allah dan Rasulullah lebih kau cintai, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan meski mungkin bukan yang kuharapkan.
Calon suamiku yang dirahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas da’wah kita dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus da’wah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah ta’ala…
Bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya. bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik tapi setidaknya bisa menjadi yang terbaik di sisimu kelak.
Calon suamiku...
Inilah sekilas harapan, yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Meskipun “tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata”.
Kelak saat kita tengah bersama maka di situlah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Bersabarlah calon suamiku doaku selalu agar Allah memudahkan jalanmu untuk menjemputku sebagai bidadarimu...
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dari yang ...
-Memmy-
Apa kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur? Karena dapat kembali menatap fananya hidup ini;
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu? Atas amanah yang saat ini tengah kau genggam;
Wahai calon suamiku, tahukah engkau Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?
Di sini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya kenapa Allah selalu mengujiku tepat di hatiku, bagian terapuh dari diriku. Namun kini kutahu jawabnya….
Allah tau dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingatNya, kembali mencintaiNya.
Ujian demi ujian insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga memiliki aku di hatimu.
Calon suamiku….
Entah dimana dirimu sekarang, tapi aku yakin Allahpun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak...
Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu.
Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, maka hanya kesia-siaan dan kekecewaan yang akan kau dapati.
Aku masih haus akan ilmu, namun berbekal ilmu yang ada saat ini aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku…
Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan ibuku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholeha agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat kelak.
Namun nanti setelah menjadi istrimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholeha agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu dan mendampingimu yang shaleh.
Aku ini pencemburu berat, tapi jika Allah dan Rasulullah lebih kau cintai, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan meski mungkin bukan yang kuharapkan.
Calon suamiku yang dirahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas da’wah kita dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus da’wah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah ta’ala…
Bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya. bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik tapi setidaknya bisa menjadi yang terbaik di sisimu kelak.
Calon suamiku...
Inilah sekilas harapan, yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Meskipun “tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata”.
Kelak saat kita tengah bersama maka di situlah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Bersabarlah calon suamiku doaku selalu agar Allah memudahkan jalanmu untuk menjemputku sebagai bidadarimu...
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dari yang ...
-Memmy-
Senin, 30 Juli 2012
Kutulis Ini Untukmu : Bapak, Ibuku...
Dear Readers,
Hari ini insyaAllah Ramadhan di hari ke-10. Hari Senin, hari pertama bekerja setelah menghabiskan akhir pekan di kampung halaman.
Cerita ini kumulai dengan perjalananku pulang hari Jum'at lalu. Hari Jum'at pagi mendadak aku ingin sekali pulang... Setelah beberapa hari Bapak Ibu tak meneleponku (karena biasanya mereka tiap hari rajin menelepon anak-anak dan saudara serta kerabat mereka). Bapak Ibu cukup memahami aktivitasku, sehingga mungkin merasa tidak perlu meneleponku dulu. Pagi, sesampai kantor kutelepon Bapak, kusampaikan bahwa "InsyaAllah nanti sore aku pulang, Pak". Dari intonasi suara yang kudengar, dapat kubayangkan bahwa Bapak senang sekali mendengar kabar ini. Kemudian Bapak pesen untuk dibelikan case HP nya karena case yang kubelikan beberapa waktu yang lalu sudah rusak...
Ga lama kemudian, kutelepon Ibu. Kuberitahu kabar yang sama bawa "InsyaAllah nanti sore aku pulang, buk".
Istirahat kerja (jam 11.00-13.00) kupakai untuk muter-muter beli barang yang mau kubawa pulang, termasuk casing HP pesenan Bapak. Alhamdulillah, komplit sudah yang mau dibawa pulang.
Singkat kata, singkat cerita, jam 17.30 bus Patas Nusantara membawaku dan penumpang lain ke Semarang. Semarang - Rembang aku diantar bus Patas Sinar Mandiri setelah beberapa lama H2c alias Harap-Harap Cemas antara ada dan tiada bus lewat Rembang (macet perbaikan jalan).
Seperti biasa, Bapak Ibu yang selalu setia menjemput putrinya ini di dekat Masjid Agung Lasem. Jam menunjukkan pukul 00.15. Mereka berdua masih setia menunggu kedatanganku hingga Ibu tidur di jok tengah mobil dan Bapak menungguku sambil menunggu pesenan ayam goreng dan tempe goreng untuk menu makan sahur kami di salah satu warung tenda depan Pasar Lasem. Kemudian kami pulang dan sampai rumah kurang lebih jam 00.45, istirahat.
Ohya, sebelum istirahat, aku serahkan casing pesenan Bapak, dan salah satu langsung dipasang Bapak ke HP nya (sepertinya Bapak menyukainya).
Hari Sabtu pagi Bapak Ibu bekerja seperti biasa, dan aku memilih untuk hibernasi aja di rumah. Hehe...
Kenapa aku ingin sekali pulang? Salah satu alasannya yaitu karena ingin bisa tarawih berjama'ah bareng Bapak Ibu, mbah, budhe. Sabtu malem alhamdulillah keinginan itu bisa terpenuhi. Ga lama setelah rutinitas terselesaikan, aku dan Bapak ke rumah bulik, ketemu bulik, ade'-ade' sepupu dan Om. Seneng bisa menikmati suasana itu...
Esok paginya, dengan setia Bapak Ibu mengantarkanku ke Rembang untuk kembali ke Jogja siangnya. Kami bertiga menikmati perjalanan sepanjang rumah - Rembang dengan medan yang cukup curam. Agak horor Bapak menyetir dengan menelepon dan kebiasaan beliau "mengudara" atau radio amatir. Tapi beliau sudah fasih sekali dengan medan disana, jadi lega, penumpang boleh menikmati perjalanan aja. Hehe... Ngobrol, telepon Mas Eko dan saudara serta kerabat lain, mampir ke pasar Lasem (mengantar Ibu beli pisang).
Dengan perhatian seperti ini, aku merasa kedua orangtuaku sangat menyayangiku...
Hingga akhirnya pukul 13.30 travel menjemputku di rumah budhe, yang memaksaku untuk segera meninggalkan Kota Rembang dengan segala isinya.
Sepanjang jalan, beberapa kali Bapak meneleponku, sekedar menanyakan "tekan endi?". Ibu juga meneleponku waktu berbuka puasa, memastikan bahwa aku sudah buka puasa. Senang sekali aku mempunyai orang tua seperti mereka, care sekali kepada anaknya. Memang benar kata peribahasa "kasih sayang orang tua sepanjang jalan (tak berbatas)" sekarang aku mengerti dan merasakan sendiri hal itu, tulusnya kasih sayang dari Bapak Ibu.
Sesampai di Jogja, tak lupa aku ngabarin ke kedua Ibu ku lewat pesan singkat bahwa aku sudah sampai rumah (kurang lebih jam 21.00). SMS yang kukirim ke Ibu bersamaan dengan SMS Ibu kepadaku, Hehe... Kabarku sudah ditunggu-tunggu mungkin.
Setelah bersih-bersih dan beberapa kali membalas pesan singkat dari Ibu, akupun terlelap hingga bangun sahur seperti biasa dan tidur lagi hingga aku dibangunkan oleh dering telepon dengan ring tone khas (beberapa temanku tau dan hafal jika ring tone ini berbunyi "Yang Terbaik Bagimu, Ada Band Feat. Gita Gutawa", berarti ada telepon dari Bapak, Hehe).
Bapak menanyakan semalam aku sampai rumah jam berapa, karena Ibu ternyata belum menyampaikan ke Bapak dan di luar yang kukira dan baru kali ini Bapak ngendikan kalau beliau kurang enak badan. Antara cemas, sedih mendengar hal itu...
Bapak kuminta memastikannya dengan periksa ke dokter. Bapak yang selama ini benar-benar menjadi figur seorang Bapak untuk kami, yang kalem, ramah, tidak banyak bicara, tegas, sederhana, murah senyum, low profile, sabar juga aktif dan energik...
Beruntung sekali aku dilahirkan dan dibesarkan di keluarga ini, dengan penuh kesederhanaan dan sistem didikan yang bisa dibilang "keras" namun "pas".
Salah satu moment bahagia bersama mereka yaitu waktu wisuda sarjanaku didampingi mereka. Semoga mereka berdua masih sehat untuk mendampingi di pernikahanku, Bapak menjadi wali nikahku dan menimang cucu, anak-anakku nanti. Semoga Bapak Ibu selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Aamiin.
Terima kasih Bapak, Terima kasih Ibu... Tak cukup kata, tak cukup apa-apa untuk bisa membalas semua kasih sayangmu.
Dari yang mencintaimu,
-Memmy-
Hari ini insyaAllah Ramadhan di hari ke-10. Hari Senin, hari pertama bekerja setelah menghabiskan akhir pekan di kampung halaman.
Cerita ini kumulai dengan perjalananku pulang hari Jum'at lalu. Hari Jum'at pagi mendadak aku ingin sekali pulang... Setelah beberapa hari Bapak Ibu tak meneleponku (karena biasanya mereka tiap hari rajin menelepon anak-anak dan saudara serta kerabat mereka). Bapak Ibu cukup memahami aktivitasku, sehingga mungkin merasa tidak perlu meneleponku dulu. Pagi, sesampai kantor kutelepon Bapak, kusampaikan bahwa "InsyaAllah nanti sore aku pulang, Pak". Dari intonasi suara yang kudengar, dapat kubayangkan bahwa Bapak senang sekali mendengar kabar ini. Kemudian Bapak pesen untuk dibelikan case HP nya karena case yang kubelikan beberapa waktu yang lalu sudah rusak...
Ga lama kemudian, kutelepon Ibu. Kuberitahu kabar yang sama bawa "InsyaAllah nanti sore aku pulang, buk".
Istirahat kerja (jam 11.00-13.00) kupakai untuk muter-muter beli barang yang mau kubawa pulang, termasuk casing HP pesenan Bapak. Alhamdulillah, komplit sudah yang mau dibawa pulang.
Singkat kata, singkat cerita, jam 17.30 bus Patas Nusantara membawaku dan penumpang lain ke Semarang. Semarang - Rembang aku diantar bus Patas Sinar Mandiri setelah beberapa lama H2c alias Harap-Harap Cemas antara ada dan tiada bus lewat Rembang (macet perbaikan jalan).
Seperti biasa, Bapak Ibu yang selalu setia menjemput putrinya ini di dekat Masjid Agung Lasem. Jam menunjukkan pukul 00.15. Mereka berdua masih setia menunggu kedatanganku hingga Ibu tidur di jok tengah mobil dan Bapak menungguku sambil menunggu pesenan ayam goreng dan tempe goreng untuk menu makan sahur kami di salah satu warung tenda depan Pasar Lasem. Kemudian kami pulang dan sampai rumah kurang lebih jam 00.45, istirahat.
Ohya, sebelum istirahat, aku serahkan casing pesenan Bapak, dan salah satu langsung dipasang Bapak ke HP nya (sepertinya Bapak menyukainya).
Hari Sabtu pagi Bapak Ibu bekerja seperti biasa, dan aku memilih untuk hibernasi aja di rumah. Hehe...
Kenapa aku ingin sekali pulang? Salah satu alasannya yaitu karena ingin bisa tarawih berjama'ah bareng Bapak Ibu, mbah, budhe. Sabtu malem alhamdulillah keinginan itu bisa terpenuhi. Ga lama setelah rutinitas terselesaikan, aku dan Bapak ke rumah bulik, ketemu bulik, ade'-ade' sepupu dan Om. Seneng bisa menikmati suasana itu...
Esok paginya, dengan setia Bapak Ibu mengantarkanku ke Rembang untuk kembali ke Jogja siangnya. Kami bertiga menikmati perjalanan sepanjang rumah - Rembang dengan medan yang cukup curam. Agak horor Bapak menyetir dengan menelepon dan kebiasaan beliau "mengudara" atau radio amatir. Tapi beliau sudah fasih sekali dengan medan disana, jadi lega, penumpang boleh menikmati perjalanan aja. Hehe... Ngobrol, telepon Mas Eko dan saudara serta kerabat lain, mampir ke pasar Lasem (mengantar Ibu beli pisang).
Dengan perhatian seperti ini, aku merasa kedua orangtuaku sangat menyayangiku...
Hingga akhirnya pukul 13.30 travel menjemputku di rumah budhe, yang memaksaku untuk segera meninggalkan Kota Rembang dengan segala isinya.
Sepanjang jalan, beberapa kali Bapak meneleponku, sekedar menanyakan "tekan endi?". Ibu juga meneleponku waktu berbuka puasa, memastikan bahwa aku sudah buka puasa. Senang sekali aku mempunyai orang tua seperti mereka, care sekali kepada anaknya. Memang benar kata peribahasa "kasih sayang orang tua sepanjang jalan (tak berbatas)" sekarang aku mengerti dan merasakan sendiri hal itu, tulusnya kasih sayang dari Bapak Ibu.
Sesampai di Jogja, tak lupa aku ngabarin ke kedua Ibu ku lewat pesan singkat bahwa aku sudah sampai rumah (kurang lebih jam 21.00). SMS yang kukirim ke Ibu bersamaan dengan SMS Ibu kepadaku, Hehe... Kabarku sudah ditunggu-tunggu mungkin.
Setelah bersih-bersih dan beberapa kali membalas pesan singkat dari Ibu, akupun terlelap hingga bangun sahur seperti biasa dan tidur lagi hingga aku dibangunkan oleh dering telepon dengan ring tone khas (beberapa temanku tau dan hafal jika ring tone ini berbunyi "Yang Terbaik Bagimu, Ada Band Feat. Gita Gutawa", berarti ada telepon dari Bapak, Hehe).
Bapak menanyakan semalam aku sampai rumah jam berapa, karena Ibu ternyata belum menyampaikan ke Bapak dan di luar yang kukira dan baru kali ini Bapak ngendikan kalau beliau kurang enak badan. Antara cemas, sedih mendengar hal itu...
Bapak kuminta memastikannya dengan periksa ke dokter. Bapak yang selama ini benar-benar menjadi figur seorang Bapak untuk kami, yang kalem, ramah, tidak banyak bicara, tegas, sederhana, murah senyum, low profile, sabar juga aktif dan energik...
Beruntung sekali aku dilahirkan dan dibesarkan di keluarga ini, dengan penuh kesederhanaan dan sistem didikan yang bisa dibilang "keras" namun "pas".
Salah satu moment bahagia bersama mereka yaitu waktu wisuda sarjanaku didampingi mereka. Semoga mereka berdua masih sehat untuk mendampingi di pernikahanku, Bapak menjadi wali nikahku dan menimang cucu, anak-anakku nanti. Semoga Bapak Ibu selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Aamiin.
Terima kasih Bapak, Terima kasih Ibu... Tak cukup kata, tak cukup apa-apa untuk bisa membalas semua kasih sayangmu.
Dari yang mencintaimu,
-Memmy-
Rabu, 04 Juli 2012
The Other Side of Job - Sailor
Dear readers,
Pernah nonton film kartun Popeye?
Film ini populer di tahun '90-an (waktu saya masih duduk di bangku SD). Film yang bertokohkan tiga pemeran utama yaitu Popeye si pelaut, istrinya bernama Olive dan seorang antagonis (bajak laut) yaitu Brutus.
Disini saya tidak menceritakan kisah kartun Popeye, namun profesi nyata seorang pelaut dari latar belakang pendidikannya, keahliannya dan profesinya.
Pelaut (sailor, seaman) adalah seseorang yang pekerjaannya berlayar di laut. Atau dapat pula berarti seseorang yang mengemudikan kapal atau membantu dalam operasi, perawatan atau pelayanan dari sebuah kapal. Hal ini mencakup seluruh orang yang bekerja di atas kapal. Selain itu sering pula disebut dengan Anak Buah Kapal atau ABK.
Sejarah Pendidikan Pelaut di Indonesia
Pendidikan Akademis Pelaut dan Hirarki di Kapal
Pada tahun 1957, Presiden RI pertama, Soekarno, meresmikan Akademi Pelayaran Indonesia/AIP (sekarang Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sebagai wadah pendidikan pelaut/pelayaran secara akademis. Masa pendidikannya pada awal pertama adalah selama 3 tahun, sama dengan pendidikan Akademi lainnya setingkat dengan sarjana muda pada masa itu. Pendidikan dihabiskan selama 2 tahun di kampus/asrama dan 1 tahun penuh melakukan praktik atau Proyek Laut di kapal-kapal niaga pelayaran samudra.
AIP
Pendidikan di AIP menggunakan gaya semi militer, karena memang taruna-taruna AIP adalah merupakan perwira cadangan angkatan laut. Sejak didirikan sampai kira-kira tahun 1985, hampir semua lulusan AIP terkena wajib militer dan bertugas di kapal-kapal perang RI dengan pangkat perwira muda Letda Angkatan Laut. Begitu juga pada awalnya semua taruna AIP mendapat ikatan dinas untuk menutupi kurangnya perwira laut pelayaran niaga Indonesia, yang dahulu sebagian besar masih di nakhodai oleh perwira laut Belanda. Pendidikan pelayaran di AIP banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan Akademi Pelayaran Belanda maupun Kingspoint Academy Amerika Serikat, karena memang hampir tiap tahunnya sebagian Taruna pilihan serta para pendidik di kirim ke luar negeri untuk tugas belajar.
BPLP di Semarang dan Makassar
Hingga dekade 70-80an menyusul berdirinya beberapa Pendidikan Pelayaran Negeri di Semarang dan Makassar dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran sebagai Crash Program memenuhi kebutuhan perwira pelayaran niaga di Indonesia. Sekarang kedua lembaga pendidikan tersebut diberi nama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP Semarang)dan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar (PIP Makassar), yang memiliki kurikulum dan standar yang sama dengan STIP Jakarta. Penerimaan mahasiswa atau dikenal Taruna dilakukan satu pintu melalui Badan Diklat Perhubungan Departeman Perhubungan. Lulusan mendapatkan ijazah formal Diploma IV dengan gelar S.ST dan memiliki ijazah profesi ANT / ATT III.Masa kejayaan pelaut Indonesia mulai sirna sejak musibah besar nasional terjadi pada tahun 1980 dengan tenggelamnya kapal KMP Tampomas II. Menyusul pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan Scrapping/Pembesi tua-an kapal-kapal yang berumur lebih dari 20 tahun, dampaknya perusahaan pelayaran nasional banyak yang gulung tikar dan tidak tertampungnya lulusan pelaut di tiga pendidikan akademi disamping Akademi dan sekolah pelayaran swasta yang lainnya.
STIP
Pada akhirnya dunia pelayaran di Indonesia mengakhiri masa krisisnya pada awal-awal tahun 90-an hingga sekarang. Sejak tahun 1998-2009, Indonesia sudah mempunyai Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran setara sarjana dengan beban studi 160 sks dengan gelar S.ST (Sarjana Sain Terapan). Jadi lulusan STIP boleh melanjutkan program S2 dan seterusnya disamping ijazah keahlian lainnya yang kalau dijumlahkan kurang lebih ada 10 sertifikat berstandard internasional dan menjadi sekolah pelayaran lisensi International Maritime Organization untuk Indonesia karena memang sekarang seluruh Taruna di STIP wajib menggunakan bahasa inggris.
Anak Buah Kapal
Anak Buah Kapal (ABK) atau Awak Kapal terdiri dari beberapa bagian. Masing masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri dan tanggung jawab utama terletak di tangan Kapten kapal selaku pimpinan pelayaran.
Hierarki Awak Kapal
Terbagi menjadi Departemen Dek dan Departemen Mesin, selain terbagi menjadi perwira/Officer dan bawahan/Rating.
Perwira Departemen Dek
1. Kapten/Teks tebalNakhoda/Master adalah pimpinan dan penanggung jawab pelayaran;
2. Mualim I/Chief Officer/Chief Mate bertugas pengatur muatan, persediaan air tawar dan sebagai pengatur arah navigasi;
3. Mualim 2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta pelayaran yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi;
4. Mualim 3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur, memeriksa, memelihara semua alat alat keselamatan kapal dan juga bertugas sebagai pengatur arah navigasi;
5. Markonis/Radio Officer/Spark bertugas sebagai operator radio/komunikasi serta bertanggung jawab menjaga keselamatan kapal dari marabahaya baik itu yg di timbulkan dari alam seperti badai, ada kapal tenggelam, dll.
Perwira Departemen Mesin
1. KKM (Kepala Kamar Mesin)/Chief Engineer, pimpinan dan penanggung jawab atas semua mesin yang ada di kapal baik itu mesin induk, mesin bantu, mesin pompa, mesin crane, mesin sekoci, mesin kemudi, mesin freezer, dll.;
2. Masinis 1/First Engineer bertanggung jawab atas mesin induk;
3. Masinis 2/Second Engineer bertanggung jawab atas semua mesin bantu;
4. Masinis 3/Third Enginer bertanggung jawab atas semua mesin pompa;
5. Juru Listrik/Electrician bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan tenaga listrik dan seluruh tenaga cadangan;
6. Juru minyak/Oiler pembantu para Masinis/Engineer.
Ratings atau Bawahan
1. Bagian Dek:
a. Boatswain atau Bosun atau Serang (Kepala kerja bawahan)
b. Able Bodied Seaman (AB) atau Jurumudi
c. Ordinary Seaman (OS) atau Kelasi atau Sailor
d. Pumpman atau Juru Pompa, khusus kapal-kapal tanker (kapal pengangkut cairan)
2. Bagian Mesin:
a. Mandor (Kepala Kerja Oiler dan Wiper)
b. Fitter atau Juru Las
c. Oiler atau Juru Minyak
d. Wiper
3. Bagian Permakanan:
a. Juru masak/ cook bertanggung jawab atas segala makanan, baik itu memasak, pengaturan menu makanan, dan persediaan makanan.
b. Mess boy / pembantu bertugas membantu Juru masak
Sertifikat Pelayaran
Saat ini untuk menjadi pelaut, seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari tingkat SLTA sampai ke perguruan tinggi. Yang mana dengan Tingkatan sebagai berikut:
Lulusan SLTP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setarap SLTA) dengan Sistem Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SLTA dan ANT IV.
Ijazah Pelaut
Ijazah bagi pelaut (perwira) di Indonesia terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.
Ijazah Dek
Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:
1. Ahli Nautika Tingkat I (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat menjabat Nakhoda kapal dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
2. Ahli Nautika Tingkat II (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II), dapat menjabat:
Mualim I/Chief Officer tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
Nakhoda/Master pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
Nakhoda/Master kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman sebagai Mualim I selama 2 tahun
3. Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar III (PB III), dapat menjabat: Mualim I/Chief Officer max 3000 DWT
4. Ahli Nautika Tingkat IV (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler (MPI): Perwira kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Nautika Tingkat V (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas (MPT): Perwira kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT D)
Ijazah Mesin
Ijazah Mesin dari yang tertinggi adalah:
1. Ahli Teknik Tingkat I (ATT I) ; dulu Ahli Mesin Kapal C (AMK C): Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer kapal tak terbatas
2. Ahli Teknik Tingkat II (ATT II) ; dulu Ahli Mesin Kapal B (AMK B), dapat menjabat:Masinis I/Second Engineer kapal tak terbatasKepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatasKepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin tak terbatas, pelayaran daerah pantai
3. Ahli Teknik Tingkat III (ATT III) ; dulu Ahli mesin Kapal A (AMK A), dapat menjabat:
Perwira Jaga (tak terbatas)Masinis I/Second Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW daerah pantai harus pengalaman 2 tahun sebagai Masinis I
4. Ahli Teknik Tingkat IV (ATT IV) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Intersuler (AMKPI): Masinis kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Teknik Tingkat V (ATT V) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Terbatas (AMKPT): Masinis Kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Teknik Tingkat Dasar (ATT D)
Sertifikat Ketrampilan
Sertifikat ketrampilan ini merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh para pelaut di samping sertifikat formal di atas. Diantaranya adalah:
1. Basic Safety Training (BST)/Pelatihan Keselamatan Dasar
2. Advanced Fire Fighting (AFF)
3. Survival Craft & Rescue Boats (SCRB)
4. Medical First Aid (MFA)
5. Medical Care (MC)
6. Tanker Familiarization (TF)
7. Oil Tanker Training (OT)
8. Chemical Tanker Training (CTT
9. Liquified Gas Tanker Training (LGT)
10. Radar Simulator (RS)
11. ARPA Simulator (AS)
12. Operator Radio Umum (ORU) / GMDSS
Dengan resiko pekerjaannya yang besar, survive di tengah luasnya lautan, menghadapi ombak, badai dan bencana laut lain, jauh dari keluarga serta orang-orang terdekatnya, fasilitas minimalis (signal telepon maupun internet tidak ada) yang tidak memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan keluarganya, dan sebagainya mudah-mudahan kekuatan dan kelurusan budi tetap terjaga pada diri mereka.
Sumber : Wikipedia
-Memmy-
Pernah nonton film kartun Popeye?
Film ini populer di tahun '90-an (waktu saya masih duduk di bangku SD). Film yang bertokohkan tiga pemeran utama yaitu Popeye si pelaut, istrinya bernama Olive dan seorang antagonis (bajak laut) yaitu Brutus.
Disini saya tidak menceritakan kisah kartun Popeye, namun profesi nyata seorang pelaut dari latar belakang pendidikannya, keahliannya dan profesinya.
Pelaut (sailor, seaman) adalah seseorang yang pekerjaannya berlayar di laut. Atau dapat pula berarti seseorang yang mengemudikan kapal atau membantu dalam operasi, perawatan atau pelayanan dari sebuah kapal. Hal ini mencakup seluruh orang yang bekerja di atas kapal. Selain itu sering pula disebut dengan Anak Buah Kapal atau ABK.
Sejarah Pendidikan Pelaut di Indonesia
Pendidikan Akademis Pelaut dan Hirarki di Kapal
Pada tahun 1957, Presiden RI pertama, Soekarno, meresmikan Akademi Pelayaran Indonesia/AIP (sekarang Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sebagai wadah pendidikan pelaut/pelayaran secara akademis. Masa pendidikannya pada awal pertama adalah selama 3 tahun, sama dengan pendidikan Akademi lainnya setingkat dengan sarjana muda pada masa itu. Pendidikan dihabiskan selama 2 tahun di kampus/asrama dan 1 tahun penuh melakukan praktik atau Proyek Laut di kapal-kapal niaga pelayaran samudra.
AIP
Pendidikan di AIP menggunakan gaya semi militer, karena memang taruna-taruna AIP adalah merupakan perwira cadangan angkatan laut. Sejak didirikan sampai kira-kira tahun 1985, hampir semua lulusan AIP terkena wajib militer dan bertugas di kapal-kapal perang RI dengan pangkat perwira muda Letda Angkatan Laut. Begitu juga pada awalnya semua taruna AIP mendapat ikatan dinas untuk menutupi kurangnya perwira laut pelayaran niaga Indonesia, yang dahulu sebagian besar masih di nakhodai oleh perwira laut Belanda. Pendidikan pelayaran di AIP banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan Akademi Pelayaran Belanda maupun Kingspoint Academy Amerika Serikat, karena memang hampir tiap tahunnya sebagian Taruna pilihan serta para pendidik di kirim ke luar negeri untuk tugas belajar.
BPLP di Semarang dan Makassar
Hingga dekade 70-80an menyusul berdirinya beberapa Pendidikan Pelayaran Negeri di Semarang dan Makassar dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran sebagai Crash Program memenuhi kebutuhan perwira pelayaran niaga di Indonesia. Sekarang kedua lembaga pendidikan tersebut diberi nama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP Semarang)dan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar (PIP Makassar), yang memiliki kurikulum dan standar yang sama dengan STIP Jakarta. Penerimaan mahasiswa atau dikenal Taruna dilakukan satu pintu melalui Badan Diklat Perhubungan Departeman Perhubungan. Lulusan mendapatkan ijazah formal Diploma IV dengan gelar S.ST dan memiliki ijazah profesi ANT / ATT III.Masa kejayaan pelaut Indonesia mulai sirna sejak musibah besar nasional terjadi pada tahun 1980 dengan tenggelamnya kapal KMP Tampomas II. Menyusul pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan Scrapping/Pembesi tua-an kapal-kapal yang berumur lebih dari 20 tahun, dampaknya perusahaan pelayaran nasional banyak yang gulung tikar dan tidak tertampungnya lulusan pelaut di tiga pendidikan akademi disamping Akademi dan sekolah pelayaran swasta yang lainnya.
STIP
Pada akhirnya dunia pelayaran di Indonesia mengakhiri masa krisisnya pada awal-awal tahun 90-an hingga sekarang. Sejak tahun 1998-2009, Indonesia sudah mempunyai Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran setara sarjana dengan beban studi 160 sks dengan gelar S.ST (Sarjana Sain Terapan). Jadi lulusan STIP boleh melanjutkan program S2 dan seterusnya disamping ijazah keahlian lainnya yang kalau dijumlahkan kurang lebih ada 10 sertifikat berstandard internasional dan menjadi sekolah pelayaran lisensi International Maritime Organization untuk Indonesia karena memang sekarang seluruh Taruna di STIP wajib menggunakan bahasa inggris.
Anak Buah Kapal
Anak Buah Kapal (ABK) atau Awak Kapal terdiri dari beberapa bagian. Masing masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri dan tanggung jawab utama terletak di tangan Kapten kapal selaku pimpinan pelayaran.
Hierarki Awak Kapal
Terbagi menjadi Departemen Dek dan Departemen Mesin, selain terbagi menjadi perwira/Officer dan bawahan/Rating.
Perwira Departemen Dek
1. Kapten/Teks tebalNakhoda/Master adalah pimpinan dan penanggung jawab pelayaran;
2. Mualim I/Chief Officer/Chief Mate bertugas pengatur muatan, persediaan air tawar dan sebagai pengatur arah navigasi;
3. Mualim 2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta pelayaran yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi;
4. Mualim 3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur, memeriksa, memelihara semua alat alat keselamatan kapal dan juga bertugas sebagai pengatur arah navigasi;
5. Markonis/Radio Officer/Spark bertugas sebagai operator radio/komunikasi serta bertanggung jawab menjaga keselamatan kapal dari marabahaya baik itu yg di timbulkan dari alam seperti badai, ada kapal tenggelam, dll.
Perwira Departemen Mesin
1. KKM (Kepala Kamar Mesin)/Chief Engineer, pimpinan dan penanggung jawab atas semua mesin yang ada di kapal baik itu mesin induk, mesin bantu, mesin pompa, mesin crane, mesin sekoci, mesin kemudi, mesin freezer, dll.;
2. Masinis 1/First Engineer bertanggung jawab atas mesin induk;
3. Masinis 2/Second Engineer bertanggung jawab atas semua mesin bantu;
4. Masinis 3/Third Enginer bertanggung jawab atas semua mesin pompa;
5. Juru Listrik/Electrician bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan tenaga listrik dan seluruh tenaga cadangan;
6. Juru minyak/Oiler pembantu para Masinis/Engineer.
Ratings atau Bawahan
1. Bagian Dek:
a. Boatswain atau Bosun atau Serang (Kepala kerja bawahan)
b. Able Bodied Seaman (AB) atau Jurumudi
c. Ordinary Seaman (OS) atau Kelasi atau Sailor
d. Pumpman atau Juru Pompa, khusus kapal-kapal tanker (kapal pengangkut cairan)
2. Bagian Mesin:
a. Mandor (Kepala Kerja Oiler dan Wiper)
b. Fitter atau Juru Las
c. Oiler atau Juru Minyak
d. Wiper
3. Bagian Permakanan:
a. Juru masak/ cook bertanggung jawab atas segala makanan, baik itu memasak, pengaturan menu makanan, dan persediaan makanan.
b. Mess boy / pembantu bertugas membantu Juru masak
Sertifikat Pelayaran
Saat ini untuk menjadi pelaut, seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari tingkat SLTA sampai ke perguruan tinggi. Yang mana dengan Tingkatan sebagai berikut:
Lulusan SLTP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setarap SLTA) dengan Sistem Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SLTA dan ANT IV.
Ijazah Pelaut
Ijazah bagi pelaut (perwira) di Indonesia terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.
Ijazah Dek
Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:
1. Ahli Nautika Tingkat I (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat menjabat Nakhoda kapal dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
2. Ahli Nautika Tingkat II (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II), dapat menjabat:
Mualim I/Chief Officer tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
Nakhoda/Master pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
Nakhoda/Master kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman sebagai Mualim I selama 2 tahun
3. Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar III (PB III), dapat menjabat: Mualim I/Chief Officer max 3000 DWT
4. Ahli Nautika Tingkat IV (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler (MPI): Perwira kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Nautika Tingkat V (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas (MPT): Perwira kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT D)
Ijazah Mesin
Ijazah Mesin dari yang tertinggi adalah:
1. Ahli Teknik Tingkat I (ATT I) ; dulu Ahli Mesin Kapal C (AMK C): Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer kapal tak terbatas
2. Ahli Teknik Tingkat II (ATT II) ; dulu Ahli Mesin Kapal B (AMK B), dapat menjabat:Masinis I/Second Engineer kapal tak terbatasKepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatasKepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin tak terbatas, pelayaran daerah pantai
3. Ahli Teknik Tingkat III (ATT III) ; dulu Ahli mesin Kapal A (AMK A), dapat menjabat:
Perwira Jaga (tak terbatas)Masinis I/Second Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW daerah pantai harus pengalaman 2 tahun sebagai Masinis I
4. Ahli Teknik Tingkat IV (ATT IV) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Intersuler (AMKPI): Masinis kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Teknik Tingkat V (ATT V) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Terbatas (AMKPT): Masinis Kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Teknik Tingkat Dasar (ATT D)
Sertifikat Ketrampilan
Sertifikat ketrampilan ini merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh para pelaut di samping sertifikat formal di atas. Diantaranya adalah:
1. Basic Safety Training (BST)/Pelatihan Keselamatan Dasar
2. Advanced Fire Fighting (AFF)
3. Survival Craft & Rescue Boats (SCRB)
4. Medical First Aid (MFA)
5. Medical Care (MC)
6. Tanker Familiarization (TF)
7. Oil Tanker Training (OT)
8. Chemical Tanker Training (CTT
9. Liquified Gas Tanker Training (LGT)
10. Radar Simulator (RS)
11. ARPA Simulator (AS)
12. Operator Radio Umum (ORU) / GMDSS
Dengan resiko pekerjaannya yang besar, survive di tengah luasnya lautan, menghadapi ombak, badai dan bencana laut lain, jauh dari keluarga serta orang-orang terdekatnya, fasilitas minimalis (signal telepon maupun internet tidak ada) yang tidak memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan keluarganya, dan sebagainya mudah-mudahan kekuatan dan kelurusan budi tetap terjaga pada diri mereka.
Sumber : Wikipedia
-Memmy-
Nisfu Sya'ban
Nisfu Sya’ban adalah hari peringatan Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban. Dalam kalangan Islam, Nisfu Sya’ban diperingati menjelang bulan Ramadhan. Pada malam ini biasanya diisi dengan pembacaan Surat Yaasiin tiga kali berjamaah dengan niat semoga diberi umur panjang, diberi rizki yang banyak dan barokah, serta ditetapkan imannya.
Peringatan Nisfu Sya’ban tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Al-Azhar sebagai yayasan pendidikan tertua di Mesir bahkan di seluruh dunia selalu memperingati malam yang sangat mulia ini. Hal ini karena diyakini pada malam tersebut Allah akan memberikan keputusan tentang nasib seseorang selama setahun ke depan. Keutamaan malam nisfu Sya’ban diterangkan secara jelas dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.
Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafa'at (pertolongan). Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambaNya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.
Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang shaleh.
HADIST KEUTAMAAN NISFU SYA’BAN
Tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban ini, dimana kita dianjurkan untuk melakukan ibadah terutama untuk memohon ampun, memohon rezeki dan umur yang bermanfaat, terdapat beberapa hadis yang menurut sebagian ulama sahih. Diantaranya:
Hadist Pertama
Diriwayatkan dari Siti A’isyah ra berkata, :“Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki” (H.R. Baihaqi) .
Hadist Kedua
Diriwayatkan dari Siti Aisyah ra bercerita bahwa pada suatu malam ia kehilangan Rasulullah SAW. Ia lalu mencari dan akhirnya menemukan beliau di Baqi’ sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadist Ketiga
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah pada malam nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)
Hadist Keempat
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika malam nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).
Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban yang Insya Allah akan jatuh pada Rabu tanggal 4 Juli 2012 (hari ini) mulai terbenamnya matahari hingga terbit fajar . Marilah kita isi malam yang mulia ini dengan memperbanyak amalan untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan, berdzikir sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT
KESIMPULAN
Dari paparan di atas, kita sebagai umat Islam semestinya tidak melupakan begitu saja, bahwa bulan sya’ban adalah bulan yang mulia. Sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan. Dari sini, umat Islam dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan mempertebal keimanan dan memanjatkan do'a dengan penuh kekhusyukan.
Meski masih terdapat perbedaan pendapat tentang malam nisfu sya’ban ini, namun demikian marilah mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan memperbanyak ibadah, shalat sunnah, memperbanyak bacaan zikir, memperbanyak bacaan shalawat, membaca al-Qur’an, bersedekah, berdo’a dan mengerjakan amal-amal shalih lainnya.
Sucikan hati untuk menyambut datangnya Ramadhan, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan semoga kita mendapatkan ridho-Nya. Aamiin.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Referensi : Dari beberapa sumber
-Memmy-
Sabtu, 09 Juni 2012
Suka, Sayang, DAN ATAU Cinta ? Let's See...
Suka, Sayang dan Cinta. Sama-kah? Beda-kah?
Mari kita definisikan masing-masing...
Saat kau menyukai seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri;
Saat kau menyayangi seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri;
Saat kau mencintai seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun harus mengorbankan dirimu.
Saat kau menyukai seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya: “bolehkah aku menciummu?”;
Saat kau menyayangi seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya: “bolehkan aku memelukmu?”;
Saat kau mencintai seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya.
Suka adalah saat ia menangis, kau akan berkata “sudahlah, jangan menangis”;
Sayang adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya;
Cinta adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di bahumu sambil berkata “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama”.
Suka adalah saat kau melihatnya kau akan berkata “ia sangat cantik dan menawan”;
Sayang adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu;
Cinta adalah saat kau melihatnya kau akan berkata “Bagiku, dia adalah Anugerah terbaik yang Tuhan berikan padaku”.
Pada saat orang yang kau suka menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara kepadanya;
Pada saat orang yang kau sayangi menyakitimu engkau akan menangis untuknya;
Pada saat orang yang kau cintai menyakitimu, kau akan berkata “Tak apa… dia hanya tidak tahu apa yang dia lakukan”.
Pada saat kau suka padanya, kau akan memaksanya untuk menyukaimu;
Pada saat kau sayang padanya, kau akan membiarkannya memilih;
Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu menantinya dengan setia dan tulus.
Suka adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan;
Sayang adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan;
Cinta adalah kau kan menemaninya di saat bagaimanapun keadaanmu.
Suka adalah hal yang menuntut;
Sayang adalah hal memberi dan menerima;
Cinta adalah hal yang memberi dengan rela.
Seperti itulah definisi Suka, Sayang dan Cinta sejauh yang saya mengerti. Bahwa ketiganya tidaklah sama. Ketiganya seperti sebuah fase untuk sebuah perasaan, dimana Suka adalah fase awal, kemudian lebih mendalam bertumbuh menjadi Sayang, di atasnya adalah fase Cinta.
Saya sendiri sejauh ini nyaman dengan perasaan Sayang (mungkin efek dari nama saya juga kali yah "Irhami" yang berasal dari kata dalam bahasa Arab "rahiim" yang artinya "penyayang", Hehe..). Namun lebih dari itu, Sayang adalah sebuah perasaan alami dan tak berbatas. Merupakan suatu kebahagiaan ketika saya bisa menyayangi seseorang dan ketika seseorang menyayangi saya.
Lalu, bagaimana dengan Cinta? Cinta akan saya dapatkan dari seorang dan selamanya. Yaitu dari seseorang yang menjadi teman hidup saya, suami saya nanti. Pasti... :-)

-Memmy-
Mari kita definisikan masing-masing...
Saat kau menyukai seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri;
Saat kau menyayangi seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri;
Saat kau mencintai seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun harus mengorbankan dirimu.
Saat kau menyukai seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya: “bolehkah aku menciummu?”;
Saat kau menyayangi seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya: “bolehkan aku memelukmu?”;
Saat kau mencintai seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya.
Suka adalah saat ia menangis, kau akan berkata “sudahlah, jangan menangis”;
Sayang adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya;
Cinta adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di bahumu sambil berkata “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama”.
Suka adalah saat kau melihatnya kau akan berkata “ia sangat cantik dan menawan”;
Sayang adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu;
Cinta adalah saat kau melihatnya kau akan berkata “Bagiku, dia adalah Anugerah terbaik yang Tuhan berikan padaku”.
Pada saat orang yang kau suka menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara kepadanya;
Pada saat orang yang kau sayangi menyakitimu engkau akan menangis untuknya;
Pada saat orang yang kau cintai menyakitimu, kau akan berkata “Tak apa… dia hanya tidak tahu apa yang dia lakukan”.
Pada saat kau suka padanya, kau akan memaksanya untuk menyukaimu;
Pada saat kau sayang padanya, kau akan membiarkannya memilih;
Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu menantinya dengan setia dan tulus.
Suka adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan;
Sayang adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan;
Cinta adalah kau kan menemaninya di saat bagaimanapun keadaanmu.
Suka adalah hal yang menuntut;
Sayang adalah hal memberi dan menerima;
Cinta adalah hal yang memberi dengan rela.
Seperti itulah definisi Suka, Sayang dan Cinta sejauh yang saya mengerti. Bahwa ketiganya tidaklah sama. Ketiganya seperti sebuah fase untuk sebuah perasaan, dimana Suka adalah fase awal, kemudian lebih mendalam bertumbuh menjadi Sayang, di atasnya adalah fase Cinta.
Saya sendiri sejauh ini nyaman dengan perasaan Sayang (mungkin efek dari nama saya juga kali yah "Irhami" yang berasal dari kata dalam bahasa Arab "rahiim" yang artinya "penyayang", Hehe..). Namun lebih dari itu, Sayang adalah sebuah perasaan alami dan tak berbatas. Merupakan suatu kebahagiaan ketika saya bisa menyayangi seseorang dan ketika seseorang menyayangi saya.
Lalu, bagaimana dengan Cinta? Cinta akan saya dapatkan dari seorang dan selamanya. Yaitu dari seseorang yang menjadi teman hidup saya, suami saya nanti. Pasti... :-)

-Memmy-
Ketulusan dan Kesetiaan
Tulisan ini terinspirasi dari film tahun 2008 "From Bandung With Love". Sekian lama (kurang lebih 5 tahun) film ini beredar, baru beberapa bulan yang lalu dan baru pertama kalinya itu saya melihatnya. Karena hikmah yang tersirat dari film ini mengena dalam real life, saya tertarik untuk mengupas, mengemas dan mengaitkannya dengan topik ketulusan dan kesetiaan.
From Bandung With Love merupakan sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2008. Film yang disutradarai oleh Henry Adianto ini dibintangi antara lain oleh Marsha Timothy, Richard Kevin, dan masih banyak lagi. Tayangan perdananya pada 13 Maret 2008.
Vega, mahasiswi yang selain bekerja sebagai penyiar radio dengan, ia juga bekerja sebagai copywriter. Sebagai penyiar radio, Vega mempunyai acara khusus yang membahas masalah relationship berjudul “From Bandung With Love.”
Cerita dimulai saat Vega memutuskan untuk membahas masalah perselingkuhan dan kesetiaan dalam siaranya minggu mendatang. Dia mulai dengan teori, bahwa 10 dari 11 laki-laki tidak setia. Teori ini diperkuat pula oleh Wulan, sahabat Vega yang baru saja mendapati pacarnya selingkuh.
Usaha Vega pun dibawa ke kantor advertising yang mempekerjakan dia sebagai copywriter. Dia mengamati, lalu memilih Ryan, creative director yang terkenal playboy. Vega memanfaatkan waktu seminggu menjelang siaran untuk mendekati Ryan, untuk mencari tahu dari sisi lelaki yang tidak setia. Kebetulan mereka berdua terlibat dalam sebuah proyek menggarap desain iklan.
Tapi, apapun dapat terjadi dalam 6 hari. Vega jatuh cinta dengan Ryan, karena Ryan memang mengetahui benar, how to treat a lady, sebuah karakter yang berbeda dengan Dion, pacar Vega yang sudah beberapa tahun menjalin hubungan. Ryan membuka dan menutupkan pintu mobil ketika Vega akan masuk dan keluar mobilnya. Ryan sesekali menyuapi Vega ketika makan, melindungi dan mem-back-up suasana ketika ide Vega tidak diterima oleh client dan perhatian-perhatian kecil lain yang tidak pernah diberikan Dion kekasihnya. Dion mengetahui hal ini, bahwa ternyata Vega sempat tidak setia kepadanya tidak bisa menerima hal tersebut. Kemudian berakhirlah hubungan mereka. Hingga di satu titik Vega menyadari, bahwa dialah yang tidak setia. Tidak setia terhadap tujuan, terhadap Dion, Wulan dan dirinya sendiri.
Begitulah yang kebanyakan terjadi di kehidupan, dalam sebuah story relationship. Jika ada pepatah "Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau" juga "Kita tiada tahu seseorang sampai kita memilikinya dan tiada pula mengerti betapa berharganya seseorang sebelum kehilangannya" sangat tepat untuk masalah ini.
Ketulusan dan kesetiaan adalah dua hal yang sangat berharga dalam sebuah hubungan. Jika sudah mendapatkan keduanya sangatlah beruntung. Namun, yang namanya manusia terkadang muncul sifat dimana mereka belum puas dengan sesuatu, belum puas dengan pasangannya. Saat datang pihak ketiga yang kelihatannya lebih Wah, goyahlah tujuannya...
Temukanlah seorang yang mencintaimu dengan tulus, jika sudah menemukan jagalah baik-baik agar tidak terlepas. Berikanlah hal yang sama kepadanya. Karena sesuatu yang sudah terlepas, tidak mudah untuk dapat kita genggam kembali. Sesuatu yang pecah, bila direkatkan kembali masih ada bekas puing retaknya.
"Dan demikianlah semua harus terjadi,
Karena memang harus terjadi.
Hidup ini terus berlanjut,
Kita semua pun pernah merasakan dikhianati dan mengkhianati,
Setia dan tidak setia,
Kita semua pernah merasakan cinta yang membawa kita ke tempat tertinggi,
Kita lalu merasakan terjatuh karena kesalahan kita sendiri.
Kita tidak mati,
Tapi lukanya membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu lagi".
"Put love in everything you do and you get love from the rest of the world in return..."

-Memmy-
From Bandung With Love merupakan sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2008. Film yang disutradarai oleh Henry Adianto ini dibintangi antara lain oleh Marsha Timothy, Richard Kevin, dan masih banyak lagi. Tayangan perdananya pada 13 Maret 2008.
Vega, mahasiswi yang selain bekerja sebagai penyiar radio dengan, ia juga bekerja sebagai copywriter. Sebagai penyiar radio, Vega mempunyai acara khusus yang membahas masalah relationship berjudul “From Bandung With Love.”
Cerita dimulai saat Vega memutuskan untuk membahas masalah perselingkuhan dan kesetiaan dalam siaranya minggu mendatang. Dia mulai dengan teori, bahwa 10 dari 11 laki-laki tidak setia. Teori ini diperkuat pula oleh Wulan, sahabat Vega yang baru saja mendapati pacarnya selingkuh.
Usaha Vega pun dibawa ke kantor advertising yang mempekerjakan dia sebagai copywriter. Dia mengamati, lalu memilih Ryan, creative director yang terkenal playboy. Vega memanfaatkan waktu seminggu menjelang siaran untuk mendekati Ryan, untuk mencari tahu dari sisi lelaki yang tidak setia. Kebetulan mereka berdua terlibat dalam sebuah proyek menggarap desain iklan.
Tapi, apapun dapat terjadi dalam 6 hari. Vega jatuh cinta dengan Ryan, karena Ryan memang mengetahui benar, how to treat a lady, sebuah karakter yang berbeda dengan Dion, pacar Vega yang sudah beberapa tahun menjalin hubungan. Ryan membuka dan menutupkan pintu mobil ketika Vega akan masuk dan keluar mobilnya. Ryan sesekali menyuapi Vega ketika makan, melindungi dan mem-back-up suasana ketika ide Vega tidak diterima oleh client dan perhatian-perhatian kecil lain yang tidak pernah diberikan Dion kekasihnya. Dion mengetahui hal ini, bahwa ternyata Vega sempat tidak setia kepadanya tidak bisa menerima hal tersebut. Kemudian berakhirlah hubungan mereka. Hingga di satu titik Vega menyadari, bahwa dialah yang tidak setia. Tidak setia terhadap tujuan, terhadap Dion, Wulan dan dirinya sendiri.
Begitulah yang kebanyakan terjadi di kehidupan, dalam sebuah story relationship. Jika ada pepatah "Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau" juga "Kita tiada tahu seseorang sampai kita memilikinya dan tiada pula mengerti betapa berharganya seseorang sebelum kehilangannya" sangat tepat untuk masalah ini.
Ketulusan dan kesetiaan adalah dua hal yang sangat berharga dalam sebuah hubungan. Jika sudah mendapatkan keduanya sangatlah beruntung. Namun, yang namanya manusia terkadang muncul sifat dimana mereka belum puas dengan sesuatu, belum puas dengan pasangannya. Saat datang pihak ketiga yang kelihatannya lebih Wah, goyahlah tujuannya...
Temukanlah seorang yang mencintaimu dengan tulus, jika sudah menemukan jagalah baik-baik agar tidak terlepas. Berikanlah hal yang sama kepadanya. Karena sesuatu yang sudah terlepas, tidak mudah untuk dapat kita genggam kembali. Sesuatu yang pecah, bila direkatkan kembali masih ada bekas puing retaknya.
"Dan demikianlah semua harus terjadi,
Karena memang harus terjadi.
Hidup ini terus berlanjut,
Kita semua pun pernah merasakan dikhianati dan mengkhianati,
Setia dan tidak setia,
Kita semua pernah merasakan cinta yang membawa kita ke tempat tertinggi,
Kita lalu merasakan terjatuh karena kesalahan kita sendiri.
Kita tidak mati,
Tapi lukanya membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu lagi".
"Put love in everything you do and you get love from the rest of the world in return..."

-Memmy-
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)




























